Home / Pemuda / Essay / Wahai Pemuda, Ayo ke Masjid

Wahai Pemuda, Ayo ke Masjid

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi - Masjid Agung Jawa Tengah. (travel.nationalgeographic.com / Aditya Aji Nugraha)
Ilustrasi – Masjid Agung Jawa Tengah. (travel.nationalgeographic.com / Aditya Aji Nugraha)

dakwatuna.com “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah…. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (At-Taubah: 18)

“Sesiapa membangun masjid bagi Allah mencari ridha Allah, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Bukhari Muslim)

Yuk cintai masjid…. Yuk makmurkan masjid dan menjadikan masjid sebagai sarana untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah…. Seseorang yang mencintai sesuatu pasti hatinya akan selalu terpaut pada hal tersebut. Cinta masjid? Insya Allah terpaut terus sama masjid…. Cakep deh.

“Ada 7 golongan orang yang akan dinaungi Allah yang pada hari itu tidak ada naungan kecuali dari Allah; salah satunya ialah seseorang yg hatinya selalu terpaut dengan masjid ketika ia keluar hingga kembali kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika hati seorang pemuda sudah sangat terpaut dengan masjid, maka selalu ada saja alasan untuk pergi ke masjid; baik untuk shalat, ngaji, baca diktat, belajar kelompok, atau sekadar beristirahat, menunggu jeda jam kuliah. Dalam lubuk hatinya, terpatri bahwa masjid adalah tempat paling asyik. Siapa nih yang ngerasa gitu?

Yuk cintai Masjid… layaknya kita mencintai rumah sendiri. Layaknya rumah, masjid merupakan sarana pembinaan bagi siapa pun yang berada di dalamnya. Masjid pun merupakan salah satu sarana pembinaan umat yang mendapat perhatian begitu besar dari Rasulullah Saw. Bahkan, ketika Rasul sampai di Madinah, bangunan pertama yang didirikan adalah masjid yang kemudian dinamai masjid Nabawi…

Oleh karena itu, sebagai Muslim semestinya kita memiliki perhatian dan kecintaan yang besar terhadap Masjid. Kecintaan yang besar kepada masjid akan membuat kita memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap pemakmurannya.

Dan penting untuk diingat… Bukan hanya tugas si marbot / penjaga masjid saja untuk memakmurkannya… Kita pun wajib ambil bagian…

Miris ketika mengetahui masjid yang jumlahnya banyak, namun minim jamaahnya. Sedih ketika mengetahui masjid hanya penuh diisi oleh para orangtua, bapak-bapak yang lanjut usia… Ke mana para pemuda? Sedih, ketika pernah mendengar cerita dari seorang bapak… “Di mushalla ini Bapak yang adzan, bapak yang iqamat, bapak yang imam, sekaligus makmum…” Sungguh, fenomena tersebut benar-benar ada…

Wahai pemuda, di mana diri kita saat adzan berkumandang, panggilan cinta Allah memanggil kita?

Wahai pemuda, adakah panggilan yang lebih mulia selain seruan ununtuk berjamaah di rumah-Nya?

Senang, ketika cafe-cafe ramai menggelar nobar (nonton bareng) sepakbola dengan niatan silaturahim… Namun berbalik sedih jika aktivitas tersebut mengakibatkan lalai subuh, masjidnya sepi…

Rela menempuh jarak jauh ‘tuk sekadar cari hiburan… Namun berat melangkah sekian meter ‘tuk penuhi seruan adzan…

Hashtag #AyoKeMasjid bukan sekadar penghias linimasa sahabat… Lebih dari itu, sarana pengingat untuk makmurkan masjid, dirikan shalat. Yang menjadi persoalan kita kemudian adalah, bagaimana kita membuktikan rasa cinta kepada masjid itu?

Sebagai refleksi, boleh jadi berikut merupakan tanda-tanda kita cinta masjid…

Pertama, Rindu pada Masjid

Cinta kepada sesuatu biasanya membuat seseorang rindu pada sesuatu tersebut karena memang hatinya telah terikat dan terpaut kepadanya. Karena itu, kecintaan kita kepada masjid seharusnya membuat hati terpaut kepadanya sejak kita keluar dari masjid hingga kembali lagi ke masjid. Manakala seseorang telah memiliki ikatan hati dengan begitu kuat dengan masjid, maka dia akan menjadi salah satu kelompok orang yang kelak akan dinaungi oleh Allah pada hari akhirat. Pembinaan yang didapat dari masjid pun akan memberikan pengaruh yang sangat positif terhadap seluruh aktivitasnya di luar masjid.

Kedua, Berkorban Untuk Masjid

Ketika masjid hendak kita makmurkan sebagaimana mestinya, diperlukan pengorbanan yang besar; baik harta, jiwa, tenaga, waktu, pikiran maupun ilmu, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki. Kalau mereka yang cinta pada kebatilan mau berkorban dengan segala yang mereka miliki, mengapa untuk yang Haq seperti memakmurkan masjid kita enggan berkorban?

Ketiga, Membersihkan Masjid

Kecintaan kita pada suatu benda biasanya membuat kita harus selalu memperhatikan dan merawat benda tersebut. Rumah yang kita cintai membuat kita harus merawatnya setiap hari, begitu pula semestinya kecintaan
kita kepada masjid….

Meski tiap masjid ada “JamesBon”nya, sebagai jamaah kita pun perlu peka jika melihat sedikit kekotoran. Ada sampah sedikit, buang… FYI, JamesBon maksudnya penJAgaMESjid dan keBON.

Keempat, Rajin Mendatangi Masjid

Kecintaan terhadap masjid membuat seorang muslim, lelaki khususnya rajin mendatangi masjid setiap harinya. Karena itu, shalat berjamaah yang lima waktu semestinya dilaksanakan secara berjamaah di masjid.  Tak hanya shalat lima waktu saja, tetapi juga kita giat mencari ilmu di masjid dengan menghadiri majelis-majelis ilmu di dalamnya.

“Apabila kamu sekalian melihat seseorang biasa ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia benar-benar beriman.” (HR. Tirmidzi)

Kedatangan seorang Muslim ke masjid juga untuk memakmurkan masjid dengan berbagai aktivitas bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat…

Kelima, Menghormati Masjid

Bila kita cinta pada seseorang, biasanya kita menghormati orang itu dengan berbagai cara yang baik, pun dengan masjid. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan penghormatan kita kepada masjid. Sebagai contoh: melaksanakan shalat tahiyyatul masjid ketika memasuki masjid, berpakaian yang rapi serta sopan, serta tidak datang ke masjid dengan bau-bau yang tidak menyenangkan,

Perhatian kita kepada masjid harus selalu kita tingkatkan dari waktu ke waktu agar masjid tidak lagi merana seperti yang sekarang banyak terjadi…

Yuk bantu saling mengingatkan. Punya Twitter? Gunakan untuk kebaikan…

Sering update di TL? Yuk, bantu ingetin saudara kita… Memasuki waktu shalat, bersiaplah kita untuk shalat. Gunakan hashtag #AyoKeMasjid untuk saling ajak.

Sesederhana itu ‘untuk saling ingatkan bukan? Pakai, #AyoKeMasjid

Setiap hati yang tergerak karena teringat seruan #AyoKeMasjid, insya Allah jadi pahala kebaikan buat kita…

Semoga bermanfaat!

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 9,42 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Afdan Zamil
Member Group ODOJ 405Sempat aktif di DKM Syamsul 'Ulum Universitas TelkomKini aktif sebagai Penghuni sekaligus Pengurus @RSPQ_bdg Rumah Singgah Pecinta alQuran Jl. Sukabirus E13 R05/RW08 Ds. Citeureup, Kec. Dayeuhkolot, Bandung

Lihat Juga

Muslim Rohingya yang termarjinalkan di Myanmar (aa.com.tr)

Belasan Masjid dan Madrasah di Myanmar Terancam Diratakan dengan Tanah

Organization