Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Di Lingkaranlah Kau Bercerita

Di Lingkaranlah Kau Bercerita

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Tak bergerak, kemudian tak berbuat.
Berbuat dengan pikiran yang penuh keragu-raguan.
Berkecamuk di pikiran, yang kemudian terlintas di pelupuk mata.
Takut dan itulah yang terjadi kemudian.
Ada yang berbicara, tapi termenung tak berdaya.
Mencari-cari di mana tanya kan berkata.

Karunia Ilahi masih menyelimuti hari ini.
Langkah-langkah ditemani rangkaian kata yang belum tersusun sempurna.
Gerak dirinya masih tak berguna dengan adanya tanda tanya.
Terpintas tentang apa yang telah dikaruniakan oleh-Nya.

Gerak hari mulai merapat dengan datangnya senja.
Lantunan Kalam Ilahi teruntai dengan merdunya.
Teruntai beriringan sesuai dengan urutan.
Membentuk lingkaran para pencari kebenaran.

Tiap tanda tanya diuraikan bak puisi indah.
Diuraikan karena penuh akan makna.
Satu persatu dari lingkaran pun menjawabnya.
Dan tak terasa kata-kata berakhir dengan titik.
Merasalah jika tanda tanya sudah berubah dengan titik.
Titik yang mengakhiri lingkaran ini.
Tanya sudah usai, yang kemudian melanjutkan makna atas karunia yang diberikan oleh-Nya.
Tanpa tanda tanya.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 7,29 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Riski Ferli
Pemuda Kelahiran Kab, Muara Enim November 1994. Menempuh Studi di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Menulis kisah diatas lembaran-lembaran kehidupan yang selalu mengharapkan ridha Allah Swt. #FastabiqulKhairat

Lihat Juga

Liqa Adalah Tentang Prioritas