Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Yang Jauh Mendekat, Yang Dekat Menjauh

Yang Jauh Mendekat, Yang Dekat Menjauh

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Gadget (inet)
Gadget (inet)

dakwatuna.com Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Benarkah demikian? Bisa iya bisa juga tidak. Tergantung seberapa lama waktu yang dibutuhkan dan apa yang dilakukan selama menunggu.

Bagi pria muda yang duduk di sebelah kiriku, menunggu tidaklah membosankan, justru menyenangkan. Lima belas menit terlalu singkat untuk ia mengakhiri pembicaraan dengan seseorang melalui telepon selularnya. Entah siapa yang menelpon atau ditelpon, tapi ia terlihat sangat akrab. Pria dan seseorang di ujung sana terpisah jarak yang mungkin sangat jauh, tapi benda kecil itu telah membuat mereka dekat, seolah tiada berjarak. 

Berbeda dengan dua orang yang duduk di sebelah kananku. Dari obrolan singkat yang kudengar, aku tahu mereka adalah sepasang suami istri. Bagi mereka waktu lima menit terasa terlalu lama hingga masing-masing memutuskan untuk berselancar ke dunia maya melalui gadgetcanggih di tangannya. Setengah jam berlalu, tak ada obrolan terdengar dari mereka. Barangkali memang tak ada lagi yang perlu dibicarakan. Tapi aku rasa bukan itu penyebabnya. Benda kecil di tangan masing-masinglah yang memisahkan mereka  berdua. Mereka duduk berdekatan, tapi jiwa dan pikiran mereka seperti terpisah ribuan mil jauhnya.

Dari pria muda dan sepasang suami istri di sebelahku, aku mendapat satu kesadaran bahwa kemajuan teknologi selain memberikan manfaat positif juga membawa dampak negatif. Kutemukan bukti pada mereka yang duduk di samping kiri dan kananku, betapa teknologi bisa mendekatkan yang jauh, tapi juga bisa menjauhkan yang dekat.

Karena itu bijak dan cerdas dalam memanfaatkan teknologi mutlak diperlukan. Jangan sampai yang jauh terasa dekat, tapi yang dekat justru terasa jauh. Ambil manfaatnya, antisipasi efek negatifnya.

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abi Sabila
Seorang pembaca yang sedang belajar menulis.

Lihat Juga

gadget

Kecanduan Gadget dan Obat Penawarnya