Home / Berita / Internasional / Amerika / Terus Diburu AS, Snowden: Saya Masih Hidup

Terus Diburu AS, Snowden: Saya Masih Hidup

Edward Snowden, mantan staf NSA yang membocorkan dokumen-dokumen rahasia tentang koleksi catatan telepon dan email milik National Security Agency (NSA) AS.
Edward Snowden, mantan staf NSA yang membocorkan dokumen-dokumen rahasia tentang koleksi catatan telepon dan email milik National Security Agency (NSA) AS.

dakwatuna.com – Berlin.  Edward Snowden mengklaim para pejabat Amerika Serikat ingin membunuhnya karena membocorkan dokumen-dokumen rahasia tentang koleksi catatan telepon dan email milik National Security Agency (NSA) AS.

Pernyataan itu disampaikan mantan staf NSA itu kepada televisi Jerman, Ahad (26/1). Itu adalah wawancara televisi pertama Snowden.

Snowden mengaku percaya NSA juga telah menyadap pejabat Pemerintah Jerman dan Kanselir Angela Merkel. Pria berkaca mata ini merasa tak bisa tidur nyenyak karena telah membocorkan rahasia negara.

“Aku masih hidup, namun tak bisa tidur nyenyak setelah melakukan semua ini. Namun ini adalah hal paling tepat yang telah kulakukan,” ujar Snowden, dilansir dari Reuters, Senin (27/1).

Wawancara enam jam yang ditayangkan dalam 40 menit itu dilakukan di Moscow Suite Hotel. Snowden berkata, pejabat Amerika mengatakan senang jika bisa menembakkan peluru ke kepalanya atau meracuninya ketika keluar dari supermarket, termasuk menyaksikannya mati di kamar mandi.

“Apa yang bisa kukatakan adalah Angela Merkel juga dipantau oleh NSA. Sangat tidak mungkin hanya Merkel saja yang mereka tonton, melainkan juga penasihat, pejabat pemerintah, menteri, kepala industri, hingga pejabat pemerintah lokal (di Jerman),” ujar Snowden.

Bahkan, jika ada informasi tentang Siemens (salah satu industri andalan Jerman) yang bermanfaat bagi kepentingan nasional AS, meski itu tidak ada hubungannya dengan keamanan nasional, maka NSA menurut Snowden akan tetap mencuri tahu informasinya.

Pertanyaan tentang Pemerintah AS memata-matai warga sipil dan pejabat asing sejumlah negara memanas sejak Juni lalu. Semua itu dibocorkan Snowden dengan menguraikan koleksi catatan telepon dan email milik NSA.

Snowden diberikan suaka di Rusia pada musim panas lalu setelah melarikan diri dari AS. Di negaranya, pria ini dinilai telah membocorkan informasi tentang praktik spionase dan pengawasan pemerintah dunia oleh AS. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 8,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Menteri Anies Baswedan saat meninjau simulasi UN Online di SMAN1 Depok. (detik.com)

Akibat Kebocoran Soal, UN di Aceh dan Yogyakarta Terancam Diulang