Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Di Antara Lembar Demi Lembar

Di Antara Lembar Demi Lembar

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Alhamdulillah…. ada sensasi lain ketika sudah mulai terbiasa rutin berinteraksi dengan Al-Qur’an, meskipun baru mampu membaca 1 juz tiap harinya. Ada ketenangan dalam jiwa, ada gelora yang merasuk damai di hati dan seperti menjaga diri agar waspada pada waktu.

Dengan membacanya, seperti ada sejarah yang terlihat jelas. Seperti menyaksikan kabar-kabar masa lalu, juga seperti teringat kejadian-kejadian masa kini. Yang dengannya kita bisa bergumam, inilah petunjuk Tuhan. Allah Subhanahu Wata’ala.

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,” (QS. Al Israa’: 9)

Al-Qur’an, adalah bahasa yang mudah beserta citarasa pengucapan yang tak kalah nikmat dengan kidung-kidung masa kini, akan mampu menjadi penenteram hati. Karena itu adalah bukti-Nya yang bukan hanya sekadar janji. Ingatkah ketika Allah Berfirman;

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d: 28)

Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu sarana mengingat Allah, karena dia nya sendiri memiliki beberapa pengertian yang di antaranya;

1.  Sebagai Kalamullah sebagaimana yang di Firman kan Allah Swt;

“Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An Najm: 4)

2.  Sebagai mukjizat, pembuktian bahwa Al-Qur’an hanyalah Perkataan Allah Swt.

“Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?” (QS. Huud: 14)

“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Al Baqarah: 23)

Di antara lembar demi lembar Al Quran ada ilmu yang nyata berhembus ke dalam dada-dada siapa saja yang membacanya, ada hikmah pelajaran yang tersalur dalam benak siapa saja yang menelaah nya, ada pahala yang besar bagi siapa saja yang mengamalkan dan kembali mengajarkan nya pada selainnya.

“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zhalim.” (QS. Al ‘Ankabuut: 49)

“Allah menganugerahkan al hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS. Al Baqarah: 269)

“Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Quran itu kepada orang-orang yang bertaqwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.” (QS. Maryam: 97)

Di antara lembar demi lembar Al Qur’an yang dibaca, akan ada penyelematan Allah kepada sang pembaca. Penyelamatan itu bisa berupa perlindungan dari orang-orang kafir, penunjukan pada jalan yang benar dan keselamatan, penyembuh atas segala penyakit kekotoran hati, juga kabar gembira bagi mereka yang berserah diri pada Allah.

“Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,”                          (QS. Al Israa’: 45)

“Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (QS. Al Maa’idah: 16)

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)

“(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. An Nahl: 89)

Di antara lembar demi lembar Al Qur’an yang dibaca, ada ajakan dan peringatan Allah untuk manusia. Ada pengabaran kasih sayang Allah yang salah satunya adalah anjuran membaca yang mudah dari Al Qur’an, karena Allah Maha Mengetahui kelemahan manusia.

“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Muzzammil: 20)

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al ‘Ankabuut: 45)

Di antara lembar demi lembar Al Qur’an ternyata banyak sekali keutamaan dan keberkahan, tapi masih saja manusia kini condong pada pembangkangan dan kezhaliman karena mereka melupakan Al Qur’an.

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zhalim selain kerugian.” (QS. Al Israa’: 82)

Semoga akan semakin banyak manusia yang diberi hidayah oleh Allah untuk segera membaca, menelaah, mengamalkan serta kembali mengajarkan kandungan-kandungan Al Qur’an kepada sesamanya. Agar nilai-nilai rabbani sepenuhnya dapat membumi di negeri pertiwi, Indonesia ini.

“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Baqarah: 129)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 8,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Muhammad Khalabi
Seorang hamba Allah yg selalu ingin memperbaharui diri menjadi lebih baik serta lebih berarti bagi hidup dan kehidupan.

Lihat Juga

Ada Apa dengan Surat Al-Maidah?