Home / Berita / Daerah / Spanduk Tolak Sodetan Cisadane Bertebaran, Jokowi: Wartawan yang ‘Manas-manasin’ Warga Tangerang

Spanduk Tolak Sodetan Cisadane Bertebaran, Jokowi: Wartawan yang ‘Manas-manasin’ Warga Tangerang

Salah satu spanduk penolakan sodetan kali cisadane (foto: detik.com)
Salah satu spanduk penolakan sodetan kali cisadane (foto: detik.com)

dakwatuna.com – Tangerang.  Sejumlah spanduk berisikan penolakan sodetan Kali Cisadane bertebaran di berbagai titik di Kota Tangerang. Spanduk terbanyak berada di kawasan Bendungan Pasar Baru-Cisadane atau Pintu Air 10, Kota Tangerang, Sabtu (25/1).

Spanduk berbagai ukuran terlihat di beberapa jalan di sepanjang Kota Tangerang. Spanduk ada yang dipasang di pagar pembatas taman maupun pagar rangka jembatan. Spanduk mulai berukuran dua meter hingga lima meter mewarnai kawasan kota tersebut.

‘Masyarakat Tangerang Menolak Keras Sodetan Kali Cisadane. Masalah Banjir Jangan Dipindahkan Ke Wilayah Kami’ begitulah isi spanduk yang terpampang di kawasan Pasar Baru, Jalan KS Tubun Kota Tangerang.

Adapula spanduk lainnya terlihat di Jembatan Satria yang membentang pada rangka jembatan tersebut. ‘Kami Menolak Sodetan Kali Cisadane. Banjir Bukan untuk Dibagi’ begitulah isi spanduk berwarna putih dengan tulisan merah.

Spanduk lainnya terlihat di pertigaan Jalan Merdeka dan Jalan Otto Iskandar Dinata. ‘Warga Pasar Baru Tolak Sodetan Kali Cisadane, Jangan Tambah Penderitaan Kami’. Begitulah isi spanduk berwarna jingga tersebut. Sedangkan spanduk penolakan juga terlihat di Jembatan Merdeka berisikan hal yang sama.

‘Tolak Sodetan Kali Cisadane Jangan Tambah Penderitaan Kami’ isi spanduk berwarna hijau dan putih tersebut. Masih banyak spanduk – spanduk lainnya terpajang di berbagai titik. Adapun titik terbanyak pada kawasan Pintu Air 10 yang menghiasi di sepanjang pinggir Cisadane.

“Kalau bukan kamu-kamu (wartawan) yang manas-manasin, mana mungkin spanduk bisa sebanyak itu,” kata Jokowi saat berkunjung ke Pintu Air 10. Kedatangan Jokowi ke kawasan tersebut disambut dengan teriakan warga ‘Tolak Sodetan!’, ‘Tolak Sodetan!’, ‘Tolak Sodetan!’.  (rol/sbb/dakwatuna)

 

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • N~chep’s

    ini salah satu efek negatif otonomi, jdnya masing2 kepala daerah bertahan dan saling bertentangan tdk ada lagi persatuan

  • Erik Eri

    Benar juga. Kalau sodetan kali ciliung dgn cisadane berarti air di ciliung dan cisadane terhubung. Jakarta banjir parah karna membludak nya air di kali ciliung. Jadi banjir bisa di alih kan kecisadane cukuplah orang tanggrang kebagian banjir jakarta aman. O begi solusi nya jokowow sungguh licik otak mu. Dasar partai WONG LICIK.

Lihat Juga

(Video) Seorang Anggota Parlemen Australia: Kita Dalam Bahaya Dibanjiri Muslim