Home / Berita / Daerah / Aksi Heroik Drajat Selamatkan Nyawa Korban Banjir

Aksi Heroik Drajat Selamatkan Nyawa Korban Banjir

Aksi Heroik Drajat akhirnya mampu menyelamatkan Resti dan Ibunya dari terjangan banjir. (Foto: andan)
Aksi Heroik Drajat akhirnya mampu menyelamatkan Resti dan Ibunya dari terjangan banjir. (Foto: andan)

dakwatuna.com – Jakarta.  Jam 10:00 pagi hari sabtu 18 januari 2014 Drajat mendapat panggilan tugas untuk berjaga di sekitar komplek dosen IKIP bersama ketua Ranting PKS Jati Kramat Abu Fiqo. Ia berjaga di atas jembatan, sementara  air masih menggenang rata seluruh perumahan tersebut. Daerah ini memang terkenal rawan banjir.

Sebenarnya tugas jaga dilakukan bergiliran siang malam. Perahu Karet sumbangan Ranting PKS Jatikramat menjadi moda transportasi efektif untuk mengirim bantuan dan mengangkut korban banjir. Namun kali ini Drajat bersama Abu Fiqo mendapat jatah jaga pagi hari.

Jalanan di depan komplek IKIP rata terendam air. Arusnya memang tidak terlalu deras sehingga masih dapat dilalui orang. Hanya saja areal perumahan terendam cukup parah, sekitar 2 meteran air menelan rumah – rumah beserta segenap isinya.

Seorang ibu nampak melangkah menuntun anaknya yang masih duduk di kelas 5 SD. Karena kondisi banjir, ia jemput sendiri Resti putrinya untuk pulang. Dengan bergandengan tangan mereka menyusuri ruko yang terendam air.

Sampai di ujung ruko tiba–tiba  Resti terperosok ke dalam lubang. Entah lubang apa yang menganga, karena memang tak nampak dan tak terlihat. Dengan sigap si Ibu berusaha menangkap Resti, namun justru mereka berdua terperosok ke dalam got yang cukup dalam. Arus air bawah got nampaknya tidak bersahabat. Dalam hitungan detik keduanya meluncur deras masuk ke dalam sungai.

“ Masih nampak tangan menggapai  ke atas…tapi tidak lama kemudian hilang ditelan air” ujar Abu Fiqo kepada redaksi dakwatuna. “ ….. sudah tidak ada ….. ! “ teriak warga di sekitar tempat kejadian.  Gorong–gorong sepanjang 50 meteran telah menelan anak dan ibu penjual krupuk. Kegaduhan dan kepanikan mulai menghinggapi warga sekitar “ Tiba – tiba Drajat teman saya menitipkan dompet dan HP “..

Drajat mengambil inisiatif untuk menunggu di bibir sungai sisi kiri jembatan. Menantang arus deras sungai yang datang dari sisi kanan.

Tiba tiba dari bawah gorong-gorong kali sepanjang 50 meter muncullah sesosok ibu sedang memeluk anak nya. Tangan sigap Drajat yang telah terlatih di Kepanduan PKS berhasil menggapai mereka.

Awal nya ibu dan anak tersebut tak bisa di lepaskan karena tubuh mereka telah kaku . Namun lama kelamaan mereka bisa di pisahkan.

Resti si anak yang tercebur tersebut segera di aman kan warga. Sementara Drajat mengurus si ibu . Pada saat itu Drajat melihat mata, hidung, dan mulut Resitmengeluarkan busa . Segera saja Drajat berinisiatif membawa Resti ke UGD Rumah Sakit Masmitra .

“ ini harus segera di bawa ke UGD …. Karena harus segera mendapat perawatan medis … ! “ demikian teriak Drajat kepada warga yang sedang memberikan tindakan darurat kepada Resti . Berkat pertolongan cepat tersebut Resti anak pedagang kerupuk yang masih duduk di kelas 5 SD berhasil di selamatkan, dan akhirnya nyawa mereka berhasil di selamatkan.

Demikianlah sekelumit kisah heroik kader PKS seperti yang diceritakan Abu Fiqo kepada redaksi dakwatuna.

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (38 votes, average: 9,26 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • berkahsb

    Allahu Akbar…semoga kebaikannya membekas dan bernilai pahala di hari peng”hisab”an kelak…

Lihat Juga

Banjir darah di kota Dhaka Bangladesh akibat buruknya sistem drainase, pasca pemotongan hewan Qurban yang diiringi dengan hujan (14/9/2016). (indiatimes.com)

Beberapa Ruas Jalan di Bangladesh Banjir Darah

Organization