Home / Berita / Daerah / Hujan Kepedulian Korban Banjir

Hujan Kepedulian Korban Banjir

Ribuang pengungsi banjir Jakarta masih bertahan di Gedung Olah Raga di Jalan Otista (GOR Otista), Jakarta Timur, Selasa (21/01/2014). FOTO : FRINO BARIARCIANUR/kabarkampus.com)
Ribuang pengungsi banjir Jakarta masih bertahan di Gedung Olah Raga di Jalan Otista (GOR Otista), Jakarta Timur, Selasa (21/01/2014). FOTO : FRINO BARIARCIANUR/kabarkampus.com)

dakwatuna.com Jakarta.  Bencana banjir menyapa Ibukota dan sekitarnya. Ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah untuk mengungsi. Harta benda, sandang, papan dan pangan tak sempat diselamatkan. Hingga kini, para manula, anak-anak, remaja, dewasa bahkan bayi yang baru lahir terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian. Mereka dikepung banjir tinggi di ratusan titik bencana.

Makanan, pakaian, tempat bernaung, selimut, susu bagi balita, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya sangat mereka butuhkan. Jiwa-jiwa yang peduli pasti ingin berbagi. Hujan kepedulian, datang dari berbagai pihak.

Perusahaan ritel ternama Carrefour bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak masyarakat berkolaborasi membantu korban banjir dengan berbelanja Paket Bantuan Banjir (PBB) di Carrefour. Paket berisi kebutuhan dasar sehari-hari tersedia dalam tiga pilihan harga, Rp 200.000, Rp 100.000, dan Rp 50.000.

Vice President ACT Ibnu Khajar mengatakan, kolaborasi ini merupakan cara sinergis untuk memudahkan pelanggan dalam menyalurkan donasinya. ACT, kata dia, siap menyalurkan paket bantuan banjir (PBB) ini di wilayah yang terkena dampak banjir khususnya di Jabodetabek.

“Kolaborasi ini, juga menunjukkan bahwa Carrefour turut berkontribusi dalam fase emergency darurat banjir di Jabodetabek khususnya dan Indonesia pada umumnya, “ tegas Ibnu Khajar Vice President ACT.

Menurut Hendrik Andrianto, Head of External Communication and CSR Carrefour, pihaknya akan berkolaborasi dengan ACT untuk mengajak masyarakat peduli kepada korban banjir melalui gerai Care to Share di Carrefour.

“Bagi Anda yang ingin berdonasi tunai, dapat melalui gerai Care to Share di 35 cabang Carrefour di Jabodetabek,” kata Hendrik Andrianto, Head of External Communication and CSR Carrefour, di Carrefour Lebak Bulus.

Sebagai brand ambassador ACT, pemeran Husna dalam film ‘Ketika Cinta Bertasbih’, Meyda Sefira memberikan simulasi program pada pengunjung Carrefour dalam mekanisme PBB tersebut. Meyda mengatakan, program ini sangat berguna menolong korban banjir. Ia pun mengaku semakin jatuh cinta pada dunia kemanusiaan, kedermawanan dan kerelawanan setelah berkolaborasi dalam program ini.

”Ini bukan hanya hujan air, tapi saatnya hujan kepedulian. Bencana ini milik semua. Berapapun yang diberi, semoga bisa bermanfaat untuk mereka,”

Tak hanya Carrefour, PT KAO Indonesia dengan brand Laurier ikut menyalurkan bantuan dengan mendonasikan perahu karet (rescue boat) dan pembalut untuk korban banjir.

Marketing Vice President PT Kao Indonesia, Musa Chandra mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Laurier terhadap korban banjir, khususnya perempuan yang membutuhkan pembalut dan perlu untuk menjaga kebersihan dan perlu tetap merasa nyaman dan kering.

Laurier pun memilih ACT untuk menyalurkan bantuan karena lengkapnya posko-posko di masing-masing daerah. Sehingga, bantuan melalui ACT dipercaya dapat memudahkan evakuasi korban banjir Jakarta.

Serah terima bantuan yang dilakukan di Posko Banjir Nasional ACT di Ciputat ini diwakili oleh pihak Laurier, Anissa Ambar K.S dan diterima Andhika P Swasono, Manager Disaster Emergency and Relief Management (DERM) ACT.

“Terima kasih atas bantuan Laurier yang disalurkan melalui ACT. Kami berharap, bantuan ini sedikit banyak dapat membantu korban bencana banjir Jakarta, “ ujar Andhika. (act/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

(Video) Seorang Anggota Parlemen Australia: Kita Dalam Bahaya Dibanjiri Muslim