Home / Berita / Internasional / Australia / Festival Budaya Meriahkan Maulid Nabi di Australia

Festival Budaya Meriahkan Maulid Nabi di Australia

Festival ragam budaya di Glenroy, Australia untuk merayakan maulid hari Minggu (19/01/2014) (Foto: tribunnews.com)
Festival ragam budaya di Glenroy, Australia untuk merayakan maulid hari Minggu (19/01/2014) (Foto: tribunnews.com)

dakwatuna.com – Australia.  Hari lahir Nabi Muhammad, atau maulid, yang tahun ini jatuh pada tanggal 14 Januari, diperingati umat Islam di berbagai belahan dunia, tak terkecuali di Australia.

Di daerah Glenroy, yang terletak sekitar 13 kilometer dari kota Melbourne, diadakan festival ragam budaya untuk merayakan maulid hari Minggu (19/01/2014) lalu.

Festival yang berlangsung di dalam sebuah sekolah sejak jam 10 pagi hingga jam 10 malam tersebut terbilang meriah dan ceria.

Ratusan pengunjung tua-muda, baik yang mengenakan pakaian tertutup panjang maupun celana pendek dan kaus, menikmati makanan, berbincang-bincang, berbelanja baju, aksesoris dan juga perlengkapan kecantikan.

Ada juga berbagai wahana untuk anak-anak dan kios khusus mainan.

Beberapa saat sebelum matahari terbenam, para pengunjung menyimak khutbah tentang dibolehkannya merayakan acara maulid.

Salah satu pengunjung, bernama Anisha mengaku mendapat informasi tentang acara tersebut dari internet.

Ibu yang berasal dari Mindanao, Filipina, tersebut menyatakan senang bisa berkumpul dengan banyak umat Muslim lainnya dari pelbagai latar belakang. (tribunnews/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Bulan Ramadhan, Muslim Australia Beri Bantuan Fakir Miskin Indonesia dan Pengungsi Rohingya