Home / Berita / Internasional / Asia / Bagi Muslim Italia, Cara Indonesia Lebih Cocok Dari Pada Cara Arab

Bagi Muslim Italia, Cara Indonesia Lebih Cocok Dari Pada Cara Arab

Komunitas Muslim Italia - inet (Foto: cdn.ar.com)
Komunitas Muslim Italia – inet (Foto: cdn.ar.com)

dakwatuna.com – Madinah.  Komunitas muslim di Italia  mengagumi cara orang Indonesia dalam menyebarkan agama Islam.  Mereka ingin meniru apa yang dilakukan oleh orang Indonesia untuk mengenalkan Islam di Italia.

Wakil Ketua Italian Islamic Religious Community sekaligus Ketua Dewan ISESCO (Islamic Education, Scientific, and Culture Organization) Eropa Yahya Sergio Yahe  Pallavicini mengatakan, cara yang dilakukan oleh orang Indonesia sejak ratusan tahun lalu untuk menyebarkan Islam sangat menarik.

Dalam menyebarkan agama Islam, orang Indonesia menggunakan pendekatan budaya. “Ini membuktikan bahwa Islam adalah agama yang bijak, bisa melakukan pendekatan terhadap orang yang belum Islam melalui cara budaya lokal. Ini memberikan keuntungan pada orang yang belum memeluk Islam,” kata Yahya di sela acara Konferensi Islam Khusus Menteri  Kebudayaan yang diselenggarakan oleh ISESCO  di Madinah, Arab Saudi, Rabu (22/1).

Menurut Yahya, cara yang dilakukan oleh orang Indonesia dalam menyebarkan agama Islam berbeda dengan orang Arab.  Ia sudah bertahun-tahun mempelajari bagaimana penyebaran dan pengembangan agama Islam yang dilakukan oleh Indonesia dan Arab. “Arab bagus karena tempat lahirnya Islam.

Tapi tidak mudah jika cara-cara Arab diimplementasikan di Italia,” kata Yahya. Karena itu, ia menilai cara yang dilakukan oleh Indonesia dalam menyebarkan dan mengembangkan agama Islam lebih cocok dikembangkan di Italia. Karena, terkadang  orang non muslim di Italia tidak menyukai cara-cara yang dilakukan orang Arab dalam memperkenalkan agama Islam.

“Kami ingin meneruskan apa yang telah dilakukan oleh Indonesia ke Italia. Di mana, cara itu akan bisa membuka pikiran orang Italia terhadap Islam,” kata Yahya. Yahya menyatakan kekagumannya kepada penyebaran dan perkembangan agama Islam di Indonesia itu setelah mendengarkan pemaparan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia M Nuh.

Di mana, Nuh menceritakan bagaimana Sunan Kalijaga, salah satu dari Walisongo, yang menyebarkan agama Islam melalui pendekatan budaya. Nuh mengatakan,  kebudayaan memiliki tiga aspek. Yaitu, ekspresi (permukaan), substansi, dan nilai. Menurutnya, orang sering kali terjebak di ekspresi atau hanya kulit luarnya saja.

“Nah apa yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga itu, tidak  begitu menganggap penting kulit luarnya saja, tetapi yang paling penting adalah substansi dan nilai dari ajaran Islamnya,” kata Nuh yang memaparkan dalam bahasa Inggris.

Menurutnya, dengan cara seperti itu, perpindahan orang Indonesia di zaman dulu dari Hindu dan Budha ke Islam, melalui cara-cara perdamaian yaitu kebudayaan. Sehingga, tak ada dendam yang muncul dari orang Hindu dan Budha kepada umat Islam di Indonesia saat ini. Hal tersebut berbeda dengan penyebaran Islam di Cordoba, Spanyol.

Saat Islam masuk, seluruh kebudayaan lokal dihapus tradisinya. Yang tersisa hanya bangunan fisiknya saja. Sehingga, begitu Islam dikalahkan, maka sisa-sisa ajaran Islam pun diberangus habis. “Ibaratnya, kalau orang yang berkuasa melalui kudeta, nanti kalau jatuhnya juga dengan di kudeta,” kata Nuh.   (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (102 votes, average: 8,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Asyiah Doang

    tapi kalau mengikuti cara2 indonesia, maka nanti islamnya jadi ahlul bidah…
    ada tahlilal, ada banyak sholawatan… dan sebagainya..
    sementara dongeng sunan kalijaga itu saya tdk yakin ada, karena gak mungkin sunan bertapa sampai 40 thn…….tidak makan tdk minum, tdk sholat yang pastinya…
    seperti saya bilang itu cuma dongeng doang

    • Sandi

      @asyiahdoang: Anda lupa kalo anda juga orang Indonesia. Kalo tidak ada
      para sunan yang menyebarkan islam di indonesia, mungkin anda tidak akan
      pernah mengenal islam bahkan tidak beragama islam. anda bs jd seorang
      islam saat ini krn jasa para sunan, jd berpikir bijaklah dalam membuat
      komentar

      • Wila Salam

        Sandi, sy jg orang Indonesia, sy beragama Islam pertama kali memang DIKENALKAN oleh keluarga, tp bukan berarti sy beragama Islam karena keluarga, itu namanya TAKLID, bro…. maka kenalilah agama kamu. Manusia diberikan potensi akal untuk memikirkan, merenungkan, meneliti, dan mewujudkan keimanannya.
        Jadi mereka yg beragama Islam hanya karena nenek moyangnya beragama Islam itu namanya TAKLID, menelan mentah2 apa yg dikatakan nenek moyang, mereka itulah orang2 bodoh yg merusak agama Islam.

        • Hasan

          Ngaji nya jangan setengah setengah, NGERTI taklid kagak… orang orang kayak kamu yang sebenarnya merusak mana ajaran ISLAM…

          • SEM

            ITU MASALAH KHILAFIYAH JANGAN DI PERDEBATKAN TERUS KALAU BERKOMENTAR SERTAI DASARNYA YA… JANGAN ASAL NYEPLOS

          • Wila Salam

            TAQLID adalah mengambil jalan yg telah ditempuh oleh nenek moyangnya, tanpa meneliti dan menguji sejauh mana kebenarannya.

            Itu definisi TAQLID yg sy fahami, mdh2 an anda mengerti.

            Iman yg diserukan oleh Islam adalah Iman yg berpijak pd pemikiran yg mustaniir (cemerlang) dan meyakinkan — yg senantiasa mengamati (alam sekitarnya), berpikir dan berpikir.

            Melalui pengamatan dan perenungannya akan sampai kpd keyakinan tentang adanya Allah Yang Maha Kuasa.

        • Sandi

          Untuk masalah khilafiyah…dimana para ulama tiga generasi terdahulu tidak sepakat akan hal itu, sebaiknya kita menghormati satu pendapat dengan pendapat lainnya…tidak membid’ahkan/ mengkafirkan sesama muslim yang juga mengerjakan sholat. Saya rasa zaman sekarang tidak ada orang bahkan seorang ulama yang mempunyai kemampuan dalam menela’ah ilmu dibandingkan ulama terdahulu..sehingga para ulama tiga generasi terdahulu telah dijamin kemampuannya dalam memahami ilmu hukum islam… Apakah anda merasa punya kemampuan menela’ah ilmu melebihi mereka? JD SAYA HARAP UNTUK MASALAH KHILAFIYAH ANDA TIDAK MENGKAFIRKAN KELOMPOK YANG LAIN…SEDANGKAN PARA ULAMA TERDAHULU YANG TIDAK SEPAKAT TETAP SALING MENGHORMATI

          • Wila Salam

            Tolong tunjukkan kalimat MENGKAFIRKAN KELOMPOK LAIN itu. Sebab saya tidak merasa pernah nulis komentar bahwa saya MENKAFIRKAN KELOMPOK LAIN.

          • Wila Salam

            Mengenai komentar anda tentang KHILAFIYAH, sebenarnya tdk ada kaitannya dg thema yg kita bahas.

            Lagi pula menurut anda, apa itu definisi KHILAFIYAH??

        • laura doremi

          org yang merusak islam itu adalah orang yang tidak mengerti islam tapi merasa paling benar dalam memahami islam. hanya belajar dari buku dan internet lalu dgn lancang menyalahkan ulama yang sanad keilmuannya jelas nyambung ke rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

          • Wila Salam

            komentar anda betul sekali, jangan hanya belajar dr buku, internet, dan mendengar tausiah dr ustadz2 melulu, tp gali juga hadits2 shahih (yg mutawattir, dan hasan), tafsir al-Qur’an, dll…..dan sy pikir anda adalah orang yg cerdas dan Insya Allah orang2 yg bersungguh2 dalam mencari ‘ilmu untuk di amalkan, maka Allah akan menunjukkan jalan dan kemudahan. Aamiin.

    • Hanief Knights

      ane setuju sama pndapat anti, tapi kurang setuju sama perkataannya.. mnurut saya dongeng2 dan anggapan2 sperti itu muncul dari rakyatnya yg masih belum faham, .. ada baiknya jika mau melakukan dengan cara budaya.. finishing nya dengan membalikan proses tersebut untuk menerima ajaran walaupun tidak dengan budaya.. sehingga mungkin tidak bercampur dengan budaya.. jadi kalo mnurut saya masyarakat zaman dahulu baru setengah2 belajarnya

      • joesoef

        edan euy, gampang membid’ahkan orang lain tetapi kalo ditanya apa dalil atau dasar yang menjadikan hal tersebut termaksud bid’ah dholalah mereka pada diem… hadeuh

    • Alfian

      Saya sangat tidak setuju dengan cara Anda berkomentar | Memang benar banyak yang harus dibenahi dari segi akidah, tauhid, fiqih, dan berbagai dasar keilmuan dalam islam lainnya | Namun, Jika Anda menelisik pada shirah nabawiyah pelarangan meminum Khamr, Allaah SWT melarang secara bertahap, bukan? | Mungkin seperti itu pula yang dipikirkan para pembawa islam ke Indonesia | Perlahan, dengan cara damai, cinta, dan budaya terdahulu serta PERCAYA bahwa generasi berikutnya akan memperbaikinya dengan perlahan menuju islam yang benar dan kaffah | Lebih baik kita bersyukur, berprasangka baik, karena Islam sangat membumi di Indonesia | Kita juga harus lebih lebih lebih banyak belajar, berpikir, dan bekerja lebih keras agar bisa memberikan manfaat karya nyata untuk kemajuan mendakwahkan islam yang benar, penuh kedamaian, cerdas, dan berdaya….. Jazakumullah..

      • Hasan

        Biarin aja BOS… si aisyah baru NGAJI … jadi SOK TAU..

        SUNNAH itu ,menurut Rasulullah bukan menurut Golongan Karbitan,

    • ahmad zaky

      anda seharusnya lebih arif dan bijak dalam memberikan pernyataan. dengan cara anda seperti ini yang terjadi nanti adalah perpecahan ummat ISLAM. dan yang senang adalah mereka yang berada di luar sana. ajaklah berdiskusi pimpinan kelompok yang anda bilang ahlul bid’ah itu. jangan berdiskusi dengan para pengikutnya karena pengikutnya mungkin ilmunya belum mumpuni dibandingkan dengan anda. untuk sementara ini mari berkhusnudzon aja….

      • Wila Salam

        Terkadang orang juga yg udah di beri ilmu, di ajak pada kebenaran, kembali pada Qur’an Sunnah itu bebal, mereka tetap memegang teguh ajaran & tatacara beribadah dari nenek moyang yg tidak selalu BENAR, jadi ada baiknya bicara blak-blakan. Yang benar harus dikatakan benar, yg salah ya disalahkan.

        • Hasan

          Hahaha PEDE amet ngajak pada kebenaran,,, sama aja donk Takid Buta sama kamu…
          Sunnah itu menurut Rasul… bukan menurut Nafsu golongan kamu… ISLAM karbitan.

          • Wila Salam

            Saya tidak mengajak Anda untuk percaya dan ikut pada KEBENARAN yg saya fahami.

            Fahamilah KEBENARAN itu berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. Sedangkan tatacara beribadah itu, ambillah dari Hadits Rasul yg Shahih,

        • ahmad zaky

          kalo menurut mereka ilmunya benar ya pasti akan mempertahankannya, iya kan. Seperti juga anda yang mempunyai ilmu yang anda anggap benar, anda pasti juga akan mempertahankannya. atau bukan karena bebal, tapi mungkin aja cara anda yang kurang pas sehingga mereka tidak mau ikut ajaran yang menurut anda benar. Anda mengeluarkan kata “BEBAL” ini pun pasti dah menyinggung perasaan orang dan pasti dah jadi tembok penghalang untuk anda berdakwah. Orang pintar mengatasi masalah bukan menambah masalah. Kalo berdakwah harus tau karakter yang diberi dakwah. Coba anda pikir, bagaimana jadinya kalo dulu para pendakwah di indonesia cara berdakwahnya secara frontal……

          • zhar

            benar :) terus semangat yah..

          • Wila Salam

            Ya, komentar saya dengan kata2 BEBAL itu salah, mohon ma’af kepada mereka yg terluka dengan komentar saya.
            Jazakalallohu…

    • Ahmad Maulana Baehaqi

      wah sepertinya ilmu dan pengetahuan saudara kurang.. belajar lagi ya..
      jgn membuat statement seperti itulah, bisa jadi fitnah loh :D hati2..
      apa salahnya orang tahlilan? tahlilan adalah orang yang umumnya dilakukan oleh org Nahdiyin yang bertujuan mendo’akan orang yang meninggal, supaya si fulan mendapatkan tambahan pahala yang berupa pengampunan dosa dr Allah dll.. untuk masalah sholawatan ? itu bentuk puji syukur umat muslim pada Allah yang telah mengutus Nabi muhammad sebagai pembuka jalan dr kegelapan menuju terang benderang yakni Dinul islam.
      untuk sunan kalijaga? dia adalah raden syarif hidayatullah dimana dia adalah penganut kejawen sebelum masuk islam. Di ajaran kejawen tidak makan dan minum itu adalah termasuk puasa kalau dalam syariat, yang merupakan sebagai upaya atau tirakat mendekatkan diri kepada Allah dengan seperti itu. Apakah anda tau apa apa arti puasa itu? tentunya bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga harus menahan hal yang berhubungan dengan nafsu, ke lima panca indra harus dijaga dan di tahan/ kendalikan biar tidak berbuat hal yang dilarangNYA.
      untuk bertapa? bertapa juga bertujuan mendekatkan diri kpd Tuhan YME, dan biasanya yang dilakukan adalah dengan membaca ayat2 suci al-qur’an, asmaul husna, dzikir, wirid, dan membaca istigfar.
      tidak sholat?? sok tau deh..
      ibadah itu urusan hati(qolbu fu’ad) dengan YME, gak harus fisik. *biasanya dilakukan oleh orang yang tingkatan ilmunya makrifat..

      Dengan tirakatnya sunan kalijaga, Allah menganugerahkan kemuliaan/ karomah kepadanya.

      kata gus dur “ojo mung ngaji syariat blaka, tur pinter dongeng lan moco nembe mburine bakal sangsoro ” ( jgn hnya mengaji syariat saja, karna akn pinter dongeng dan membaca nanti blakangnya akan susah)

      Wassalam

      • Wila Salam

        TAHLILAN emang tidak berdasarkan Sunnah Nabi alias BID’AH, apanya yg salah dr komentar Aisyiah?? Apakah kamu punya dalil kuat bahwa TAHLILAN itu bukan BID’AH???

        • Hasan

          Jurus Andalan… DALIL nya mana? BRENGSEK nih Golongan karbitan..

          • ahmad zaky

            sabar mas brow….. jangan kasar di balas kasar…entar sama aja nu jadinya, ok

        • ahsan

          bukanya anda internetan, pake hp, naik kendaraan bermotor juga bid’ah??? jaman nabi gak ada internet, gak ada hp, gak ada kendaraan bermotor??? kalo anda gak pingin melakukan bid’ah hiduplah di tengah padang pasir bercanda dengan onta. kalo belajar agama tu yang komplit, jangan setengah2

        • ahmad zaky

          Yang bijak gitu low koment nya ……….
          kalo langsung potong gitu malah ga pada simpati….
          coba jelaskan salahnya dimana TAHLILAN itu kepada mereka……
          jangan cuma POKOKNYA BID’AH…….
          Kalo cuma pokoknya ya gitulah yang terjadi, mereka pada ga simpati pada anda. Kalo anda mampu menjelaskan dengan benar dan emang benar, mungkin mereka ikut ajaran yang anda anggap benar itu

      • wahyu andriyo

        mantap mas Ahmad Maulana…..sip

      • wahyu andriyo

        mantap mas Ahmad Maulana…..sip

    • Ummu Adhwa’

      Hati-hati bila berkomentar tentang sesuatu yang anda tidak ketahui hal sebenarnya dan jangan juga mudah menjudge sesama muslim ini itu seolah-olah anda paling benar. Mengapa juga selalu mengkritik sesama muslim, pikirkan dan kritiklah mereka yang melecehkan islam yang menghina islam. orang bijak tak mudah menyalahkan orang lain. Pelajari sejarah dan berkata bijaklah. Teko hanya mengeluarkan isi teko itu sendiri. Perkataan anda mencerminkan pribadi anda sendiri.

    • aziz

      ASYIAH ,,,dasar islam faham wahabi,,,pikirannya pendek,,,ga ngerti bid’ah,,bilang bid ah,,,dan wahabi tidak meyakini ada nya para waliullah,,,emang islam kamu siapa yang bawa sehingga tersebar ke indonesia,,,itu adalah karomah para wali dan perjuangan nya,,,,berarti islam kau bid’ah dong,,,,wahabi pendek ilmu nya,,,,,

    • heru

      Saya kira anda harus melengkapi sunah rasul full. Pakaian Yang Digunakan Kanjeng Nabi Hanya 3 (yang dipake, yang dicuci dan yang dikeringkan). Rumah ukuran 4x4m. Pergi Haji Naik Unta. Kanjeng Nabi Tidak Sekolah TK. Tidak Maen Badminton, Sepakbola. Tidak Punya Akun FB, Twitter. Tidak Naik Motor/Mobil. Mungkin yang lain bisa beri tambahan. Suwun

    • heru

      Saya kira anda harus lebih bijak dalam menjalankan sunah rasul. Jadi anda harus total menjalankan sunah rasul. Pakaian kanjeng Nabi hanya 3 (yang dipake, yang dicuci, yang dikeringkan), itupun sederhana sekali. Kalau bagus banget, berarti mengikuti abu jahal. Pergi Haji Naik Unta. Ukuran rumah 4x4m. Tidak Sekolah TK. Tidak Internetan, jadi tidak punya akun fb, twitter, gmail. Tidak maen bulutangkis, sepakbola, futsal. Tidak punya motor/mobil. Mungkin yang lain bisa kasih saran tambahan. Suwun

    • wirabil

      Islam tidak berpikiran sempit kaya saudari segala sesuatu dinilai Bid’ah, coba saudari renungkan mamfaatnya, kenapa ada tahlilal : kami mengerjakan tahlillan untuk menghibur Saibul Musibah dengan Lantunan Ayat” al-Qur’an apa itu salah, kami membacakan Sholawat untuk mengagungkan Nabiyullah Muhammad SAW, yang saya bingung kalo Sholawat Bid’ah berarti setiap Sholat saudari tidak baca sholawat di tahiat Awal dan Akhir sedangkan itu salah satu syarat sholat
      Bid’ah itu segala sesuatu yang tidak ada di jaman Nabiyullah Muhammad SAW, kata Alhabib Dr. Moh. Riziq Syihab, Lc kalo gitu kita semua Bid’ah dong karena kita semua tidak ada dijaman Nabiyulloh Muhammad SAW

    • Hasan

      Sok TAU… kamu belum ngerti makna BIDAH yang di maksud Rasulullah

    • Udin

      Anda harus ingat, dengan cara seperti itu Allah telah menurunkan hidayahNYA kpd jutaan orang yg sebelumnya musyrik, tdk dengan su’udzon…islam hanya akan menjadi katak dalam tempurung

    • Agus Miftahillah

      Yang suka teriak sate sate
      sate biasanya tukang sate, yang suka
      teriak bakso bakso bakso biasanya tukang
      bakso, yang suka teriak siomay siomay
      siomay biasanya tukang siomay.. berarti
      yang suka teriak bid’ah bid’ah bid’ah
      adalah ???

    • mamase

      ente khawarij yaaa?

    • Guest

      memang cara arab yang bagaimana? sepertinya tidak disinggung sama sekali.

      Cara pendekatan budaya memang lebih cepat kala itu sesuai kondisi masyarakat. Nabi Ibrahim dengan memenggal kepala patung, Rosul dengan dakwah. Wali dengan wayang dan budaya. Sekarang lebih kompleks lagi dengan berbagai kemajuan iptek dan kemerosotan moral. Apalagi masyarakat sekarang sudah berfikir logis bukan mistis.

      Kalau sekarang mau menerapkan itu menurut saya tidak efektif lagi. Sekarang ada media yg kapanpun bisa memberi pengaruh ke seantero negeri, bahkan (maaf) bisa menghasut masyarakat. Isinya diplintir, porsinya dirubah, semakin tak jelas siapa yang benar. Masyarakat dituntut jeli dengan informasi. Mungkin cara yang efektif menurut saya adalah melalui keturunan, pengatur konten media, pendidikan.

      Cara yang paling efektif dari dulu sampai saat ini adalah lewat keturunan. disayangkan sekali ada program KB. Dunia ALLAH ini luas. Kalimantan, Papua masih lapang. Masih banyak yang bisa digarap, yang penting jangan buat kerusakan saja. hidup ini sederhana, eksploitasi alam untuk sekadar kebutuhan hidup, masyarakat yang berpendidikan, madani, itu cukup untuk kebahagiaan dunia. jangan tergoda dengan keserakahan.

    • Guest

      memang cara arab yang bagaimana? sepertinya tidak disinggung sama sekali.

      Cara pendekatan budaya memang lebih cepat kala itu sesuai kondisi masyarakat. Nabi Ibrahim dengan memenggal kepala patung, Rosul dengan dakwah. Wali dengan wayang dan budaya. Sekarang lebih kompleks lagi dengan berbagai kemajuan iptek dan kemerosotan moral. Apalagi masyarakat sekarang sudah berfikir logis bukan mistis.

      Kalau sekarang mau menerapkan itu menurut saya tidak efektif lagi. Sekarang ada media yg kapanpun bisa memberi pengaruh ke seantero negeri, bahkan (maaf) bisa menghasut masyarakat. Isinya diplintir, porsinya dirubah, semakin tak jelas siapa yang benar. Masyarakat dituntut jeli dengan informasi. Mungkin cara yang efektif menurut saya adalah melalui keturunan, pengatur konten media, pendidikan.

      Cara yang paling efektif dari dulu sampai saat ini adalah lewat keturunan. disayangkan sekali ada program KB. Dunia ALLAH ini luas. Kalimantan, Papua masih lapang. Masih banyak yang bisa digarap, yang penting jangan buat kerusakan saja. hidup ini sederhana, eksploitasi alam untuk sekadar kebutuhan hidup, masyarakat yang berpendidikan, madani, itu cukup untuk kebahagiaan dunia. jangan tergoda dengan keserakahan.

    • ahmad bayu utomo

      Antum tau tahlilan kaga nih..jgn asal blg bidah… belajar bro dr ulama2 sholeh dr guru2 yg paham.. jgn blg bidah.. trus ada lg yg bilang maulid bidah sapa tuh lagi…

  • Zainal Parapat

    Ada namanya kearifan lokal ini bentuknya universal ,dan Islam itu juga universal jika ini dapat di ketemukan INSALLAH no problem.

  • La Thaufan Wangsi

    Yupz…perlu diakui bahwa cara yang digunakan oleh walisongo dalam menyebarkan islam sangatlah efektif dan proses tersebut memakan waktu yang sangat lama. memang benar terjadi kesalah pahaman setelah ditinggalkan oleh walisongo tentang perbedaan pendapat dan itu wajar adanya dan bukan serta merta menyalahkan mereka yang telah mendahului justru tugas yang belum terselesaikan itu merupakan tanggup jawab dibebankan kepada seluruh umat muslim agar menyempurnakan

  • BramSonata

    Saya sedang memprediksikan, satu-satunya bangsa di dunia yg masih eksis dalam penyebaran agama Islam, barangkali hanya Indonesia. Syariat Islam di Indonesia masih (sangat) ditaati, walau disana sini ada juga yg membuat hal hal baru, yg sebenarnya tidak ada perintah dari Islam sendiri. Agama Islam di Indonesia senantiasa Dinamis, dimana ditempat lain diseberang sana hampir hampir sudah redup.
    Saya yakin kelak bangsa Indonesia akan memegang kendali kekalifahan Islam dunia, dimana saat ini dunia akan mengakiri aktifitasnya (kiamat), maksudnya, umat Islam diseluruh dunia entah diarab sendiri yg dulunya pusatnya Islam atau lainnya, AKAN HORMAT DAN TUNDUK kepada Umat Islam di Indonesia, yg kelak akan MURNI akidahIslamnya, tidak seperti sekarang, paling tidak sampai hari ini, yg belum 100% murni.

  • Rachma

    contahnya gmna ? infonya kurangdetail nih

    • Maximalimina

      Dalam perdebatan Masalah agama tidak ada pemenang mutlak, beda dengan tanding tinju, atau memecahkan persoalan matematika…. fir’aun saja mengatakan dalam hal agama ia yang benar. Hanya saja anda harus sadar.. kesombongan iblis saat ini beredar di dalam kepala para fir’aun-fir’aun baru yang membuat hukum larangan halal haram baru menurut nafsu golongannya sendiri….

  • Hamba Allah

    “Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya kekufuran.” (HR Bukhari Muslim)

    “Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri (mencela sesama muslim) dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Hujarat [49]: 11)

    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik (QS an-Nahl [16]: 125)

  • November Rainz

    astagfirullah . kenapa pada debat sih ? untuk postingan di atas kenap kita ambiil positive nya aja ? jika anda merasa benar mari benahi diri sendiri dulu ^_^ . karena kebenaran yang hakiki milik ALLAH .

  • masyruroch

    Kenapa kita pada seneng merasa paling bener , paling pinter bukannya kita diwajibkan belajar , tolong hentikan perdebatan dan saling gontok gontokan takutnya nanti kita dipermainkan oleh para misionaris dari agama lain sehingga kelihatannya ISLAM seneng akan kekerasan dan perdebatan yg menjurus permusuhan

  • masyruroch

    Setiap orang diuji oleh ALLAH SWT sendiri sendiri menurut kadar iman masing masing dan tidak harus sama tergantung kita lulus atau tidak melewati ujian tersebut , begitupun juga dengan kemampuan ilmu setiap orang berbeda beda tapi percayalah ALLAH SWT maha tahu akan kekurangan dan kelemahan kita. Jadi nilai kita dimata ALLAH SWT tidaklah sama dihadapanNYA, yg penting kita mengharap RidhoNYA perkara keputusan benar atau tidak dan diterima atau tidak kita pasrahkan kepadaNYA yg penting kita tetap berusaha mencari kebenaran dan kebaikan secara ISLAM dengan ajaran sepenuhnya tidak separo separo

  • ahmad

    apakah yg dimaksud cara arab itu caranya rasulullah solallahu alaihi wasallam? sungguh tidak ada yg lebih baik dari cara beliau dan orang yg mengikuti beliau..

  • mamase

    tinggal pilih saja cara mana yg lbh efektif… gitu aja kok repot………..

  • Eddy

    Assalamu’alaikum, Mohon maaf bila saya salah.
    wahai saudaraku alangkah indahnya kalau kita bersatu, mendiskusikan hal seperti ini dengan ketenangan hati. Mari kita sama sama memohon petunjuk kepada Allat Swt karena Allah Swt maha mengetahui apa yg kita tidak ketahui.

  • Eddy

    Assalamu’alaikum, Mohon maaf bila saya salah.
    wahai saudaraku alangkah indahnya kalau kita bersatu, mendiskusikan hal seperti ini dengan ketenangan hati. Mari kita sama sama memohon petunjuk kepada Allat Swt karena Allah Swt maha mengetahui apa yg kita tidak ketahui.

  • ardhan

    memang cara arab yang bagaimana? sepertinya tidak disinggung sama sekali.

    Cara pendekatan budaya memang lebih cepat kala itu sesuai kondisi masyarakat. Nabi Ibrahim dengan memenggal kepala patung, Rosul dengan dakwah. Wali dengan wayang dan budaya. Sekarang lebih kompleks lagi dengan berbagai kemajuan iptek dan kemerosotan moral. Apalagi masyarakat sekarang sudah berfikir logis bukan mistis.

    Kalau sekarang mau menerapkan itu menurut saya tidak efektif lagi. Sekarang ada media yg kapanpun bisa memberi pengaruh ke seantero negeri, bahkan (maaf) bisa menghasut masyarakat. Isinya diplintir, porsinya dirubah, semakin tak jelas siapa yang benar. Masyarakat dituntut jeli dengan informasi. Mungkin cara yang efektif menurut saya adalah melalui keturunan, pengatur konten media, pendidikan.

    Cara yang paling efektif dari dulu sampai saat ini adalah lewat keturunan. disayangkan sekali ada program KB. Dunia ALLAH ini luas. Kalimantan, Papua masih lapang. Masih banyak yang bisa digarap, yang penting jangan buat kerusakan saja. hidup ini sederhana, eksploitasi alam untuk sekadar kebutuhan hidup, masyarakat yang berpendidikan, madani, itu cukup untuk kebahagiaan dunia. jangan tergoda dengan keserakahan..

  • ardhan

    memang cara arab yang bagaimana? sepertinya tidak disinggung sama sekali.

    Cara pendekatan budaya memang lebih cepat kala itu sesuai kondisi masyarakat. Nabi Ibrahim dengan memenggal kepala patung, Rosul dengan dakwah. Wali dengan wayang dan budaya. Sekarang lebih kompleks lagi dengan berbagai kemajuan iptek dan kemerosotan moral. Apalagi masyarakat sekarang sudah berfikir logis bukan mistis.

    Kalau sekarang mau menerapkan itu menurut saya tidak efektif lagi. Sekarang ada media yg kapanpun bisa memberi pengaruh ke seantero negeri, bahkan (maaf) bisa menghasut masyarakat. Isinya diplintir, porsinya dirubah, semakin tak jelas siapa yang benar. Masyarakat dituntut jeli dengan informasi. Mungkin cara yang efektif menurut saya adalah melalui keturunan, pengatur konten media, pendidikan.

    Cara yang paling efektif dari dulu sampai saat ini adalah lewat keturunan. disayangkan sekali ada program KB. Dunia ALLAH ini luas. Kalimantan, Papua masih lapang. Masih banyak yang bisa digarap, yang penting jangan buat kerusakan saja. hidup ini sederhana, eksploitasi alam untuk sekadar kebutuhan hidup, masyarakat yang berpendidikan, madani, itu cukup untuk kebahagiaan dunia. jangan tergoda dengan keserakahan..

  • Abshan Shihab AbBedulloh

    ada keributan apa dsini,, ya kita bersyukur lah islam mulai menyebar, semoga semua mendapat hidayah

Lihat Juga

Ilustrasi. (Foto: lensaindonesia.com)

Islam di Indonesia, Jangan Ibarat Air Susu Dibalas Air Tuba