Home / Berita / Nasional / Kuota Haji 2014 Tetap Dipotong 20 Persen

Kuota Haji 2014 Tetap Dipotong 20 Persen

Calon Jamaah Haji Indonesia (inet)
Calon Jamaah Haji Indonesia (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Calon jamaah haji harus lebih bersabar lagi. Bisa dipastikan, waktu untuk menunggu berangkat ke Tanah Suci bakal lebih lama lagi.

Hal ini menyusul sikap pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang akan tetap memberlakukan kebijakan pemotongan kuota haji 2014 sebesar 20 persen, seperti 2013. Bukan hanya untuk Indonesia, pemotongan kuota haji itu juga diterapkan untuk negara-negara lain.

“Masalah kuota 2014 kemungkinan besar akan tetap dilakukan pemotongan 20 persen  untuk jamaah non-Saudi dan bahkan 50 persen untuk jamaah dari Saudi sendiri,” tutur Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu, dalam keterangannya, kemarin (22/1).

Dijelaskan, hal tersebut merupakan hasil pertemuan Menteri Agama Suryadharma Ali dengan Menteri Haji Arab Saudi Bandar bin Muhammad Hajjar di Jeddah, Selasa (21/1).

Menag, lanjut Anggito, dalam pertemuan itu meminta agar kuota haji Indonesia 2014 dikembalikan ke kuota dasar yakni 211 ribu jamaah dan tidak dipotong lagi dengan alasan lancarnya pelaksanaan ibadah thawaf dan sai tahun 2013.

Hanya saja, Menteri Haji Arab Saudi menjawab bahwa pemotongan kuota kemungkinan besar akan tetap dilakukan pada penyelenggaraan haji 2014.

Bahkan, lanjut Anggito, Menteri Haji Arab Saudi mengatakan bahwa kecil kemungkinannya untuk mengembalikan kuota haji Indonesia ke kuota dasar sampai selesainya rehabilitasi Masjidil Haram pada tahun 2016.

“Berdasarkan evaluasi pemerintah Kerajaan Arab Saudi tahun 2014, belum dimungkinkan pengembalian kuota tersebut,” kata Anggito menyampaikan hasil pertemuan yang juga dihadirinya.

Pada penyelenggaraan ibadah haji 2013, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan pemotongan 20 persen atas kuota dasar negara-negara pengirim jamaah haji, termasuk Indonesia.

Akibat kebijakan ini, kuota jamaah haji Indonesia berkurang lebih dari 40.000 jamaah. Antrian jamaah haji Indonesia pun menjadi semakin panjang. Kebijakan Kemenag untuk memprioritaskan jamaah haji lansia juga terpaksa ditunda.

Data Kemenag, dari tahun 2001 sampai 2013, calon pendaftar jamaah haji Indonesia mencapai 4.998.499 orang.  Jika dikurangi dengan yang sudah berangkat, sampai saat ini jumlah jamaah haji Indonesia yang masih menunggu antrian keberangkatan sebanyak 2,2 juta orang. (jpnn/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 2,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • ryuriefky

    Mestinya ada peraturan yg membatasi orang yg pergi haji hanya boleh 1 kali saja,kalau duitnya masih banyak dipersilahkan umroh sampai 9 kali,, kasihan orang yg belum pernah haji harus menunggu lama,,,

Lihat Juga

Rohingya

DPR Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas atas Insiden Kekerasan di Rohingya