Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Wahai Kawan Aku Mencintaimu Karena Allah

Wahai Kawan Aku Mencintaimu Karena Allah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

 

Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Luar biasa teman saya yang satu ini, beliau tidak hanya mampu memahami dengan baik apa arti sebuah cinta, namun mampu mengharmonikan sinyal ma’ruf dari kondisi apapun menjadi sebuah kesinergian kerja.

Ya benar… Cinta, cinta dengan segala keluhuran maknanya, ketulusan pengorbanannya, dan kesucian di antaranya.

Di saat orang-orang sibuk mengeluh karena sakit yang dideritanya, beliau mampu menghadirkan Al-Quran sebagai bacaan yang selalu menemaninya kala lemah di antara kebanyakan manusia yang banyak mengeluh karenanya, karena sakit itu, tetapi beliau ini unik.

Lalu saya pun juga tahu, di saat orang-orang mulai ringkih menahan rasa sakit yang menyapanya, di saat orang-orang mulai kecewa kepada kemarahan sakit yang menghujamnya bahkan hingga berteriak-teriak sebab kesakitan yang amat, “aduh… aduh… kenapa ini, gini banget. Aduh…”.

Lagi-lagi beliau menyambut dengan cara unik, tilawah, tilawah dan tilawah terus dilantukan saat sakit, membuat bingung para pasien lain di antaranya. (benar-benar ini orang, luar biasa…) ujarnya meskipun tidak terdengar bacaan tilawahnya (tilawah dengan suara yang rendah).

Saat berbincang masih saja berkesan teman saya ini, beliau mengatakan,
“Akh, Antum kalau sekarang megang uang 100rb, maka 10rb atau berapapun yang diinfaqkan itu akan berlipat, berlipat, berlipat ganda tak terkira, sedangkan sisanya pasti akan habis”. Iya, iya betul, ujarku dalam hati.

Terbesit dalam pikiran saya 3 rezeki hakiki.

  1. Apa saja yang kita kenakan.
  2. Apa saja yang kita makan/masukkan ke mulut.
  3. Apa saja yang kita dapat dan diinfaqkan atau lain sejenisnya.

Saat itu saya pun melihat sebuah perbedaan yang amat mencolok antara beliau dan kebanyakan pasien di antaranya. Wajahnya bersih seperti memancarkan kilau, subhanallah.

Luar biasa teman saya ini, ia datang dengan kesamaan sebab namun pandai bersikap, sepertinya ia paham betul bagaimana membaca dan menyambut sinyal-sinyal cinta itu datang.

“Jika teman saya saja seperti ini, bagaimana dengan Rasulullah… Luar biasa”.

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.” (Al munafiqun: 9-11)

Allahu wa Rosulu a’lam bisshawab… Semoga bermanfaat.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 9,89 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
founder and manage waralaba TAKOBAN TAKOYAKI, serta mahasiswa STIDA Al Manar.

Lihat Juga

Cinta Sebagai Energi Kemenangan