Home / Berita / Daerah / Pasca Banjir Bandang, Krisis Air Bersih Melanda Manado

Pasca Banjir Bandang, Krisis Air Bersih Melanda Manado

Tim Relawan ACT sedang menyiapkan dua tangki air dengan kapasitas 2000 liter di pengungsian. (Foto:act)
Tim Relawan ACT sedang menyiapkan dua tangki air dengan kapasitas 2000 liter di pengungsian. (Foto:act)

dakwatuna.com – Manado.  Sejak banjir bandang menerjang, Rabu (15/1), warga Kota Manado mengalami krisis air bersih. PDAM Kota Manado saat ini, tidak berfungsi akibat Banjir, sementara listrik pun masih padam.

Menurut  Koordinator Lapangan Tim Disaster Emergency and Relief Management-Aksi Cepat Tanggap (DERM ACT), di Kelurahan Ternate Tanjung, warga saat ini mengandalkan kebutuhan air bersih dari sebuah sumur kecil, itupun harus rela mengantri karena banyaknya warga yang hendak mengkonsumsi air dari sumur tersebut.

“Bahkan beberapa warga terpaksa harus mencuci pakaian dengan air sungai yang keruh kecoklatan karena memang tidak ada pilihan lain,”kata dia.

Menurut Muardi Rahmola Sekretaris BPBD Kota Manado, saat ini kantor dan instalasi PDAM Kota Manado tergenang lebih dari satu meter, hingga saat ini masih dalam perbaikan. Pemkot sudah mendatangkan tangki air bantuan dari PDAM Kota Bitung, namun hanya satu Armada.

“Melihat jangkauan dampak bencana yang sangat luas, bantuan tersebut sangat minim tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan korban banjir,” kata dia.

Untuk itu, kata dia, lembaga kemanusiaan ACT berusaha saling melengkapi dengan pihak-pihak terkait untuk secepat mungkin merespon bencana ini. Sesuai kebutuhan yang sangat mendesak di lapangan, dua tangki air dengan kapasitas 2000 liter ditempatkan di pengungsian. Satu tangki ditempatkan di gereja Kanaan Jalan Arie Lasut 194, Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Kota Manado dan satu tangki lainnya di Posko Pengungsian Masjid Nurul Huda Jalan Beringin 1 Ternate Baru Kecamatan Singkil Kota Manado.

“Puji Tuhan, ini sangat membantu Patorang,” ujar Pendeta Jatwiko Loke yang diamini oleh Jamaatnya yang hadir saat acara serah terima.

Rencananya ACT akan mensuplai kebutuhan air bersih di kedua tempat itu. Pengadaan airnya sendiri akan didatangkan langsung dari Kota Bitung Sekitar satu Jam perjalanan dari Kota Manado. Sampai saat ini, kerugian banjir Manado diperkirakan mencapai Rp 1,8 triliun. Sekitar 3.611 rumah rusak ringan, 1.966 rumah rusak sedang, 4.789 rumah rusak berat, 38 masjid rusak, 28 gereja, dan empat klenteng juga rusak. Adapun jumlah korban meninggal mencapai 19 orang. (act/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Kondisi di Jalur Gaza masih memburuk. (alresalah.ps)

Kondisi Kemanusiaan di Jalur Gaza Semakin Memburuk