Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Warna Kehidupan

Warna Kehidupan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

 

Ilustrasi. (Foto: blogspot.com)
Ilustrasi. (Foto: blogspot.com)

dakwatuna.com Kehidupan itu penuh warna, seperti warna pelangi yang memancarkan keindahan. Tetapi tidak semua warna menjadi indah, jika kita tidak bisa menikmati sisi keindahannya. Begitu juga dengan siklus kehidupan manusia yang tidak pernah lepas dari yang namanya masalah. Masalah merupakan salah satu warna yang selalu ada pada setiap kehidupan. Setiap manusia tentu menemukan titik jenuh ketika mereka merasakan bahwa hidup ini begitu sulit baginya. Banyak cara yang dilakukan oleh setiap orang dalam menangani setiap masalah yang dimilikinya. Sebagai makhluk Allah yang lemah dan tak berdaya, sering kali kita mengeluh menghadapi masalah dalam hidup ini. Tak jarang pula kita berputus asa dan mencoba untuk menyerah menghadapi takdir hidup ini. Padahal Allah tidak menyukai orang yang menyerah dan berputus asa dengan apa yang telah Ia tetapkan pada setiap makhluk-Nya. Jangan berputus asa dan gampang menyerah! Karena tidaklah seseorang berputus asa, kecuali orang-orang kafir. Sebagaimana Allah berfirman pada surah Al-Isra (83), “Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa”. Qs. Yusuf: 12 “….dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.

***

Setiap yang Allah ciptakan semuanya berpasangan, contohnya, ada pria dan wanita, ada pertanyaan dan jawaban, ada gula ada semut dan tentunya ada permasalahan beserta solusinya. Artinya, ketika kita ditimpa masalah yang diberikan oleh Allah, pasti ada solusi yang juga telah dipersiapkan oleh Allah. Semua tergantung kepada kita, bagaimana kita menyikapi hal seperti ini. Akankah kita berdiam diri, ataukah kita bersabar dan terus memohon pertolongan Allah agar diberi kemudahan dalam menghadapi masalah itu. Tentunya manusia memiliki pandangan yang berbeda ketika mereka dihadapkan pada keadaan seperti itu.

Jika kita berpikir, masalah adalah hal yang hanya membuat hidup kita menjadi sulit, maka secara tidak langsung, kita tidak mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita. Perlu ditekankan bahwa, kita jangan terlalu sering menatap bintang nun jauh di sana, yang memang tak mungkin dapat kita gapai. Tetapi, tataplah debu dan pasir yang selalu ada di bawah, mereka selalu mengikuti ke mana angin dan ombak akan membawa mereka. Artinya, ketika kita memiliki masalah, jangan sekali-kali berpikir bahwa masalah yang kita hadapi itu, sangatlah besar atau bahkan teramat besar, sehingga membutakan mata hati kita untuk mengakhirinya begitu saja. Tetapi ingatlah selalu, bahwa masalah yang kita hadapi tidak serumit yang kita pikirkan.

***

Lihatlah orang-orang yang memiliki fisik terbatas, mereka tak kenal lelah dalam mengarungi hidup ini, senyum dan keoptimisan mereka selalu mereka bangun untuk bertahan dari semua yang telah di takdirkan Allah untuk mereka. Mereka justru bersyukur dengan apa yang telah mereka punya. Teringat olehku, ketika itu ada seorang pria tunanetra, beliau merupakan salah satu pimpinan yayasan yang ada di Bandung. Ketika itu ada salah seorang sahabat bertanya, bagaimanakah Anda menjalani hari-hari Anda tanpa melihat, apakah Anda merasa bahwa Allah tidak berlaku adil kepada Anda. Beliau menjawab, Alhamdulillah, saya selalu mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada saya tanpa saya tahu sebelumnya, untuk apa saya diciptakan dengan keterbatasan fisik ini. Tetapi setelah saya dewasa, saya menyadari ada ketentuan atau takdir Allah yang tidak bisa saya rubah ataupun saya tolak. Saya sangat menikmatinya dan berkat keterbatasan fisik saya ini, saya berhasil membuat Al-Quran dalam tulisan braille.  Subhanallah, di kala orang lain sibuk mengeluh dengan masalah-masalah yang mereka hadapi, beliau justru menjadikan keterbatasan yang beliau miliki menjadi sebuah kelebihan yang patut kita apresiasi.

***

“Jika kamu berfikir kamu akan bahagia jika sudah tidak ada masalah, niscaya kamu tidak akan pernah merasakan bahagia” (Aumar)

“Orang sukses fokus pada solusi, bukan larut dalam masalah yang ada” (Rangga Umara)

Sahabat, setiap orang pasti selalu memiliki konflik dalam hidupnya. Tetapi, di setiap masalah banyak hikmah yang bisa kita petik dan pelajari. Melalui masalah, kita akan menjadi lebih dewasa dalam mengambil sikap dan memutuskan sesuatu. Jangan menjadikan masalah sebagai penghalang atau boomerang yang akan merusak kehidupan kita. Jadikanlah masalah, sebagai suri teladan, agar hidup kita menjadi lebih berwarna dan bermakna. Semoga, kita selalu menjadi orang-orang yang pandai mensyukuri dengan apa yang telah diberikan oleh Allah kepada kita. Aamin…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 7,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Afifa Izzatunisa
Mahasiswi Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Program Studi Pendidikan Dasar semester III. Lahir bulan Februari tahun 1990, Tembilahan, Riau.
  • cheepan

    MasyaAllah.. artikel yg menarik dan begitu memotivasi diri… jazakillah khoyron sudah berbagi semangat dalam tulisan ini.. :)

Lihat Juga

Ilustrasi (123rf.com / Tjui Tjioe)

Sumber Kehidupanku