Home / Berita / Nasional / JK Seru Pemda DKI: Masak Tiap Tahun Bantu Perahu Karet dan Sembako

JK Seru Pemda DKI: Masak Tiap Tahun Bantu Perahu Karet dan Sembako

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (Foto: kompas.com)
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (Foto: kompas.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menyebut harus ada solusi jangka panjang terkait banjir Jakarta. Sangat ganjil jika tiap tahun Jakarta hanya terus berkutat pada perahu karet dan sembako.

“Masak tiap tahun mau seperti ini terus kasih bantuan perahu karet dan sembako,” ujar Jusuf Kalla di kantor PMI Pusat, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (19/1/2014).

JK menyarankan kepada pemerintah DKI Jakarta agar semua selokan dan tepian sungai harus dibersihkan. Termasuk pembangun rumah susun.

“Tadi lihat saja saat ikut pantauan dengan helikopter. Terlihat semuanya atap rumah tidak ada daerah resapan,” ucapnya.

Mantan wapres 2004-2009 ini memberikan tips kepada pimpinan Jakarta. Caranya dengan memulai proyek pembangunan di musim penghujan.

“Dulu pembangunan BKT saya mulai musim hujan. Tidak ada yang tidak setuju. Jadi harus mulai sekarang,” terangnya.

“Seperti bandara dulu macet saat hujan. Sekarang kita buat jalan layang di tepinya mana ada macet kayak dulu. Macet biasa itu wajar tapi tidak kayak dulu sampai berhenti,” imbuhnya.

Sekali lagi meminta pemerintah DKI Jakarta harus memulai proyek pembersihan sungai, pembangunan rusun mulai dari sekarang.

“Makin lambat makin menderita masyarakat,” ujarnya.

Terkait rumah susun, JK menilai Jakarta perlu membangun 100 rumah susun. Dirinya memperkirakan pembangunan itu akan memakan biaya sekitar Rp 7 Triliun. “Dan kita butuh 1.000 taman,” tegas JK. (detik/sbb/dakwatuna)

 

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 7,79 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Yaya

    Surat Pelaut untuk SBYLetter for SBY From Indonesian Seafarers.
    Dear Mr. Susilo Bambang Yudhoyono,
    Salam 7 SAMUDERA dari kami Pelaut Indonesia yang telah mengarunginya,Kami memang komunitas yang jarang diperbincangkan, karena memang kami bukan artis.
    Pamor kami memang tidak setenar TKI yang bekerja ditimur tengah dengan berbagai masalahnya, tapi kami juga Pahlawan Devisa.
    Pak SBY, kami Pelaut Indonesia bukan maksud mencari sensasi, dan bukan pula kami ingin minta balasan atas sumbangsih kami memburu dolar untuk lumbung padi yg dinamakan devisa.
    Saat menuliskan surat ini hati kami sdg Galau, karena sampai saat ini Nahkoda dan Para Perwira Kapal yang bernama “Indonesia” masih belum juga meratifikasi Kado dari International Labor Organization dan International Maritime Organization yang dinamakan MLC 2006 (Maritime Labor Convention 2006) entah apa alasannya, padahal MLC 2006 sangat berarti bagi nasib dan masa depan kami.
    MLC 2006 adalah Payung Hukum Internasional bagi kami Pelaut Indonesia.
    MLC 2006 adalah Perlindungan dan Keamanan Bagi kami.
    Tolak ukur Mutu Kualitas Pelaut Indonesia dan MLC 2006 adalah Impian Kesejahteraan Keluarga Seluruh Pelaut Indonesia.
    Bukan cara kami turun kejalan demo untuk meminta kenaikan upah, kami tidak ingin menambah beban kemacetan warga Jakarta karena besarnya jumlah komunitas profesi kami dan standar upah kami sudah diatur oleh peraturan Internasional yang kami mohon untuk segera diratifikasi (MLC 2006).
    Pak SBY, inilah curahan hati kami Pelaut Indonesia yg memang awam dalam soal Trik dan Intrik Politik, kami hanya ingin diperhatikan seperti warga negara yang berprofesi lainnya.
    Semoga Tuhan yg Maha Kuasa bisa menggugah hati para penguasa dinegeri ini untu bisa menilik keberadaan kami dan memperhatikan nasib kami, Pelaut Indonesia.Salam Hormat dengan Penuh Harapan dari Pahlawan Devisa y yg terlupakan,
    “Pelaut Indonesia”.

  • Yaya

    Surat Pelaut untuk SBYLetter for SBY From Indonesian Seafarers.
    Dear Mr. Susilo Bambang Yudhoyono,
    Salam 7 SAMUDERA dari kami Pelaut Indonesia yang telah mengarunginya,Kami memang komunitas yang jarang diperbincangkan, karena memang kami bukan artis.
    Pamor kami memang tidak setenar TKI yang bekerja ditimur tengah dengan berbagai masalahnya, tapi kami juga Pahlawan Devisa.
    Pak SBY, kami Pelaut Indonesia bukan maksud mencari sensasi, dan bukan pula kami ingin minta balasan atas sumbangsih kami memburu dolar untuk lumbung padi yg dinamakan devisa.
    Saat menuliskan surat ini hati kami sdg Galau, karena sampai saat ini Nahkoda dan Para Perwira Kapal yang bernama “Indonesia” masih belum juga meratifikasi Kado dari International Labor Organization dan International Maritime Organization yang dinamakan MLC 2006 (Maritime Labor Convention 2006) entah apa alasannya, padahal MLC 2006 sangat berarti bagi nasib dan masa depan kami.
    MLC 2006 adalah Payung Hukum Internasional bagi kami Pelaut Indonesia.
    MLC 2006 adalah Perlindungan dan Keamanan Bagi kami.
    Tolak ukur Mutu Kualitas Pelaut Indonesia dan MLC 2006 adalah Impian Kesejahteraan Keluarga Seluruh Pelaut Indonesia.
    Bukan cara kami turun kejalan demo untuk meminta kenaikan upah, kami tidak ingin menambah beban kemacetan warga Jakarta karena besarnya jumlah komunitas profesi kami dan standar upah kami sudah diatur oleh peraturan Internasional yang kami mohon untuk segera diratifikasi (MLC 2006).
    Pak SBY, inilah curahan hati kami Pelaut Indonesia yg memang awam dalam soal Trik dan Intrik Politik, kami hanya ingin diperhatikan seperti warga negara yang berprofesi lainnya.
    Semoga Tuhan yg Maha Kuasa bisa menggugah hati para penguasa dinegeri ini untu bisa menilik keberadaan kami dan memperhatikan nasib kami, Pelaut Indonesia.Salam Hormat dengan Penuh Harapan dari Pahlawan Devisa y yg terlupakan,
    “Pelaut Indonesia”.

  • ada deh

    sarannya telat pak, jokowi ya sudah melakukan semua itu. tapi ya butuh waktu dan uang. belum lagi harus membendung air kiriman dari daerah atas seperti bogor. kalau solusi jangka panjang ya sudah mulai dilaksanakan sama jokowi, namanya juga jangka panjang, ya masih lama baru kelihatan hasilnya, sementara ya masih bantu perahu dan sembako.

  • BramSonata

    Fenomena banjir di negeri ini, misalnya, merupakan proses awal banjir bandang di masa kenabian Nuh as. Sehingga dengan mudah kita semua dapat memprediksikan apa yg akan terjadi dimasa yg akan dengan bebrbagai bencana yg menimpa manusia, dengan BERPEDOMAN pada Al Quran dan hadist.

    Upaya manusia memusnahkan/menghilangkan/menghalau/meniadakan : itu TIDAK MUNGKIN !, Bencana alam terus akan meningkat setiap saat(detik) eskalasinya, SETARA dengan kedurhakaan manusia kepada Tuhannya.

    Apa mereka mau mendengar/menerima ajakan untuk tidak menyekutukan Tuhan???????.

Lihat Juga

Wapres Jusuf Kalla dikabarkan menjalani operasi pemasangan ring jantung di RSCM, Rabu (9/9/15).  (lensaindonesia.com)

Masuk RSCM, Wapres JK Jalani Operasi Pasang Ring Jantung