Home / Berita / Daerah / ACT dan BI Bantu Korban Banjir di Jawa Tengah

ACT dan BI Bantu Korban Banjir di Jawa Tengah

Tim MRI ketika menyalurkan bantuan banjir di Jakrata . Kamis, 16/1 (Foto: act)
Tim MRI ketika menyalurkan bantuan banjir di Jakrata . Kamis, 16/1 (Foto: act)

dakwatuna.com Kebumen. Banjir melanda hampir merata ke seluruh wilayah Indonesia, antara lain Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,  Sumatera Barat, Lampung, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, dan wilayah lainnya terkena dampak banjir.  Di Jawa Tengah, banjir melanda Kota Semarang, Kebumen, Purworejo, dan beberapa daerah lainnya.

Tim Disaster Emergency and Relief Management (DERM) – ACT menyalurkan bantuan untuk korban banjir dari Bank Indonesia (BI) di beberapa titik-titik yang kena dampak banjir yaitu di Kebumen, Purworejo, Bojonegoro, Gresik, Biltar dan Banten.

Bertempat di Dusun Kebaturan RT 02/RW 01 Desa Sitiadi, Kec. Puring Kebumen, Kamis (16/1), tim DERM-ACT menyalurkan bantuan logistik dari BI berupa paket untuk keperluan rumah tangga. Bantuan dibagikan kepada warga yang menjadi korban banjir.

“Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di daerah ini telah menerima bantuan berupa paket sembako untuk keperluan rumah tangga dan juga makanan siap saji dan kue kering seperti roti, makanan bayi, biskuit, susu dan air mineral. Semoga bantuan tersebut bermanfaat, “ ujar Muhammad Rifai, Koordinator Lapangan Tim DERM-ACT di Kebumen.

Para korban banjir Kebumen kelihatan bergembira usai menerima bantuan paket pangan dari Bank Indonesia. Mereka menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia (BI) yang telah membantu mereka yang sejak terkena banjir beberapa hari lalu, warga kampung ini masih sangat sedikit menerima bantuan.

“Terima kasih kepada  ACT yang sudah memberikan bantuan dari Bank Indonesia untuk warga kami yang menjadi korban banjir,” ungkap Sakun,  Ketua RW 01, Desa Sitiadi, Kec. Puring Kebumen penuh syukur.

Warga berharap kepada pemerintah agar mau memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat sekitar yang menjadi korban banjir. Mengingat mereka hanya menjadi buruh penggarap sawah yang ada di sekitar kampung mereka. Tidak ada sawah yang mereka garap karena rusak akibat banjir. Berarti tidak ada pekerjaan bagi warga.

Usai menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kebumen, Tim DERM-ACT kemudian melanjutkan aksinya dalam program Emergency Response Banjir Nasional ini untuk mendistribusikan bantuan dari Bank Indonesia (BI) kepada korban banjir di Purworejo, terus ke Blitar, Bojonegoro dan Gresik, Jawa Timur.

Sementara itu, tak berbeda jauh dengan tim DERM ACT, para relawan ACT yang terhimpun dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) juga diterjunkan ke kancah bencana, merespons bencana, melakukan aksi membantu korban bencana.  Saat bencana banjir melanda Jabodetabek dan wilayah-wilayah lain di tanah air, para relawan sudah siap untuk meresponnya dan melakukan aksi.

Robi, anggota relawan MRI Jakarta misalnya.Kondisi hujan lebat dan jalanan macet tak jadi halangan bagi Robi untuk mendistribusikan bantuan makanan siap saji kepada korban banjir Jakarta. Ia bersama warga dan tim MRI blusukan antar makanan di beberapa posko pengungsi daerah Kampung Pulo, Halim, Jakarta Timur.

“Alhamdulillah, sore ini makan nasi goreng dari Dapur Menara 165. Terima kasih ACT telah mengirimkan nasi goreng,” ucap warga Kampung Pulo, Halim, Jakarta Timur kepada Robi.

Semua bantuan dari Dapur Menara 165 sudah terdistribusikan. Tim chef Dapur 165 siap untuk membuka Dapur Umum untuk membantu para korban bencana banjir Jakarta dan sekitarnya.

“Kami siap membuka dapur umum untuk para korban banjir bersama ACT, “ ujar Tendy, Food and Beverage (F&B) Director Menara 165.  (act/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Tim rescue PKPU melakukan aksi bersih-bersih di SDN 2 Kebonagung, Ahad (18/9/2016) (Muthori/Putri/PKPU)

Respon Cepat PKPU Tangani Banjir dan Longsor Pacitan