Home / Konsultasi / Konsultasi Arsitektur / Tanggul Banjir di Teras Rumah

Tanggul Banjir di Teras Rumah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.comBanjir di mana – mana. Saya sebagai warga Bekasi bingung juga hendak beraktivitas. Tadi pagi melalui pantauan TV daerah Ikip dan Jatibening bisa mencapai 2 meter. Kelapa Gading masih terendam air jalan utamanya. Harapan Indah Bekasi demikian juga.

Hingga di pagi buta selesai shalat bersama jamaah subuh keliling lingkungan untuk inspeksi banjir. Maklum, perumahan kami agak berada di bawah. Hingga siaga banjir menjadi kegiatan rutin pada musim penghujan ini.

Sebagai arsitek seringkali saya dimintai bantuan dan solusi praktis untuk mengantisipasi banjir yang ada. Untuk itu saya coba berbagi kepada netters dakwatuna sekalian mengenai tips sederhana dan murah meriah untuk mengatasi banjir.

Air pada umumnya masuk melalui depan rumah. Air tergenang di jalan yang makin lama makin tinggi atau bisa juga masuk dari gelombang air saat mobil atau motor melaju dengan kencang karena takut mogok.

Netters sekalian, mari kita perhatikan rumah cantik di bawah ini. Sebenarnya ini adalah rumah mertua yang berada tidak jauh dari rumah saya. Rumah second yang kami beli lalu direnovasi secara hemat. Bangunan awal memang rumah 2 lantai. Hingga renovasi hanya seputar tampilan muka dan perbaikan sedikit pola tata ruangnya.

Sepintas tak ada yang berbeda dari tampilan umum rumah ini. Hanya saja ia mengesankan rumah minimalis modern yang lagi tren saat ini. Bercampur dengan gaya tropis tradisional dengan atap konsol teras yang menjorok jauh. Paduan gaya minimalis kotak – kotak dengan selera ‘jadul’ yang tetap menawan.

tanggul 2

Jika kita perhatikan lebih detail maka ada hal yang berbeda pada tampilan teras muka rumah ini. Sebaris garis abu – abu muda melintang di depan teras muka rumah. Membatasi taman kecil dan teras mungil.

Tersamar melalui pagar hitam bergaris – garis. Tersembunyi di balik deretan pot tanaman yang segar. Untuk itu saya tampilkan foto detailnya berikut ini. Agar lebih jelas dan lebih mudah dipahami.

tanggul 3

Nah, sekarang fotonya lebih fokus mengarah pada topik pembahasan. Hingga netters sekalian paham dan mengerti apa yang saya maksud. Ia adalah tanggul di depan teras masuk ke rumah. Keadaan ini saya lakukan karena tidak mungkin mengangkat lantai dalam rumah lebih tinggi lagi. Karena sebenarnya sudah pernah di urug dan plafond dalam rumah sekarang sudah mepet. Hanya sekitar 2.30 meter.

Jadi saya harus menempuh jalan darurat yang murah meriah dan mudah dalam pengerjaannya. Air banjir yang naik saat hujan deras di tahan oleh tanggul sederhana tersebut.

Nampak pada foto di atas jalanan berada sekitar 50 hingga 60 cm di bawah teras. Namun jika hujan deras mengguyur ia bisa rata dan ombak airnya bisa menerjang hingga ke bibir tanggul teras. Untuk itulah jalan pintas ini harus saya tempuh.

tanggul 1

Agar tidak menyusahkan kita saat masuk ke dalam rumah maka di sudut teras dipasang undakan tangga kecil. Hingga orang tua dan anak – anak dapat dengan mudah masuk ke dalam rumah. Lalu tanggul diberi cat water proof hingga tidak rembes.

Solusi ini memang memiliki kekurangan. Seperti barang yang masuk dan keluar akan sulit. Lalu kita juga harus sangat berhati – hati saat masuk dan keluar agar tidak tersandung. Namun solusi ini cukup mujarab untuk mengatasi kondisi sesaat manakala banjir menerjang.

tanggul 4

Dimensi lebarnya juga lumayan. Sekitar 15 hingga 20 cm. Hingga bisa digunakan untuk duduk – duduk menikmati taman dan menegur sapa tetangga yang lewat. Dapat juga digunakan untuk meletakkan secangkir teh hangat dan piring makanan kecil.

Netters dakwatuna sekalian, Semoga solusi hemat ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah memberikan kesabaran bagi rekan – rekan kita yang tertimpa musibah banjir. Dan semoga Allah melindungi rumah kita dari hal – hal buruk yang tidak kita inginkan.

[email protected]

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 8,73 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Andan Nadriasta, ST
Lulusan Teknik Arsitektur angkatan 90 Univ. Pancasila. Bisa dihubungi di 0817-496-5742. Aktif menulis di media tahun 99. Sebagai pengisi rubrik griya di koran Republika. Sebelumnya sempat aktif di Tabloid Nova. Membantu pembuatan desain rumah tinggal yang di asuh oleh Ir. Nurhadi.Andan Nadriasta diambil dari bahasa sansekerta. Artinya adalah 'tangan yang berkarya'. Doa dari orang tua tersebut mengiringi segenap kegiatan dalam berkarya membuat disain rumah tinggal yang islami. Serta berdakwah di lingkungan sekitar hingga daerah yang dikunjungi.
  • Tinggi Terasnya berapa ya yg Idealnya? Jadi biar ga terlalu mengganggu aktifitas bolak-balik terasnya

  • emdi noviwijaya

    Pak Andan, saya sudah membuat tanggul di teras seperti yang anda contohkan di atas. Namun, ternyata air keluar dari sela-sela keramik lantai (nat). bagaimana solusinya? terima kasih

  • andan arsitek

    air rembes dari nat karena di nat ada pori2 nya, kerok nat tsb, pake bahan cor nat, atau nat yg di cor, ada di toko material, ketinggian anak tangga max 20 cm minimum 15 cm

  • andan arsitek

    nat bisa rembes karena berpori, kerok nat keramik nya, lalu gunakan bahan semacam cor nat yg solid , ata di toko material, tinggi anak tanga max 20 cm, minimum 15 cm

  • Arif Isnaeni

    Bagaimana dengan saluran air buang untuk dapur dan kamar mandi? agar air banjir tidak melewati saluran tersebut?

Lihat Juga

Tim rescue PKPU melakukan aksi bersih-bersih di SDN 2 Kebonagung, Ahad (18/9/2016) (Muthori/Putri/PKPU)

Respon Cepat PKPU Tangani Banjir dan Longsor Pacitan