Home / Berita / Surat Pembaca / Lanjutan “Surat Cinta untuk Darwis Tere Liye”

Lanjutan “Surat Cinta untuk Darwis Tere Liye”

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com Sebenarnya ini bukan lanjutan. Bukan melanjutkan surat cinta.

Saya hanya ingin menyampaikan perkembangan terbaru dari “surat cinta” tersebut. Sebagai orang yang sudah mempublish surat tersebut ke ruang publik, tentu saya harus bertanggung jawab untuk mempublish juga jika ada perkembangan barunya.

NB: Bagi Anda yang belum tahu soal surat cinta tersebut, silakan baca di sini.

Jadi pagi ini, saya iseng-iseng masuk ke fan page Darwis Tere Liye (DTL). Saya takjub ketika membaca sejumlah komentar buruk (bahkan ada yang isinya menghina) yang ternyata belum dihapus selam lebih dari 14 jam.

Berikut salah satu contohnya:

(Foto: Jonru Ginting)
(Foto: Jonru Ginting)

Maaf bukan bermaksud provokasi dst lewat gambar di atas. Cuma ingin menunjukkan bahwa komentar seluruh ini ternyata belum dihapus selama 14 jam, Secara pribadi, saya juga tidak suka jika ada orang yang berkomentar dengan cara seperti ini.

Saya berharap, ini bukan karena faktor lupa, belum sempat dan sebagainya. Saya akan sangat bahagia bila seseorang bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Bukankah sebagai muslim, kita harus seperti itu?

Pagi ini, saya sudah menceritakan perkembangan baru tersebut di fan page saya. Silakan dibaca di sini. Berikut salinannya:

Terlepas dari pro dan kontra seputar “Surat Cinta untuk Darwis Tere Liye” (DTL) yang saya tulis, pagi ini saya merasa sangat gembira karena sepertinya ada dampak positif dari surat saya tersebut.

Saya mengecek salah satu status DTL. Di situ saya menemukan sejumlah komentar negatif (bahkan tuduhan kasar) terhadap beliau. Dan ternyata belum dihapus juga setelah 8 jam berlalu.

Semoga ini bukan karena faktor lupa, belum sempat, dan sebagainya. Secara pribadi, saya tentu sangat bahagia jika mas DTL berubah menjadi muslim yang lebih baik, mulai terbuka terhadap kritik dan masukan dari pihak lain. Dan itulah yang membuat saya bahagia.

Soal caci maki, bully, tuduhan dst yang ditujukan kepada saya, khususnya dari para penggemar DTL, ya biarkan sajalah. Itu sudah resiko dari tindakan saya, dan sudah saya perkiraan sejak awal.

Saya hanya ingin berpesan kepada Anda (para penggemar DTL):

Mas DTL sering menulis status yang isinya, “Yang harus kita bela mati-matian itu hanya Islam, bukan yang lain.” Lha, kenapa sekarang Anda membela DTL mati-matian? Bukankah dengan melakukan hal tersebut, Anda telah melanggar nasihat DTL sendiri, orang yang Anda kagumi? Anda mencemooh orang-orang yang – menurut Anda – membela parpol mati-matian. Padahal Anda sendiri juga melakukan hal yang sama terhadap seorang tokoh.

Okay, kembali ke laptop:

Secara pribadi, jujur saya juga sempat menyesal karena telah menulis “surat cinta” tersebut di ruang publik. Untuk itu, saya akan meminta maaf secara khusus kepada mas DTL. Bahkan kemarin saya sudah memohon ampun kepada Allah jika ternyata yang saya lakukan ternyata keliru.

Namun terlepas dari apapun, sungguh perubahan yang terjadi di fan page DTL membuat saya sangat bahagia dan bersyukur. Karena memang itulah tujuan saya ketika menulis “surat cinta” tersebut.

Saya percaya, yang bisa membolak-balik hati manusia hanyalah Allah. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha. Karena itu, jika mas DTL memang sudah berubah, saya mengucapkan alhamdulillah. Bersyukur kepada Allah. Dialah yang yang menentukan semua perubahan dan kebaikan tersebut. Saya hanya wasilah.

Dan jika status ini masih juga dikomentar secara negatif, saya masih dibully dst, ya biarkan sajalah. Saya sudah hafal kok, tabiat para haters. Apapun yang kita lakukan, pasti dianggap salah. Hehehehe…

Saya juga sudah minta maaf langsung kepada DTL lewat email. Isinya:

Assalamu’alaikum,

Mas Darwis yang baik…

Secara pribadi saya memohon maaf jika tulisan saya di Kompasiana membuat Anda tak berkenan.

Niat saya adalah ingin saling menasihati sesama muslim. Memang kita berbeda dalam politik. Tapi bukankah kita masih sama-sama Islam, satu tauhid? Sesama muslim adalah bersaudara. Saya percaya Mas Darwis pun sangat paham hal itu.

Insya Allah, niat saya dalam menulis surat tersebut adalah demi kebaikan bersama. Sebab saya sudah sering banget membaca keluhan dari teman2 yang merasa tidak nyaman karena Mas Darwin terlalu gampang menghapus komentar dan memblokir orang2 di fan page Anda. Surat tersebut saya tulis untuk mewakili perasaan mereka.

Tapi mungkin cara saya yang keliru, sehingga barangkali Mas Darwis menjadi tak berkenan. Untuk itulah saya meminta maaf lewat email ini.

Dan pagi ini, saya membaca salah satu status di fan page Antum. Di sana saya menemukan sejumlah komentar negatif (bahkan tuduhan buruk terhadap Antum), yang belum dihapus juga selama 8 jam lebih. Semoga ini bukan karena faktor lupa, belum sempat dan sebagainya. Jika hal ini dikarenakan mas Darwis telah berubah, maka saya akan sangat bahagia dan bersyukur kepada Allah. Karena Allahlah yang membolak-balik hati manusia. Kita hanya perantara atau wasilah. Saya tidak merasa bangga atas perubahan mas Darwis tersebut, karena yang bisa merubah hati manusia hanyalah Allah.

NB Saya juga sudah menulis versi publik dari permintaan maaf ini di https://www.facebook.com/jonru.page/posts/10152122438829729

Demikian dari saya. Sekali lagi mohon maaf sebesar-besarnya. Salam sukses selalu untuk Anda!

Dan balasan beliau hadir beberapa menit kemudian. Isinya singkat namun sangat menyenangkan:

no problem, sama2 sy jg minta maaf.

(Foto: Jonru Ginting)
(Foto: Jonru Ginting)

Alhamdulillah, berarti masalah sudah selesai. Saya merasa sangat bersyukur. Namun bagaimanapun, yang membolak=balik hati manusia hanyalah Allah. Jika DTL setelah ini berubah menjadi lebih baik, atau apapun itu, tentu semuanya karena Allah semata. Saya hanya wasilah.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 7,86 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Jonru Ginting
Founder & CEO DapurBuku.com (layanan self publishing) | Founder SekolahMenulisOnline.com & PenulisLepas.com | Penulis buku "Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat" dan "Menerbitkan Buku Itu Gampang!" | Trainer kepenulisan di sejumlah kota | Penerima penghargaan Super Blog (juara tahunan) di ajang "Internet Sehat Blog Award 2009"
  • Hasan Hasan

    huehehehe… ini kasihan banget sama Jonrunya. dia yg ngamuk2 di tempat umum, dia pula yg minta maaf, dan hanya ditanggapi simpel: “no problem, sama2 sy juga minta maaf”,
    epic fail banget dah.
    kasihan…

    • Yass Ferguson

      Hater yg dibilang bang jonru nih…. DTL nih yee

      • Hasan Hasan

        waspadalah, pencitraan teriak pencitraan… hater teriak hater, wkwkwkwk. urusin tuh berita yg bilang ada caleg PKS membagikan biskuit gratis milik kemenkes, lantas ditaruh sticker bantuan PKS. dakwatuna sih pasti nggak mau masang link beritanya. dan seperti biasa, kalau PKS boleh menghapus/moderasi komen, tapi orang lain nggak boleh.

        • Yusuf Taufiq

          Wkwk mungkin sifat ini yang di maksud bang jonru, ya sudahlah biarin saja, mas fadil sma mas yass. Tak ush dianggap toh mau dia berkata apa pun ga bakal bikin kita rugi kok :)

          • Hasan Hasan

            huehehe… ente yakin? kalau geng PKS itu tdk pernah memblock? remove? ban? hehe… jangan ditanggapi tapi malah dikomen, huehehe… kacau banget orang2 ini. urus sajalah ketua partai kalian yg masuk penjara 16 tahun tuh, pastikan nggak ada uang haram masuk kas partai, bisa jadi daging ntar.

    • Fadzil

      @Bang Hasan: Sy malah iri sama Bang Jonru dan Bang DTL. Bs saling nasht-mnasehati. Jgn diliat dr sdikitny kata2, tp liat dr perubahnnya. Merubh kebiasaan lama itu sulit loh(curhat).

      • Hasan Hasan

        huehehe… ini semua tulisan klaim sepihak dari Jonru. seperti biasa simpatisan PKS selalu suka mengklaim sepihak semau2nya. orang lain mah, mikirin juga malas. cuma dibalas: no problem…

    • furqon

      intinya sih jelas: jonru cuma ingin caper, butuh perhatian, karena kalah populer. (sebenarnya sih dia ndak populer sama sekali).

  • Rini Deliana Chan

    Ngga ikutan ngeledek atw nyindir2 ah,, cuma baca Tя̲̅μs ambil plajarannya,,

  • febry

    Terlalu berlebihan dan lebay mas jonru ini. Padahal DTL biasa2 aja tuh

  • Hasan Hasan

    kalo kalian baca di kompasiana milik si jonru, ada beberapa yg bilang dia dulu di ban/remove sama jonru. huehehe… epic fail… ngoceh protes orang suka ban/remove, dia sendiri juga nge-ban/remove orang2. maling teriak maling.

  • Hasan Hasan

    kalo kalian baca di kompasiana milik si jonru, ada beberapa yg bilang dia dulu di ban/remove sama jonru. huehehe… epic fail… ngoceh protes orang suka ban/remove, dia sendiri juga nge-ban/remove orang2. maling teriak maling.

  • dhita selviana

    secara ga langsung kesannya bang jonru merasa “menang” udah bisa ngebuat bberapa komen di fp bang DTL ga dihapus.
    di bawah capture bang jonru sempat menulis “secara pribadi saya juga tidak suka jika ada orang yg berkomentar dgn cara sperti ini”
    lha anda sendiri aja ga suka, jadi wajar jika yg punya fp memblokir komentar yg potensi bikin rusuh di postingannya.
    tapi dr sekian panjang surat cinta yg ditulis hanya di jawab “no problem, sy juga minta maaf”.
    Kok jadi seperti anda yg bermasalah, sedangkan bang DTL biasa2 saja….

  • dhita selviana

    secara ga langsung kesannya bang jonru merasa “menang” udah bisa ngebuat bberapa komen di fp bang DTL ga dihapus.
    di bawah capture bang jonru sempat menulis “secara pribadi saya juga tidak suka jika ada orang yg berkomentar dgn cara sperti ini”
    lha anda sendiri aja ga suka, jadi wajar jika yg punya fp memblokir komentar yg potensi bikin rusuh di postingannya.
    tapi dr sekian panjang surat cinta yg ditulis hanya di jawab “no problem, sy juga minta maaf”.
    Kok jadi seperti anda yg bermasalah, sedangkan bang DTL biasa2 saja….

    • Hasan Hasan

      hehe, setuju!! tos!! penuh ketidak konsisten-an. itulah ciri orang2 yg bermasalah. dan utk menutupi masalah dirinya, salahkan orang lain.

    • Hasan Hasan

      hehe, setuju!! tos!! penuh ketidak konsisten-an. itulah ciri orang2 yg bermasalah. dan utk menutupi masalah dirinya, salahkan orang lain.

  • maydina zakiah s

    baru baca yang postingan ini…*jadi ditunggu #kolaborasi karya keduanya… ;D

Lihat Juga

Cinta Sebagai Energi Kemenangan