Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Sombong, Sifat yang Harus Dijauhi

Sombong, Sifat yang Harus Dijauhi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi - Sifat sombong (blogspot/muslimmulia)
Ilustrasi – Sifat sombong (blogspot/muslimmulia)

dakwatuna.com Dikisahkan bahwa ketika Iblis diperintahkan oleh Allah swt untuk bersujud pada Nabi Adam As, dia menolak perintah Allah tersebut. Karena kesombongannya itulah, Iblis kemudian diusir dari surga dan dicampakkan selama-lamanya di neraka. Kisah ini begitu kita kenal karena mengajarkan kita untuk tidak bersifat sombong. Bagaimana sebenarnya Islam memandang sifat sombong?

Al-Qur’an menerangkan tentang bahaya sifat sombong bagi manusia. Dalam surat An-nisa ayat 36 disebutkan “…….. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,”.  Dalam ayat lain Allah juga menerangkan kita akan perihal kesombongan “Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong. Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong’’ (Q.S. An-Nahl: 22-23).

Kesombongan akan berdampak negatif terhadap pribadi seseorang. Sifat sombong menyebabkan seseorang tidak mau bekerja keras karena menganggap semuanya sudah berjalan sesuai dengan keinginannya. Atau, dia mampu bekerja keras namun hasil pekerjaan dianggap sebagai jerih payahnya saja bukan berdasarkan pertolongan Allah. Orang sombong juga akan cenderung membangga-banggakan dirinya sendiri dan prestasi yang berhasil dicapai. Maka dapat dipastikan orang yang sombong sangat jauh dari sifat bersyukur.

Ketika kesombongan dianggap wajar oleh seseorang maka akan sangat berpengaruh terhadap kepribadiannya. Dia akan menganggap orang lain ada di bawahnya dan meremehkan kemampuan orang lain. Inilah beberapa penyakit yang ditimbulkan dari penyakit sombong.

Kisah seorang manusia yang paling sombong dan sangat dimurkai Allah adalah kisah tentang Fir’aun. Dikisahkan begitu sombongnya Fir’aun hingga menganggap dirinya sebagai Tuhan. Sebagai balasannya Allah menghukumnya dengan berbagai azab hingga ditenggelamkannya dia dalam Laut Merah. Sungguh kisah ini harus dapat menjadi ibrah untuk kita dalam menjalani kehidupan.

Bagaimanakah caranya menjauhi sifat sombong? Pertama, adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah Swt karena apa yang ada dalam diri kita dan alam semesta semuanya hanyalah milik Allah semata. Kedua, sering beristighfar karena dengan perbanyak istighfar kita akan mengetahui bahwa kita tidak ada apa-apanya dibanding Allah Swt. Ketiga, perbanyak bermuhasabah diri karena banyak dari kita yang masih melakukan kesombongan yang tidak kita sadari dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bermuhasabah, kita akan lebih mengenal diri kita dan lebih mengenal Allah Swt. Semoga Allah Swt selalu menjauhkan kita dari sifat sombong dan bahayanya serta menjadikan kita sebagai insan yang selalu mencintai Allah Swt. Wallahu’alam Bisshawab.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ahmad Najib Syarifudin
Mahasiswa semester 5 jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Jember. Aktif di UKM Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) FE UNEJ sebagai sekdep HRD.

Lihat Juga

“Maaf Bu, Kita Masih di Lift..”