Home / Berita / Opini / Melepas Doping Minimarket

Melepas Doping Minimarket

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

 

Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Kemunculan minimarket di seluruh penjuru daerah membuat peta perdagangan berubah. Masyarakat seolah-olah dimanjakan dengan kehadiran minimarket-minimarket tersebut. Hal itu terjadi lantaran minimarket mudah ditemui di kawasan padat penduduk baik di keramaian maupun sekitar perumahan penduduk. Walhasil, masyarakat lebih suka berbelanja di minimarket daripada di tempat lain seperti toko kelontong atau sejenisnya.

Dengan munculnya fenomena tersebut, terjadi perubahan dalam siklus perdagangan saat ini. Yang pertama adalah minimarket mengambil peran sebagai distributor dari produsen. Kedua, minimarket berperan sebagai pengecer kepada konsumen (ritel). Dan yang ketiga, minimarket menjadi penentu harga pasar karena penetapan harga langsung dari pihak minimarket tanpa adanya proses tawar-menawar harga.

Kondisi tersebut membuat minimarket mengambil semua peran dalam kegiatan perekonomian. Konsumen sendiri secara tidak sadar telah tergiring karena kemudahan dan kepuasan yang didapat dari minimarket. Konsumen terlena dengan strategi bisnis yang berhasil diterapkan oleh perusahaan-perusahaan minimarket tersebut.

Penulis menyebut hal ini sebagai doping minimarket. Artinya, masyarakat telah ke3canduan dengan berbelanja di minimarket. Masyarakat umumnya lebih bangga berbelanja di minimarket daripada di pasar-pasar tradisional atau toko-toko kelontong. Hal inilah yang menyebabkan omzet minimarket meningkat namun perlahan mematikan usaha-usaha kecil masyarakat.

Obat di tengah ketergantungan

Di tengah ketergantungan masyarakat tersebut, penulis prihatin dengan kondisi tersebut. Kondisi yang telah membuat ‘sakit’ sebagian masyarakat kita. Lintah-lintah kapitalis yang menjelma menjadi perusahaan-perusahaan ritel menyerap urat nadi masyarakat. Masyarakat semakin miskin dengan kondisi tersebut.

Mampukah kita melepas diri dari jeratan ketergantungan dengan minimarket? Jawabannya adalah mampu. Beberapa upaya yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Mengurangi jumlah belanja minimarket per hari
  2. Membuat daftar belanja sebelum ke minimarket dan berkomitmen hanya membeli barang tersebut
  3. Membeli barang-barang kebutuhan yang masih bisa di beli di toko kelontong
  4. Mengurangi kebiasaan untuk membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan saat di minimarket
  5. Meyakini bahwa dengan membeli di toko kelontong dan pasar tradisional, maka turut membantu perekonomian masyarakat kecil.

Wallahu’alam Bisshawab.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 7,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ahmad Najib Syarifudin
Mahasiswa semester 5 jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Jember. Aktif di UKM Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) FE UNEJ sebagai sekdep HRD.

Lihat Juga

Ilustrasi. (wallpapermania.eu)

Selepas Tahun Baru

Organization