Home / Berita / Daerah / PWNU: Pengerukan Pantai untuk Komersial Haram

PWNU: Pengerukan Pantai untuk Komersial Haram

Kerusakan pantai karena ulah tangan manusia (inet)
Kerusakan pantai karena ulah tangan manusia (inet)

dakwatuna.com – Semarang. Abrasi atau pengikisan pinggiran daratan oleh ombak bersifat merusak. Abrasi sendiri terjadi karena gejala alam dan ulah manusia yang melakukan pengerukan pantai dan laut untuk kepentingan komersial.

Hasil bahtsul masail PWNU Jateng yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Falah, Bakalan, Kalinyamatan, Jepara pada Senin (6/1) lalu memutuskan, pengerukan pantai untuk komersil yang dapat merusak lingkungan adalah haram.

Menurut Rois Syuriah PWNU KH Ubaidillah Shodaqoh, pengurukan pantai juga kerap dilakukan untuk memperluas daratan guna keperluan bisnis, perumahan, wisata dan lainnya.

”Dampak negatifnya inilah yang terasa beberapa waktu kemudian. Bedono Demak sudah hilang, beberapa kampung di pinggiran pantai baik di Kota Semarang maupun daerah lain sering tergenang rob karena abrasi. Maka dari itu, kegiatan pengerukan atau pengurukan untuk kegiatan komersil adalah haram,” tandasnya saat acara lailatul ijtimak dan sosialisasi hasil bahtsul masail di aula PWNU Jateng Jl Dr Cipto 180, semalam. (suaramerdeka/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 5,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

(Video) Jasad Pengungsi Balita Terdampar di Bibir Pantai, Bukti Matinya Nurani Dunia