Home / Berita / Internasional / Eropa / Kantornya Digeledah Anti-Teroris, Ketua IHH Turki Berkomentar

Kantornya Digeledah Anti-Teroris, Ketua IHH Turki Berkomentar

Bülent Yıldırım, ketua IHH, sebuah lembaga kemanusiaan di Turki yang memprakarsai perjalanan Mavi Marmara (inet)
Bülent Yıldırım, ketua IHH, sebuah lembaga kemanusiaan di Turki yang memprakarsai perjalanan Mavi Marmara (inet)

dakwatuna.com – Istambul Dalam wawancara di TV 24 lewat telefon, Selasa (14/1/2014) tadi malam, ketua IHH, Bülent Yıldırım mengomentari penggeledahan yang dilakukan terhadap kantor IHH. Selain itu, dia juga mengungkap nama dan sebab di balik operasi tersebut.

Yıldırım, yang saat ini berada di Kuwait menghadiri pertemuan yang diikuti 190 NGO kemanusiaan dunia untuk membahas krisis kemanusiaan di Suriah, mengatakan, “Kami mengikuti perkembangan di Turki, dan kami sedih. Semua NGO yang ada di sini juga mendengar kabar tersebut. Banyak dari mereka mendatangi saya untuk memberikan dukungan, dan atas nama rakyat Turki, saya mengucapkan terimakasih kepada mereka.”

Israel Pernah Ancam IHH

Yıldırım juga mengatakan, “Saya ingin mengingatkan bahwa ketika bantuan untuk rakyat Suriah meningkat, menlu Israel, Liberman, menyatakan, “IHH merupakan ancaman besar untuk kami.”

Meski mendapat ancaman demikian,  Yıldırım menekankan bahwa dirinya dan IHH tidak tinggal diam atas kondisi di Gaza. IHH akan menggalang kampanye bantuan besar-besaran, dalam skop yang mendunia. Ada banyak peristiwa besar terjadi di Palestina. Israel menambah jumlah pemukim baru, menghancurkan rumah-rumah penduduk setempat, merampas tanah mereka, dan membuat bangunan baru.

IHH Bantu Muslim Afrika Tengah, Kesalkan Perancis

Yıldırım juga merasakan ada sangkut-paut antara kejadian terakhir dengan Perancis. Hal ini terkait dengan masalah Afrika Tengah. Di sana ada 5 juta penduduk, 25% nya adalah muslim. Telah muncul konflik antara umat Kristen dan Islam. Ada orang Muslim yang dilempar hidup-hidup menjadi santapan buaya. Ada wanita hamil yang dibedah perutnya, dan bayinya dibunuh.

Dalam krisis Afrika Tengah ini, lembaga Islam yang pertama kali datang adalah IHH. Selain memberikan bantuan kemanusiaan, IHH membuat laporan dan mempublikasikannya ke dunia internasional. Mengajak dunia untuk mengulurkan bantuan.

Zionis Serang dengan Segenap Kekuatan

Tak lupa, Yıldırım juga melihat ada kepentingan Israel di balik peristiwa yang baru dialami IHH. Menurutnya, yang paling terganggu dengan keberadaan IHH adalah Zionis. Zionis tidak hanya ada di Israel, tapi juga kuat di berbagai belahan dunia, dan sudah menyusup ke banyak pemerintahan. Zionis sekarang sedang menyerang sepenuh kekuatannya.

Sangat disayangkan, di Turki ada organisasi negara parallel, sebagaimana disebut perdana menteri Erdogan. Konsep ini ada di berbagai bagian pemerintahan, dan memiliki struktur dan jaringan tersendiri. Belakangan ini, bersamaan dengan start yang diberikan Zionis, berbagai serangan dilancarkan terhadap IHH tanpa henti.

Misalnya dalam kasus trailer, IHH tidak terkait sama sekali, tapi nama IHH langsung diangkat. Hari ini dilakukan operasi terhadap sebuah kelompok, tidak ada hubungannya dengan IHH, tapi mereka langsung menghubungkannya dengan IHH.

Operasi Pembentukan Opini

Menurut Yıldırım, ada agenda besar di balik penggeladahan kantor IHH kemarin. Sedang terjadi sebuah operasi rekayasa persepsi, untuk membentuk opini publik. Karena memang Zionis secara pasti terkena dampak dari dakwaan yang IHH ajukan ke Mahkamah Pidana Internasional. Sekarang beberapa pimpinan mereka tidak bisa bepergian ke berbagai negara. Karena jika datang ke negara tersebut, mereka diinterogasi, dan mungkin ditangkap. Andai dakwaan di Turki berhasil pasti banyak dari mereka sudah ditangkap.

Sudah pasti, mereka ingin mengajukan dakwaan tandingan terhadap IHH ke Mahkamah Pidana Internasional. Untuk itu, mereka harus mengaitkan IHH dengan terorisme dan senjata. Mereka melakukan ini melalui Turki. Lewat partner mereka di Turki. Namun usaha ini takkan membuahkan hasil. Mereka tidak akan mendapatkan apa-apa.

Yang mereka  lakukan saat ini lebih dari sekedar mengumpulkan bukti untuk menghabisi IHH. Tujuan mereka adalah membentuk opini, dan menjatuhkan sanksi setelah mengumpulkan data selama 5-10 tahun ke depan. (andika rahma (Istambul)/msa/dakwatuna/stargazete)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Stadium general di aula Universitas Islam As-Syafiiyah. (aspacpalestine.com)

Peringati Hari Solidaritas Palestina, ASPAC for Palestine Gandeng UIA Gelar Stadium General