Home / Berita / Surat Pembaca / Surat Cinta untuk Darwis Tere Liye

Surat Cinta untuk Darwis Tere Liye

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Darwis Tere Liye. (Foto: atiknurullaila.wordpress.com)
Darwis Tere Liye. (Foto: atiknurullaila.wordpress.com)

dakwatuna.comMas Darwis Tere Liye (DTL) yang baik,

Maafkan bila saya sangat mencintaimu. Saya mencintaimu karena Allah, karena kita sama-sama muslim. Bukankah setiap muslim itu bersaudara dan harus saling mencintai?

Surat ini saya tulis karena didorong oleh rasa cinta tersebut. Saya percaya kepada ucapan para motivator, bahwa kritik merupakan tanda cinta. Ketika ada orang mengkritikmu, itu artinya dia mencintaimu, dia peduli padamu. Jika dia tak peduli padamu, buat apa dia repot-repot “mengurus” kamu? Lebih baik cuek saja, masa bodoh. Buat apa mengurus seseorang yang tak pernah kita pedulikan?

Saya mau repot-repot menulis “surat cinta” seperti ini, saya mau repot-repot menghabiskan banyak waktu saya untuk membahas, membicarakan dan menulis tentang dirimu, justru ini merupakan pertanda bahwa saya mencintaimu, cinta terhadap sesama muslim, cinta karena Allah. Cinta yang mengisyaratkan bahwa saya akan sangat bahagia bila dirimu menjadi seorang manusia yang lebih baik dari sebelumnya.

I. Kontradiksi Karya dan Kepribadian

ju-dtl-01

Saya termasuk orang yang mengagumi kamu. Memang, saya belum pernah membaca satu pun novelmu, karena belum sempat. Tapi saya pernah menonton film “Hafalan Shalat Delisa”. Itu film yang sangat bagus. Inspiratif, mengharukan. Dari film ini, saya membayangkan DTL adalah seorang pribadi yang bijaksana, dewasa dan religius. Karena itu, saya pun me-like fan page-mu. Saya sering men-share kalimat-kalimat bijak dan inspiratif yang kamu tulis di sana.

ju-dtl-02

Saya sangat mengagumi kamu. Dari posting-posting di fan page-mu, saya makin percaya bahwa kamu orang yang sangat bijaksana, inspiratif, motivatif, dewasa, sangat religius.

Namun sikap saya berubah 180 derajat ketika suatu hari saya membaca sebuah postingmu yang isinya mengkritik PKS.

O, jangan salah sangka. Saya insya Allah tak pernah fanatik terhadap parpol. Saya hanya mau fanatik terhadap Islam. Saya memang kader PKS, tapi saya juga pernah hampir keluar dari PKS karena saat itu PKS mendukung kenaikan harga BBM. Ketika dulu PKS mendukung SBY sebagai capres, saya justru memilih JK. Saya juga tidak setuju pada sejumlah kebijakan dan aturan yang ditetapkan oleh PKS. Saya tak mau membela PKS mati-matian, karena saya sadar yang harus dibela mati-matian hanyalah Islam.

Saya juga insya Allah sangat menghargai perbedaan. Jika kamu tidak suka pada PKS, tentu itu hak kamu dan semua orang harus menghargainya. Tidak ada yang salah dengan perbedaan. Yang salah adalah orang yang tidak suka pada perbedaan.

ju-dtl-03

Sikap saya berubah 180 derajat bukan karena faktor ketidaksukaan kamu terhadap PKS tersebut. Demi Allah, saya berani bersumpah, bukan karena PKS. Tapi karena:

1. Kamu menyampaikan pendapat dengan gaya yang sama dengan para haters. Para haters yang biasanya asal bicara dan hanya berdasarkan prasangka.

2. Kamu langsung memblokir siapa saja yang tidak sependapat dengan dirimu. Padahal banyak di antara komentator tersebut yang menyampaikan pendapat mereka dengan cara yang baik, sopan serta santun.

3. Kamu juga langsung memblokir orang-orang yang hanya sekadar bertanya, “Mas DTL tentu sudah ikut membantu para korban banjir, kan?”

4. Kamu juga langsung memblokir orang-orang yang hanya memberikan masukan dengan cara yang sopan dan beretika.

5. Bahkan yang hanya bertanya biasa dan bercanda pun, kamu blokir juga.

Sungguh, saya benar-benar tak habis pikir. Seorang DTL yang karya-karyanya sangat bagus, inspiratif, bijaksana, ternyata memiliki kepribadian yang sangat jauh berbeda. Ini membuat saya benar-benar tak habis pikir.

II. Ya, Itu Memang Hak Kamu

ju-dtl-04

Ya, benar. Adalah hak kamu untuk melakukan tindakan seperti itu. Adalah hak kamu juga untuk membuat peraturan yang sangat ketat di fan page-mu. Tapi saya juga percaya bahwa hidup ini bukan hanya masalah hak. Jika kritik yang saya sampaikan ini dijawab dengan argumen, “Adalah hak DTL untuk melakukan itu,” maka dengan spontan saya pun bisa menjawab, “Adalah hak saya juga untuk mengkritik atau mencintai DTL dengan cara saya sendiri”. So what? Semua orang punya hak, bukan? Jadi, masalah HAK seperti ini tak perlu disampaikan. Mubazir. Semua orang sudah tahu.

ju-dtl-05

Semua orang memang punya hak. Tapi hidup ini bukan hanya soal hak. Dalam hidup ini, kita juga mengenal yang namanya “saling menghargai perbedaan, saling menghormati”. Dalam hidup ini, kita juga diharapkan bisa menerima masukan-masukan dari pihak lain, berlapang dada ketika dikritik oleh orang lain.

III. Tak ada Raja di Social Media

Apalagi saat kita bicara tentang SOCIAL MEDIA alias socmed. Menurut para pakar, socmed adalah dunia kerumunan. Pada kerumunan, semua orang sederajat, tak ada yang namanya status sosial. Di sebuah kerumunan, presiden dan tukang becak bebas ngobrol dengan akrab. Seorang preman pasar dan pengangguran bebas mengkritik dan memberi masukan kepada seorang raja sekalipun. Demikian pula sebaliknya, sang presiden dan raja bebas menanggapi komentar si tukang becak dan si preman sesuka dia.

Memang, social media juga mengenal privasi. Karena itulah, disediakan fitur blokir. Kita bebas memblokir siapapun yang kita mau. Tentu saja, kamu sebagai seorang penulis terkenal pun tentu bebas memblokir siapapun yang kamu mau.

Namun, saya sebagai orang yang mengagumi dan mencintai kamu, sungguh merasa heran, karena kamu memblokir siapa saja yang tidak sependapat dengan kamu. Bahkan ketika ada yang orang hanya bertanya dan memberi masukan pun, dengan cara yang paling sopan pun, tetap kamu blokir.

Sikap kamu ini membuat banyak orang – termasuk saya – berpikir bahwa kamu orangnya arogan, antikritik, tidak terbuka terhadap perbedaan. Bahkan sejumlah teman menyebut kamu kekanak-kanakan. Kamu hanya ingin menjadi seorang RAJA di social media. Kamu tidak ingin ada yang mengganggu kamu di sana. Kamu bebas berbuat apapun di fan page-mu, tapi kamu mengebiri kebebasan orang lain untuk berpendapat, walau pendapat itu disampaikan dengan cara yang terbaik sekalipun.

ju-dtl-06

Menurut saya, sungguh kontradiktif sikap kamu itu. Kamu berkiprah di sosial media, sebuah media yang tidak mengenal adanya raja, sebab social media merupakan kerumunan, semua orang sederajat dan memiliki hak yang sama. Kalau kamu hanya ingin menjadi raja, sebenarnya social media bukanlah tempat yang paling tepat untukmu. Percayalah!

IV. Meneladani Akhlak Rasulullah

Duhai DTL. Sebagai seorang Muslim, kamu tentu sudah tahu bahwa Rasulullah sangat penyabar dalam menghadapi kritik. Bahkan beliau diam saja ketika kepalanya dilempar kotoran oleh seorang Yahudi. Bahkan beliau menjenguk si Yahudi ketika dia sakit. Sungguh sebuah akhlak yang sangat terpuji!

ju-dtl-07

Memang, tidak mudah bagi kita untuk meneladani semua akhlak Rasulullah. Namun setidaknya, kita punya niat untuk berakhlak sebaik mungkin. Dan ini adalah salah satu tujuan saya ketika menulis surat cinta ini. Saya ingin melihat kamu menjadi pribadi yang lebih baik, yang terbuka menerima masukan dan kritik dari orang lain, yang bijaksana, yang inspiratif, pokoknya yang bagus-baguslah, seperti cerita pada novel-novel kamu yang dikagumi oleh banyak orang itu.

Saya yakin, para penggemar kamu pun pasti tidak ingin jika pengarang yang mereka kagumi, memiliki kepribadian yang bertolak belakang dengan karya-karyanya. Saya yakin mereka pasti tidak ingin hal itu terjadi.

V. Belajar dari Kritik, Caci Maki dan Bully

“Hai Jonru, kamu ini siapa sih? Kok berani-beraninya menasihati DTL?”

Saya hanya manusia biasa. Saya juga seorang manusia yang penuh dengan kekurangan. Dosa saya banyak. Aib saya pun banyak. Ketika saya menulis surat cinta seperti ini, saya yakin pada saat yang sama semua orang pun bisa menulis surat serupa dan ditujukan untuk saya.

Namun sebagai seorang muslim, saya percaya bahwa saling menasihati itu sangat baik. Terlebih bila nasihat tersebut telah kita terapkan untuk diri kita sendiri.

Saya memang manusia biasa yang pasti punya banyak kesalahan, dosa, kelemahan, keburukan, bahkan aib. Tapi mengenai keterbukaan terhadap kritik dan masukan dari pihak lain, insya Allah selama ini sudah saya terapkan. Karena sudah saya terapkan itulah, makanya saya berani memberikan nasihat seperti itu kepada DTL.

Memang, saya juga sering memblokir orang di Facebook dan Twitter. Namun yang saya blokir biasanya hanya orang-orang yang memang ngajak ribut, berdiskusi dengan kata-kata kasar dan menghina, atau mengajak debat kusir yang tak ada gunanya. Jika ada yang berbeda pendapat namun disampaikan dengan cara yang baik, insya Allah tidak akan saya blokir. Di Facebook saya bahkan terdapat sejumlah teman yang sering mengkritik saya, membantah argumen-argumen saya, namun mereka masih aman, belum jadi korban blokir saya :-)

Harus saya akui dengan jujur, bahwa saya justru sering mendapat banyak masukan berharga dari kritik bahkan cacian yang diarahkan kepada saya dari warga social media. Salah satunya adalah saat saya dibully karena mempublikasikan sebuah foto hoax. Alhamdulillah, ada banyak hikmah yang saya dapatkan dari peristiwa tersebut.

Kritikan, masukan, nasihat, bahkan bully dan caci maki sering saya dapatkan dari internet. Memang itu sangat menyakitkan. Tapi alhamdulillah, itu semua menjadi salah satu sarana bagi saya untuk memperbaiki diri, untuk belajar lebih banyak lagi, untuk berusaha menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.

Adapun dirimu Wahai DTL, saya tak bisa membayangkan bagaimana dirimu yang antikritik dan terlihat sangat tidak terbuka terhadap semua masukan dari orang-orang yang berseberangan pemikiran denganmu. Padahal sungguh Demi Allah, sebenarnya kamu akan mendapat banyak manfaat dari kritik, masukan, bahkan caci maki dan bully dari orang lain. Manfaat yang akan sangat berguna untuk meningkatkan kualitas dirimu. Sungguh rugi jika kamu menghindari hal yang sangat berharga seperti ini.

Duhai DTL,
Tulisan-tulisanmu sangat bijaksana dan inspiratif, membuat banyak orang mendapat banyak manfaat dari goresan penamu. Kenapa tulisan dan pribadimu sangat kontradiktif? Ini satu hal yang membuat saya sangat heran.

VI. Nasihat yang Berbalik pada Dirimu Sendiri

Duhai DTL,
Kamu juga sering memberikan nasihat di fan page-mu. Nasihat yang sebenarnya kamu tujukan kepada orang lain. Tapi sayangnya, banyak sekali nasihat tersebut yang sebenarnya lebih cocok untuk ditujukan bagi dirimu sendiri.

Contohnya adalah ketika kamu menulis “Sajak Tuan & Nyonya” yang isinya menyindir parpol yang membantu korban banjir sambil membawa atribut partai. Di situ kamu menulis:

“….Dan kita juga bisa berhenti sejenak berpesta-pora
Menjadikan banjir ini sebagai amunisi menyerang lawan politik….”

Sadarkah kamu, bahwa ketika menulis bait sajak seperti itu, pada saat yang sama kamu justru sedang menyerang lawan politikmu? Atau jika kamu mengaku tak berpolitik, setidaknya kamu menyerang parpol yang tidak kamu sukai. Itu artinya, bait sajak tersebut sebenarnya lebih cocok ditujukan untuk dirimu sendiri :-)

Hehehe… jangan berdalih dengan berkata, “Saya tidak menyebut nama parpol manapun.” Saya yakin, semua orang sudah tahu parpol mana yang kamu sebut. Tak usah membela diri dengan cara SOK LUGU seperti itu :-)

ju-dtl-08

Contoh lain adalah ketika kamu menulis:

“saya perhatikan, setiap kali saya posting tentang KPK, partai, apapun isi postingan tersebut, maka yang protes keberatan selalu saja dari simpatisan partai yang sama, padahal menyebut merk juga tidak. Ayo lapang dada.”

Seorang teman berkomentar:

“bang Tere nyuruh lapang dada, tapi kalau ada  orang yang tak sependapat, langsung diblokir.”

Dan kamu wahai DTL, langsung menghapus komentar tersebut dan orangnya kamu blokir.

Jadi ketika kamu menyuruh orang lain untuk berlapang dada, kenapa kamu justru tidak bisa berlapang dada

Sungguh saya tak habis pikir. Kamu sering memberi nasihat, padahal kamu sendiri justru sangat perlu diberikan nasihat yang sama.

Atau nasihat-nasihat tersebut memang sejak awal kamu tujukan untuk diri sendiri? Baguslah kalau begitu :-)

* * *

Demikian dari saya. Mohon maaf jika tak berkenan. Maaf juga jika saya terpaksa menulis surat ini secara terbuka di ruang publik. Sebab saya percaya cara inilah yang paling efektif. Saya kurang yakin upaya ini akan efektif jika saya kirim langsung secara personal ke alamat email kamu misalnya.

Biarlah orang lain mengatakan saya sedang menjelek-jelekkan orang, bahkan membuka aib orang di depan publik (saya yakin ini bukan aib, karena yang saya sampaikan ini bisa diakses oleh siapa saja di ruang publik, tak ada yang tertutup). Biarlah orang lain mengatakan saya iri kepada DTL, atau tuduhan apapun itu. Saya tak peduli. Yang saya pedulikan hanyalah pendapat Allah, karena Allah Maha Mengetahui mengenai niat saya yang sebenarnya di balik surat cinta ini.

Terima kasih, sekali lagi maaf bila tak berkenan. Salam sukses selalu!

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (160 votes, average: 7,64 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Jonru Ginting
Founder & CEO DapurBuku.com (layanan self publishing) | Founder SekolahMenulisOnline.com & PenulisLepas.com | Penulis buku "Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat" dan "Menerbitkan Buku Itu Gampang!" | Trainer kepenulisan di sejumlah kota | Penerima penghargaan Super Blog (juara tahunan) di ajang "Internet Sehat Blog Award 2009"
  • Tria Amber D-fXish

    Bah looo .. untung saya gak kenaal DTL atau siapa tuh :-D … jadi bner kta pepatah “dont judge a book by its cover ”

    yang hitam bukan berarti kotor yang putih tak selamanya bersih .

    • Cut Putri Ayasofia

      nice

  • Bunda Nunu

    Ya sudah sifatnya manusia selalu berprasangka, ada yang baik dan ada yang buruk..

    Dan Allah bersama prasangka hambaNYA…

  • dlyind

    sesungguhnya Rasulullah telah melarang memilih yang minta dipilih…jadi alasan apa untuk jadi simpatisan peserta pemilu tersebut apapun namanya.

    • Hasan Hasan

      hehe, susah kang, kalo pikirannya partainya sudah bagus. nuduh orang lain pencitraan, tapi website pendukungnya malah pencitraan habis2an. foto2 bantu korban banjir sj di pamer2in.

      • lar-ist

        Mending lah sebagai motivasi agar yang lain juga bergerak tanpa embel2.

      • merakyat_donk

        anda ada nggak fotonya bantu korban banjir? atau blm bantu korban banjir…? kasihan komentarnya…

  • amalia

    Kenapa tidak disampaikan langsung k yang bersangkutan tnpa hrs mlalui media?biar bs skalian ta’arufan :) org2 baik sperti kalian biasanya punya alasan 2 tersendiri saat berbuat sesuatu, kl ad org lain yg ga srek biasanya hanya krn blum tau jelas alasannya.. Wallahu’alam

    • Hasan Hasan

      nggak mungkin disampaikan langsung, teteh. yg nulis sudah terlanjur sakit hati. cuma mikir gimana membalas dgn cara terbaik.

    • Cut Putri Ayasofia

      tulisan di balas tulisan bero..

  • Andriawan Hendra S.

    Namanya juga akun fanpage seseorang guys, jadi dia berhak atas apa yang menurut dia baik dan tidak. Buat teman-teman semua juga tetap objektif saja. termasuk juga tulisan ini, ini juga dari penulis :)

    • Hasan Hasan

      hehe, dia kira fanpage itu kayak pkspiyungan.

      • Fathiya Asyuara

        mas hasan nih terlihat sekali niat ente buat menjatuhkan? pernah kecewa sm PKS ya mas ?

        • merakyat_donk

          iya komentarnya lebay … nggak nyambung sama curhatan di tulisan….

      • Fathiya Asyuara

        mas hasan nih terlihat sekali niat ente buat menjatuhkan? pernah kecewa sm PKS ya mas ?

    • Hasan Hasan

      hehe, dia kira fanpage itu kayak pk*piyu*gan.

  • nanna

    memangnya tidak ada cara lebih baik untuk mengingatkan ??? Astaghfirullohal’adzim :'( ngakunya muslim yg mencintai saudaranya?? kenapa ga nasihatin langsung, privat gitu kalau memang cinta? ga perlu ngajak2 org lain utk ikut ga suka -_-

    sy pernah dengar dr psikolog anak bahwa bahkan ketika menasihati anak yang berbuat salah tidak boleh di depan kakak/ adiknya. tatap muka berdua saja, tidak membuka aib orang dan tidak menjatuhkan martabatnya.

    bagaimana menurut Anda ???

    hati-hati bisa jadi ini bagian dari tajasssus..

    “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan JANGANLAH MENCARI-CARI KESALAHAN ORANG LAIN dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS.49:12)

  • Hasan Hasan

    Ini mah jelas sekali orang2 PKS yg ngamuk2 atuh. Hehe, kalau baca tulisannya, isinya dibalik2 wae faktanya, tapi malah menjelaskan sendiri. Kirain memang DTL anti kritik, malah yg nulis sakit hati diblokir karena bebal.

  • Suhendra Bengkulu

    sy suka banget dengan bukunya ‘Negeri Para Bedebah’ dan ‘Negeri di Ujung Tanduk’, keren, tapi ‘keren’ dalam bahasa sy adalah sebentuk apresiasi atas karya intelektual bliau. Krena intelektual, maka tidak bisa di campur adukkan dengan emosional, makanya melihat keyetaan bliau begitu, yah yowis, sak karepe DTL. Nah tapi, sy mau nyorot tentang ketidaksukaan beliau dengan PKS. Mau tidak mau, walaupun bliau ndak langsung nyebut, tapi kita sadar nih parte yg di sasar, ya to? Setelah sy amati, ada 2 golongan yang benci dengan PKS. 1. Golongan yg antri gerakan islam, punya misi tapi terhadang gerakan islam, biasanya di back up sama yahudi, barat, pokoknya yg gitu-gitu deh. Ini bombardirnya pake kekuatan super, contohnya pake media, demi menyeting opini masyarakat awam ‘yg barometer kebenaran dan kesalahannya’ sudah di setir oleh media. hemm. Selanjutnya atau golongan ke 2 adalah mereka yang Mantan Kader atau Simpatisan PKS yang kecewa. Sehingga sebagaimana lazimnya kekecewaan, ya diluapkan, sama seperti seseorang yg kecewa dengan SBY ya doi masti maki-maki tu SBY. Karena, kalau bukan 2 golongan itu, gak mungkin mau ‘repot-repot’ mikirin PKS, ya tho, penting apa mikirin PKS kalau gak ada hubungannya sama sekali. Cuma karena DTL pernah punya hubungan, mungkin, makanya bliau temasuk yang Up date banget berita-berita PKS. hehe. Sy aja gak sedetail itu merhatiin. hehe. peace ya, sekarang sy sedang aca novenya yg Amelia.

    • Jonru Ginting

      Tak pernah sebut nama PKS?
      Coba lihat foto ini: http://muslimdaily.net/file/Darwis%20Tere%20Liye%202.jpg

      • Devi

        mas, coba diinngat lagi…status DTL diatas itu, dulu tentang apa. Kenapa sampai ada status seperti itu. kenapa sampe harus terang-terangan sebut nama.. ayo diingat lagi…
        btw, mas niat banget ngapture-ngapture postingannya DTL, bahkan status org lain yg sepaham dgn mas dikumpulin sampe banyak begitu..

        • Jonru Ginting

          Kekekeke.
          Kamu udah ketahuan salah, mencoba ngeles dengan argumen lain. Udah hafal saya sih, dengan modus seperti ini :-)

          • Devi

            lah saya kan nanya dulu status ini tentang apa? kenapa sampe tersebut nama partainya..kalo mas ga inget, bilang saja tidak ingat..akan saya bantu mengingatnya. Jangan hobi nyalah-nyalahin orang gitu ah Mas, ga baik lhoo

      • Hasan Hasan

        Duh, Mas Jonru, kelakuan mas ini mirip sekali anak kecil yg nakal, terus sama temannya diusir. nangislah ngambek melapor sama Ibunya. Mirip sekali. bedanya Mas nangis, melapor ke geng fansboy PKS. nyari yg bisa belain. saya sih, kalau jadi simpatisan PKS, ogah nanggepin hal seperti ini. jelas2 kalau melanggar peraturan di rumah orang, pasti di ban. Cek saja website propaganda milik kalian, apakah memang kalian tidak melakukannya? Sudah ya, cup, cup, jangan nangis lagi.

      • Muhammad Anhar

        Oooo… pantes… kebakaran jenggot ya om? :)

    • Angin Cassava Child

      kayane begitu.he like this

  • nanna

    jadi ilfil sama dakwatuna -_-

  • Ammar Natsir

    Ya Allah, lindungilah kami…tunjukan mana yang benar, dan jauhkanlah kami dari kejahatan mulut kami….kejahatan hati kami….dan sadarkanlah kami….amiiin

    • Sheena

      aamiin.

  • dewita

    saya ga percaya gitu aja … org pintar jgn mudah terhasut okeey

  • Elam Sanurihim A

    Mentang2 gak suka PKS jadi harus dibahas habis2an? Lebay ahh…
    Nulis itu yang penting dikit kek…

  • Iha Prihantono

    DTL & golput ga usah dibela mati2an. tdk ada yg bebas pencitraan. yu mari saling mndoakn di 1/3 mlm terakhir. AYTKTM.

  • Rasa-rasanya Bang Jonru agak berlebihan dalam hal ini. Kalau bang Jonru mengatasnamakan cinta sampai disebut entah berapa kali untuk mengkritik om DTL ijinkan saya tidak mengatasnamakan apa-apa dalam komentar ini. Buat apa masalah diblok, dihapus komennya sampai dibikin postingan khusus begini. Dicapture komen orang2 yang menjelekkan DTL, niat sekali. Saya rasa mudah mencari nomor managemen atau nomor pribadi DTL, saya rasa cukup Anda telpon dan bilang “Ya elah bang nape aye diblok? pan aye ngepens sama situ”, dan nanti dia akan jawab entah apa.

    Kita sama-sama tau bahwa DTL memang tidak suka PKS, dan di atas Bang Jonru juga bilang, beda pendapat itu tidak masalah, yang masalah adalah jika kita tidak bisa menerima perbedaan pendapat. Begitu?

    Ya sudah, santai lah. Diblok DTL juga nggak bikin kita cacingan. Kenapa tidak berpositif thinking. Mungkin karena DTL tau dia haters, dan dia akan sering posting tentang hal-hal yang tidak enak tentang partai, maka dia memblok lovers karena takut mereka sakit hati saat membaca tulisannya. Dia melindungi lovers dari ngomen-ngomen nggak perlu yang bikin ruang komen panas.

    Saat dia menghapus beberapa komen, ya nggak masalah. FB-FB dia, dia berhak dong mau menayangkan komen atau enggak? masalahnya di FB belum ada menu moderasi kaya di blog. Jadi jalan satu-satunya ya dengan mendelete. Dia mungkin tau betapa dongkolnya dia saat melihat komen nggak sepaham itu di kolom komentarnya. Maka untuk menjaga hatinya dari kedongkolan yang berkepanjangan dia menghapus komen itu. Simple kan?

    Postingan ini rasanya childish sekali. Seperti seorang anak yang mengadu pada gengnya tentang kelakuan seorang anak yang nakal lalu menggalang dukungan untuk memojokan orang tersebut.

    Sori Bang Jonru, kalau kata-kata ane kasar atau apalah. Tapi ane malas bilang-bilang cinta untuk mengkritik orang. Kadang kritik dari orang yang tidak suka pada kita lebih tulus dan apa adanya kan?

    Oh iya ngomong-ngomong soal cinta, masa kalau bang Jonru cinta sama om DTL baca satuuu aja bukunya kaga sempet sih? saya yang nggak cinta aja baca.

    Sekian.

    Mau dihapus? silahkan.
    Kalau bisa sih sampein dulu ke Bang Jonru.

    Damai ya… kalau sesama Islam masih suka ribut masalah ginian kapan banjirnya surut #eh

    Cinta K3rja Harmoni :)

    • Layla

      makasih buat sumbangan komennya yang keren. coba bikin novel #eh
      kalo anggota PKS gini semua oke nih…

    • Hasan Hasan

      kalo kalian baca di kompasiana milik si jonru, ada beberapa yg bilang dia dulu di ban/remove sama jonru. huehehe… epic fail… ngoceh protes orang suka ban/remove, jonru sendiri juga nge-ban/remove orang2. maling teriak maling. semoga saja komen2 ini nggak di ban/remove duluan sama jonrunya.

    • Hasan Hasan

      kalo kalian baca di kompasiana milik si jonru, ada beberapa yg bilang dia dulu di ban/remove sama jonru. huehehe… epic fail… ngoceh protes orang suka ban/remove, jonru sendiri juga nge-ban/remove orang2. maling teriak maling. semoga saja komen2 ini nggak di ban/remove duluan sama jonrunya.

    • nathan

      setuju sama komen ini. jonru tuh nulis beginian, tujuannya cuma satu; ingin diperhatikan, ingin numpang populer. itu aja. jelas banget sih, tulisannya ini lebay, childis, sok bijak tapi kontradiktif. DTL tentu saja diperhatikan orang, karena dia emang terkenal. akibatnya, sedikit kesalahannya pun bisa jadi nampak besar, karena dibicarakan banyak orang. beda dengan jonru. emang dia siapa? bisa jadi kesalahannya lebih besar dari DTL, tapi gak ada yang tahu, karena emang gak ada yang tertarik pada jonru. inti masalahnya sebenarnya cuma itu.

      mohon maaf kalau komen ini dinilai meng-ghibah orang lain, khususnya jonru. ya soalnya jonru sendiri yang mulai ngajak2 orang lain untuk ghibah. jika dia memang bertujuan baik untuk menasihati DTL, gunakan cara yang pribadi dong, bukannya mai posting secara terbuka seperti ini. sekali lagi, ini childis, lebay, dan konyol.

  • Fiza

    Saya Like fp nya sudah sejak lama.. Sya sangat tau beliau itu anti PKS, dari status2nya sedari dulu. Tapi byk juga koq status2 bliau yg lain yg positif. Dan karya2 beliau yg luar biasa inspiratif. Ambil positifnya saja., Saya Kader PKS, bila ada yg menghujat-mencaci-memaki-mem-bully, oleh penulis dan motivator terkenal sekalipun, maka saya akan berkata #AYKTM.

  • Ilfa Yuni Arta

    Senyum aja deh bacanya…
    Ambil baiknya aja ilmunya…
    Jangan melihat siapa yang berkata tapi dengarkan apa yang dikatakan…
    Alangkah baiknya jika mengkritik langsung ke yang bersangkutan…
    wa’llahualam bishowab, semua Allah yang punya kendali…

  • Manda

    Kenapa ya, saya penggemar tere liye tapi tetap setuju dengan beberapa poin di ‘surat cinta’ ini. Bukankah orang besar, tidak hanya tumbuh dengan pujian?

  • fakhri

    Ass, mau berpendapat ya..

    kalau masalah pemblok-blok an, mungkin begini pak jonru,
    di page bang dtl itu kan ada aturan main yg dia buat(g papa kan, toh page pribadi),
    dn mungkin yg kena blok itu yg melanggar

    kritik,walaupun pedas, saya setuju, pasti membangun
    tpi kenapa harus di blok?

    pertama, karena ini fanpage dtl, ya terserah yg punya,karena dalam fanpage, yg memegang otoritas ya adminnya yg buat fanpage itu, dlm hal ini , bang dtl,jadi mau marah gara2 diblok atau apa, kita ga punya otoritas,ga megang kendali, jadi yaa mungkin percuma sebel/marah gara2 di blok

    kedua,coba kita pikirkan,kalau tidak dihapus/diblok,kritik2 tersebut berpotensi menimbulkan perdebatan,satu kritik dibalas oleh kritik lainnya , dibalas lagi, dibalas lgi,
    jadi dalam hal ini di blok untuk mencegah timbulnya perdebatan yg akan menghabiskan waktu, kenapa? karena ini fanpage dan bukan pada tempatnya utk mengkritik yg akn berujung perdebatan mungkin akan lebh baik jika disampaikan pada orng nya lngsung,kecuali kalau fanpage ini diganti nmanya jdi forum diskusi

    ketiga, jumlah fanpage bang dtl ada sekitar ratusan ribu,kalau kita mau berprasangka baik ,mungkin bang dtl hanya ingin memastikan fanpage nya berisi hal2 yg baik saja, tidak berisi perdebatan, karena mungkin saja kebanyakan anggota fanpagenya adalah remaja dan anak2 (karena bbrapa novel dtl memang bnyak genre utk remaja dan anak2) sedangkan anak2 dan remaja sangat rentan dipengaruhi,oleh karena itu akan lebih baik jika fanpage ini berisi ha2 yg baik2 saja, tidak ada perdebatan, karena sekali lagi , ini fanpage

    mungkin itu beberapa alasannya menurut saya, CMIIW

    wass

  • senangbergunjing

    kritik untuk pak jonru : novel pak jonru jelek.
    ooo..itu bukan kritik ya.
    ya sama seperti tulisan ini. bukan kritik.

    terima kasih untuk pak jonru karena telah mengajak seluruh umat untuk bergunjing.

  • andrapermana

    Yang anti kritik sebenarnya siapa nih? DTL atau PKS, atau dua2nya…
    Saran untuk mas Jonru, kalau mau kritik langsung ke orangnya aja deh, kalau ini namanya pembunuhan karakter, bahkan GHIBAH.

    • Heri Siswanto

      asik bro jawabanmu..
      hahaha

  • Alfon

    Asslm bang.

    ada satu surat yang sering saya baca kalau saya lagi shalat buru2 kayak dikejar setan. surat yang sering dijadiin andelan pas dulu ngaji di TPA, yang anak ingusan pun gampang banget ngehapalnya. nama suratnya Al-Asr…

    Dulu saya sering menggampangkan surat ini, sering banget. sehingga jadi lupa bahwa makna dan pesan dalam surat tersebut sangat dalam dan dapat memperbaiki ukhuwah kita sesama muslim, dan sesama umat manusia.

    Saya bukan ahli tafsir bang, baca Al-Qur’an aja masih bego, tapi di ayat terakhir dalam surat tersebut jelas menyebutkan “kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kesabaran.”

    pesan dalam ayat itu jelas, terutama berkitan dengan “saling menasehati”. sering sekali saya dan mungkin teman-teman disini ketika menerima nasehat selalu melihat individu yang menyampaikannya. ketika individu itu orang terpandang, bijaksana, dan dihormati, pasti kita akan menerima dan menjalankan nasehatnya. Namun ketika individu itu orang biasa, dan mungkin banyak kekurangan, kita sering menyepelekan nasehatnya, walaupun nasehat tersebut penuh dengan kebaikan. Jadi kita sering melihat individunya, bukan nasehatnya, sehingga munculah komentar2:

    “Beresin aja urusan lo, ngapain lo nasehatin gw!”
    “Lo aja ga bener, sok bijak nasehatin orang”
    “dia sering nasehatin orang,tapi dia sendiri ga pernah ngejalaninnya”

    Terkait dengan bang Darwis, jelas beliau berusaha menjalankan perintah dalam ayat tersebut dengan terus menyampaikan pesan dan nesehat melalui page pribadinya. Perlu diingat bahwa beliau itu bukan ustadz, ulama, atau ahli tafsir, tapi bukan berarti beliau tidak berkewajiban untuk menyampaikan nasehat. Kalau beliau sudah cacat di mata kita karena melakukan satu kesalahan, bukan berarti nasehat2 terdahulunya jadi tidak berguna atau malah kita campakkan.

    “Ya Allah, aku bermohon kepadamu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau
    ciptakan padanya dan aku berlindung padaMu daripada keburukannya dan
    keburukan yang Engkau ciptakan padanya”. [Abu Daud, Ibn Majah-sahih-].

    Sebenarnya doa diatas untuk hubungan pasutri sih, tapi bisa digunakan untuk yang lain,terutama berkaitan dengan masalah ini.

    Ada pesan emak yang terus saya pegang kuat bang:
    “Berikan lah pujian ke temanmu di depan orang banyak, tapi nasehati
    atau memarahinya di depan dia saja. jangan dibalik yaa!”

    Kalau memang kita ingin menasehati atau memarahi bang Darwis secara pribadi, dan ingin beliau lebih baik. jangan menyampaikannya ditempat umum kayak gini. alangkah baiknya mengirim message via email atau facebook. banyak caranya toh.hehe

    salam

  • Iqdam Aun Rafiq

    nah kaan, tidak sedikit dari komentator yang justru menilai kalau mas jonru yang sensi banget dibanding DTL.. kayaknya mas jonru nih kader PKS yang baru semangat-semangatnya dalam tarbiyah dan PKS.. hehehe

    santai aja mas dan jangan parno gitu aah, PKS dikritik tuh wajar aja dan terima saja dengan lapang, toh itu emang sulit untuk diingkari,, dan bukan berarti aktifis dakwah lainnya selain PKS tuh nggak pernah dikritik, padahal mereka lebih tua usianya dan sudah lebih banyak memberikan jasa terhadap islam dan bangsa indonesia..

    kalau orang yang mengkritik kok justru dikatakan “silakan buat partai sendiri”, akan ada berapa juta partai di indonesia? hehehe.. lucu ah mas jonru nih..

    tapi nggak papa, kritik dibalas dengan kritik saya kira juga hal yang wajar kok.. semoga ada nilai edukasi yang dapat diambil oleh para pembaca dari kedua penulis senior kita ini,, bukan sebatas dua kritik yang membunuh karakter, menggalang opini, berebut simpati fans dan meninggikan kebencian para haters..

    pembaca berhak mendapatkan edukasi, bukan sebatas dari buku dan artikel ilmiyah,, tapi juga edukasi dari kritik kedua belah pihak..

    salam, dari junior anda berdua

  • Ziyad Al Fatih

    Pak jonru yang baik hatinya. Harap berhati-hati dalam menulis, menurut Saya tulisan bapak ini terlalu berlebihan. Mengatasnamakan cinta dalam surat seperti ini saya rasa sangat tidak sesuai. Jangan sampai lah kita menulis sambil memakan bangkai saudaranya sendiri. Na’udzubillah min dzaalik. Saya kira kritik itu baik tergantung bagaimana kita menanggapinya

    Salam juga dari junior Anda berdua

  • Feri

    Ini lebih tepatnya dikasih judul Surat GHIBAH buat Darwis Tere Liye.

    Kalau dikatakan cinta, justru DTL lebih cinta sama ente-ente pada, yang mau mengkritisi cara2 org2 atau parpol2 yang sedianya membantu tapi ujung2nya malah jadi ajang ‘kampanye’..
    walau keikhlasan itu tidak akan ada yang tahu, tapi paling tidak media dgn memajang bendera partai atau caleg adalah menunjukkan kalau ini larinya beda lagi.

    Jadi, mas Jonru pun siap-siap untuk di Bully.. dan sampeyan pun harus khusnuzhan pada orang yang membully, kenapa.. karena mereka membully itu semata-mata ‘cinta’ sama antum.

    Ndak gitu ?

  • Mutiara Hikma M

    Lebih baik ini ditujukan secara pribadi saja.
    bukan dipublikasikan disini apalagi didakwatuna.
    saya simpatisan PKS dan saya mengenal benar mas DTL
    mari sama2 berhati2

    • merakyat_donk

      mohon infonya mengenai DTL versi anda….

  • Miftah Alaflah

    saya kira tulisan jonru adalah point tentang kekecewaan terhadap seorang yang dianggapnya bersahaja (dinilai dari tulisan-tulisannya) akan tetapi menuliskan kata-kata yang kontradiktif dari apa yang selama ini ia -darwis- tulis.

    saya pun merasakan hal yang sama.
    jika para haters mengkritik PKS adalah hal wajar. saya pun mewajarinya
    dan jika darwis juga ingin mengkritik PKS itu juga adalah hal wajar
    tapi jika seorang darwis, yang selama ini menulis “banyak mengambil inspirasi dari Alquran dan hadits”, kemudian mengkritik PKS dengan “cara menuliskan redaksi serupa dengan yang dituliskan oleh haters”. di sinilah letak ketidakwajarannya.
    kalau bahasa jonru “dengan gaya yang sama dengan para haters”

    seharusnya ada gap antara seorang darwis dengan haters
    darwis yang seringkali mengambil Alquran dan hadits sebagai pacuan beberapa tulisannya dan status-status fb nya. tentu dibayangan orang ia adalah orang yang sangat saleh, yang jika satu ketika mengkritik sebuah instansi, partai atau perorangan maka dalam gambaran orang ia akan mengkritik dengan cara yang berbeda, dalam kasus ini, tidak dengan cara “menyampaikan pendapat dengan gaya yang sama dengan para haters. Para haters yang biasanya asal bicara dan hanya berdasarkan prasangka”.

    saya bertanya-tanya. apa iya benar seorang darwis mengatakan demikian?

    tentunya seorang ulama akan berbeda “cara mengkritiknya” dengan orang awam
    sebagaimana seharusnya berbeda seorang yang berpendidikan dengan yang tidak
    semestinya berbeda seorang darwis dengan haters.

    saya tidak menyalahkan kritikan darwis, tapi dengan apa yang selama ini dia tulis dan bayangan orang tentang sifat dan sikapnya. cara ia mengkeitik PKS jauh sekali dari apa yang selama ini saya nilai dari dirinya.

    • Hasan Hasan

      yg bilang DTL itu ulama siapa? berkali2 di page-nya dituliskan: dia hanya penulis fiksi, cuma ngarang2 saja. hanya itu levelnya. kalaupun dia menulis dgn alqur’an, hadist, karena memang semua orang harus berdasarkan itu.
      hehe, dengan reaksi fansboy PKS yg seperti ini, jadi mikir, masa’ PKS yg paham agama kalah dgn seorang penulis fiksi saja. btw, ente sudah baca berapa bukunya? jangan2 kalau sudah baca “Negeri Para Bedebah” yg bahas ttg Bank Century, fansboy PKS pada bahagia.

      • Cut Putri Ayasofia

        iya, yg bilang dia ulama siapa?

        miftah cuma bilang : “tentunya seorang ulama akan berbeda “cara mengkritiknya” dengan orang awam”
        ga bilang DTL ulama kok

      • Miftah Alaflah

        jadi begini, biar “lebih mudah” dipahami
        cara menyampaikan tentu berbeda antara :
        ulama dengan awam
        orang berpendidikan dgn yang tidak
        seorang darwis dengan haters.

        ada perbedaan tingkatan pemahaman antara ulama dgn awam, orang yang berpendidikan dengan yang tidak, seorang darwis -yang tergambarkan baik oleh tulisan-tulisannya- dengan haters yang biasany hanya asal bicara.

        kalau ulama berbicara seperti orang awam, anda tentu bertanya-tanya
        kalau orang berpendidikan berbicara seperti orang yang tidak berpendidikan, juga dipertanyakan
        kalau seorang darwis -sekali lagi, yang tergambarkan dan terbayangkan adalah orang yang baik dan saleh dari tulisan-tulisannya- tetapi mengkritik PKS dengan gaya yang sama dengan haters. tentu diluar kewajaran.

        kalau yang mengkritik adalah ente, dengan gaya tulisan di koment ente di atas. saya mewajarinya. tapi klo seorang darwis “misalkan” menulis dengan redaksi seperti ente, pantas untuk dipertanyakan.

        jadi siapa yang bilang darwis itu ulama?
        #garuk-garuk kepala

        • Hasan Hasan

          huehehe.. udah mirip tulisannya sama tulisan Jonru nih,bakat banget. mungkin ini syarat utama jadi simpatisan PKS.

          • Miftah Alaflah

            tulisan ente juga udah qualified om untuk menjadi haters. tuduh sana-sini, udah sangat memenuhi syarat. oh ya, ditambah “gagal paham” sebagai syarat utamanya.

          • Hasan Hasan

            hehe, jangan marah2 tante :) huehehe…kayak gini nih, ngaku islami, nulis “IQ”? sekarang “gagal paham” diulangi lagi? puas banget kayaknya kalau sudah memaki orang lain. sama kayak si jonru, dkk.

          • Miftah Alaflah

            terus klo islamis ga boleh nulis “iQ”? gitu?
            selain islamis baru boleh?
            pakde pakdee, klo beropini toh ya yang masuk akal dikit.

            klo anda ga setuju, tinggal tulis argumen yang kuat, berdebat, ga usah komen yang cengeng, nunjuk-nunjuk orang.

          • Hasan Hasan

            hehe, jangan marah2 tante :) huehehe…kayak gini nih, ngaku islami, nulis “IQ”? sekarang “gagal paham” diulangi lagi? puas banget kayaknya kalau sudah memaki orang lain. sama kayak si jonru, dkk.

          • merakyat_donk

            atau rusak pemahamannya…. :)

          • Miftah Alaflah

            tulisan ente juga udah qualified om untuk menjadi haters. tuduh sana-sini, udah sangat memenuhi syarat. oh ya, ditambah “gagal paham” sebagai syarat utamanya.

  • Abdillah

    Terbaca di berandaku sebuah tulisan. Panjang, dibuat cukup serius sampai
    harus di-screenshoot sebagai tanda bukti.. Lalu banyak yang share,
    seolah itu tulisan bagus..

    Kalau memang tulisan itu benar
    engkau niatkan sebagai nasehat, maka tak perlu engkau sebarkan, cukuplah
    empat mata kepada objek tulisanmu itu.. Sebagaimana engkau pun suka
    dinasehati diam-diam..

    Namun jika niatmu lain daripada itu,
    maka kata “nasehat” itu tak lain hanya sebagai bungkus yang indah untuk
    menutupi kebusukan.. entah karena ia banyak mengkritikmu lantas engkau
    balik ‘menyerangnya’ dengan sesuatu yang sebenarnya bukan aib namun
    engkau kesankan itu aib? Lalu engkau sebarkan ke semua orang “aib” itu?

    Oh iya, dan janganlah engkau terperdaya dengan banyaknya orang yang
    menyukai tulisanmu.. karena tidaklah ada kebusukan melainkan lalat akan
    mengerumuninya..

    # nasehat umum dari seseorang. untukku dan untukmu.

  • Lailan Syafira

    Sungguh kritikan yang sangat santun. Saya sependapat dengan segala kritik yang disampaikan dalam ‘surat cinta’ ini. Pun sudah lama saya juga menyimpan ketidaksukaan yang sama dengan sikap DTL setelah saya mengetahui segalanya dari beberapa orang, melihat segala peraturan di dalam pagenya, yang kebetulan saya menjadi anggota di sana. Saya tidak serta merta meng-unlike page beliau. Saya masih setia mengikuti. Saya juga ingin memberi kritik dan komentar. Hanya saja bersebab saya tak mau diblokir oleh DTL saya urungkan niat saya itu. Saya tetap ikuti pagenya, menshare statusnya yang bagus2 itu, walau saya melihat DTL tidak sesuai antara perkataannya dengan kelakuannya. **Semoga setelah menulis komen ini, dan jika ternyata DTL membacanya, saya tidak di blokir dari pagenya. Pun jika diblokir, yasudahlah. :)

    • Devi

      mbak ngelikenya sambil tidur apa gimana mba? bisa kebetulan gitu.
      Complicated banget keknya hubungan mbak sama DTL. Ga suka tapi ngelike FPnya, ngeshare status-statusnya pula, padahal ga ada yang maksa juga kan?..ayolah mba, ga perlu mempersulit diri sendiri, ga suka tinggal unlike dan ga perlu menjelek-jelek2an DTL dibelakangnya.

      • Hans Febriano

        wkwkwk

      • Fathiya Asyuara

        mba devi, yg sy tangkap dr yg disampaikan mba lailan adalah, lihat apa yg disampaikan, jgn lihat siapa yg berbicara..justru sdh bijak kn ?

    • Alfi Syahrin La Tahzan

      Kalau mba bilang beliau seperti bermuka 2 lalu bagaimana dengan yang mba tulis ini ??

  • Yodivalno Ikhlas

    lanjut bang jonru!!!! saya sepakat dengan tulisanmu, karya sastra dan penciptanya adalah sesuatu yang tidak selamanya seperti dua sisi mata uang, itu harus dimaklumi, kadang kritikan #TDL itu memang agaknya pedas, anggap saja jamu, jarang banget ada jamu yang manis, pasti rasanya pahit dan mengkal, tapi, konon itu sangat menyehatkan, tinggal dipilah-pilah saja, mengaharap sang penulis karya itu sesempurna sosok di dalam karangannya, sangatlah naif, tapi mengeritik sang sastrawan secara personal pun tak mengapa, jangan pula dicampur adukkan dengan karya sastranya, wajar dia dikritik habis atau malah diolok-olok, hahaha, #salamPujanggaJalanan…..

  • PImbem Sang Ilalang

    Barangsiapa menasehati saudaranya secara diam-diam, berarti ia telah menasehati dan mengingati kebaikannya; dan barang siapa menasehatinya di tempat ramai, maka ia telah membuka rahasianya dan memburukkan namanya (Imam Syafi’i)

  • UkhtiFillah

    “Idem” Sang Ilalang
    Barangsiapa menasehati saudaranya secara diam-diam, berarti ia telah menasehati dan mengingati kebaikannya; dan barang siapa menasehatinya di tempat ramai, maka ia telah membuka rahasianya dan memburukkan namanya (Imam Syafi’i)

  • Febrina Devita

    Terlalu berlebihan, suka atau tidak suka itu hal biasa…

  • Umaru Marudashi

    Sudahlah; mengarang itu hampi sama dengan dusta

  • Nurwahidah noer

    Hehe…kok jadi mumet gini? Shortly…nobody s perfect. Lebih baik dengarkan kata2nya yg baik aja…gak ush dikaitkan ma status level,bla bla org tsb. Toh kita sendiri juga byk kekurangan kan? Fifty fifty lah..be wise n acceptance. Jk tak setuju ma pendpt seseorg silahkan… itu wajar.tiapnorg py persepsi masing2..dan hanya Allah yg tau isi kepala dan hati seseorg..
    kita Muslim…kita bersaudara…jgn sampai terpecah hy krn beda pendpt dan persepsi :)

  • Wahyu Hadi

    Hanya satu kata. LEBAY
    (Dah tabayun blm? Kalo gak suka gak usah dengerin. gitu aja kok repot)

  • Hasan Hasan

    Dakwatuna tolong tayangin komen saya soal link detiknews ttg caleg PKS. nanti kalau tidak ditayangin, terus ketahuan Mas Jonru, dakwatuna bisa ditulis juga pilih kasih, loh. antikritik. suka milih2, memoderasi komen yg cocok saja. yg tdk, tdk ditayangin. thx

  • Darius wicaksono

    Saya lihat kritik dari siapa pun termasuk DTL harus diterima oleh PKS, PKS ini sangat terkenal dengan golongan yang merasa dirinya benar, bahkan ketika LHI dipenjarakan KPK, kader PKS sangat proaktif membela, bahwa LHI korban konspirasi, padahal buktinya jelas LHI adalah pelaku kriminal. Supaya PKS makin bagus, kritik dari manapun harus diterima dan jangan dianggap musuh. Saya juga pernah dikeluarkan dari grup PKS menuju 3 persen, jadi apa bedanya PKS dan DTL ????

    • Hans Febriano

      PKS ini sangat terkenal dengan golongan yang merasa dirinya benar -> saya sepakat….

      • merakyat_donk

        sepertinya terbalik….

  • Darius wicaksono

    Hati2 ghurur attadayun utk PKS

  • Darius wicaksono

    PKS sekarang berubah Pragmatis sekali…

  • Darius wicaksono

    PKS sudah diingatkan dengan kejadian LHI dan yang lainnya tapi masih saja tidak mau berubah…

  • Darius wicaksono

    Sudahlah PKS, kembali kepada asholah da’wah….

    • merakyat_donk

      Asholah Dakwah itu spt apa ya Darius? bisa dijelaskan nggak ya….

  • Darius wicaksono

    Assalamu alaikum mas jonru, ketemu lagi di sini, waktu itu saya yang ada di FP PKS menuju 3 persen, tapi akhirnya dikeluarkan oleh adminnya, sekarang DTL dan PKS apa bedanya ya ???? Sama2 ga mau dikritik dong, 11-12, sami mawon, sarwa keneh..

    • Hasan Hasan

      Jangankan Mas Jonru, di website dakwatuna ini saja, sy tadi naruh link ttg caleg PKS yg bagi2 makanan gratis kemenkes, terus ditempeli stiker foto caleg dia utk bantuan banjr saja, nggak dimuat sama dakwatuna. Apalagi website resmi PKS dan pendukungnya, mereka suci banget, kayak nggak pernah ban/remove orang lain saja.

  • Padli

    saya merasa ini sebagai DEBAT bukan Nasehat.
    saya jadi teringat dengan nasehat guru saya waktu di pesantren “jangan berdebat karena orang yang mendebat dan yang didebat sama-sama kalah (rugi)”

  • Dimas

    Mas Jonru: antum lebay & blunder. Lebih baik antum evaluasi & persentesekan, berapa yang pro dan kontra sama Surat Cinta antum. Hasilnya mudah ditebak, malah lebih banyak yang maki-maki antum, nauzubillah.

  • Layla

    ahahah..! kecian banget sih nih yang ditolak DTL. udah cari idola lain aja. ga usah bikin2 artikel ngatur2 gimana orang pake akun fesbuknya.
    PS: PKS emang kacau kok

  • Anugerah Norma Pakarty

    maaf, ini beneran surat cinta? kok gak ditujukan ke orangnya langsung ya? tapi disebar di tempat “ramai”. jadi kesannya gimana gitu :-)

  • Ulul Sang Penyair

    “ketika
    kita merasa kecewa dengan seseorang, akan lebih baik jika sampaikanlah
    dengannya secara langsung. jangan diumbar2, bahkan ketika kita sudah
    curhat ke orang lain saja hampir sama dengan membuka aib. jadi alangkah
    baiknya, bijaksananya, jika kita saling menjaga. kalau tidak berani
    bicara “diam”lah. izinkan Allah yang membuka hatinya untuk tahu
    kesalahannya sendiri.”

    dan jika aib itu harus tersebar, usahakan janganlah kita sebagai salah satu pembawa aib itu tersebar. tanggungannya besar, kawan. :)

    percayakanlah semua sama Allah

  • Hans Febriano

    Lebay plus cengeng amat nih yang bikin surat cinta…..ngapain sih merengek2 gara2 di blokir? Udah tahu LHI masuk penjara, masih aja dibelain. Emang bebal nih kader PKS, malu-maluin Islam aja. Pantas DTL bersih2 masal fan page-nya dari orang2 macam Jonru…bikin rusuh.

    • Hasan Hasan

      emang ini mirip banget orang ngelapor ke geng-nya. minta dibela2in. hehe, kalau sy simpatisan PKS, ogah mah. ini jelas sekali malah black campaign ke diri sendiri. hanya nambahin ribuan orang yg semakin males lihat partai ini.

      • Hans Febriano

        ya gitulah, ini mah jelas2 tulisan rengekan karena hal yg dia puja “disinggung” orang lain. jonru posting di media ini karena dakwatuna dekat dgn PKS. niat banget dia capture komen temen2nya, biar kelihatan banyak yg sependapat. yang paling saya gak suka tu gayanya yg dia pikir Islami. padahal rengekan dan celaan terbuka macam gini mah jelas2 nggak Islami. ceeengeng abiiiiissss. munafik kayak orang2 PKS yg sok suci…. tapi salut buat liqo PKS, cuci otaknya bagus banget tuhhh

        • merakyat_donk

          sotoy dan lebay

          • Hans Febriano

            eh ni alay PKS kok dimana2….? suka ngintil orang ye brur

    • Sheena

      Wah, klo yg salah satu dua orang, kenapa PKSnya yg harus dibawa2. Pak LHI juga gak ada sangkutannya dg surat ini, kenapa disangkutkan jg?

      • Hans Febriano

        kalau nggak tahu alasannya, berarti anda belum tahu masalahnya

        • merakyat_donk

          anda lebay…

          • Hans Febriano

            tunjukkan yang mana lebaynya

          • merakyat_donk

            Komentar anda
            Powered by Telkomsel BlackBerry®

          • Hans Febriano

            jelasin aja lebaynya gimana

          • merakyat_donk

            Nggak perlu kyknya… Ini aja udah lebay :)
            Powered by Telkomsel BlackBerry®

          • Hans Febriano

            anda suka banget pake kata lebay. jangan2 anda lebih lebay dari saya ?

          • merakyat_donk

            lebay

          • Hans Febriano

            alay

          • merakyat_donk

            lebay dan alay…ahahahaha

  • Angin Cassava Child

    Memang susah ketika segala sesuatu itu sudah tdk cinta. yang penting lagi; kerja. hayo2, pada kerja. !

  • abuzinad

    Tere Liye siapa sih?

    • merakyat_donk

      iya Tere liye itu siapa…. ?

  • Darius wicaksono

    Lebih baik PKS buat buku tentang pertobatan para qiyadahnya deh, pasti banyak yang beli dan mengalahkan DTL bukunya

    • Hasan Hasan

      huehehehe… pasti bestseller. tulisan ini saja, kalau dibukukan, mungkin akan dibeli puluhan ribu kader PKS.

  • Najmi Nurul Haq

    saya 2x ketemu bang darwis di acara bedah buku. orangnya luar biasa bersahaja. saya juga baru tahu kalau beliau agak sentimen sama Jamaah ini. sebaiknya ditabayunkan dulu sebelum surat cinta ini di posting, hawatir malah menjadi mengumbar aib orang. atau suratnya ditujukan secara pribadi kepada bang Darwis saja.. sepertinya itu lebih ahsan. bukankan Dien ini mengajarkan kita untuk tidak mengumbar aib saudaranya?

    oh ya, terlepas dari DTL arogan atau tidak, satu hal yang tidak bisa kita pungkiri pengaruh positif buku dan film2 beliau cukup tinggi. sebaiknya tidak kita abaikan pula itu… :) lebih baik lagi kalau ada Kader yang bisa tandingi prestasi beliau . bersaing dalam kebaikan tentu dianjurkan…..
    semoga bisa jadi motivasi untuk kita menjadi lebih baik.
    wallahualam :)

  • Rinaldy Yusuf

    biasanya nanti abis ini bilang.. “saya biasa dibully”. you asking for it.

    • Hasan Hasan

      Itu sih otomatis, dan bisa ditebak juga, biasanya nanti bikin kesimpulan atau tulisan baru sendiri bahwa dgn tulisan ini orang lain sudah berubah. masalah selesai. hehe, padahal dia tidak sadar sedang berusaha menghibur diri sendiri mati2an. Galau.

  • Yustie Amelia

    saya menyayangkan dakwatuna memposting hal seperti ini. Mari fokus pada Cinta Kerja dan Harmoni. Kita harus belajar untuk tidak membahas hal hal yang tidak mendatangkan amal. Bukankah Apapun Yang Terjadi Kita Tetap Melayani. Saya sangat menganjurkan dakwatuna menghapus postingan seperti ini

  • Agung Maneka Sabala

    Surat ini ibarat Bang Jonru masuk halaman rumah orang, lalu dia mencela tanaman yang tumbuh di halaman tersebut kemudian menyebarkan celaannya ke seluruh kelurahan, terlebih bila tanaman yang ada di halaman tersebut tidak sama dengan tanaman yang anda suka. Empunya halaman tentu bebas menanam pohon yang dirasa bermanfaat baginya.

    Meskipun Bang Jonru tidak suka dengan halaman DTL atau pohonnya, anda tidak perlu menyebarluaskannya ke seluruh kelurahan. Apalagi sampai cari teman-teman senasib dan teliti banget nge-screen capture komentar orang lain. Saya miris melihat perilaku anda, apalagi dengan gaya yang terkesan Islami. Saya tidak melihat akhlak yang bagus dari perilaku semacam ini…terkesan paradox dengan style Islam yang anda bawa-bawa.

    Saya kira fan page atau halaman DTL bukanlah tempat sampah yang membawa bau busuk kemana-mana sehingga anda dengan bersemangat perlu membuat “surat cinta” seperti ini. Bila dia menolak tawaran anda untuk menanam pohon yang sama bahkan menolak untuk sekedar berbincang tentang betapa bagusnya pohon yang anda suka, maka hormatilah pilihannya.

    Saya kira Bang DTL sudah bisa merasakan ide2 yg tidak dia suka muncul di halamannya meskipun di surat cinta anda dituliskan dengan “bahasa yang sopan”, “banyak pakai smiley”, “hanya sekedar tanya”, “komentarnya biasa saja”, “cuma memberikan pendapat” dsb. Lagipula apa anda bisa memastikan 100% kalau komentar yg anda dan teman-teman anda tuliskan itu tidak mengganggu orang lain? Anda bisa??
    Yakin…???

    Anda dan teman2 anda tidak perlu terus menerus MENCOBA menerangkan betapa baiknya pohon pilihan anda sembari di tempat lain mencela dan menyebutnya arogan hanya karena dia tidak suka pohon itu.

    • Agung Maneka Sabala

      *halaman = fan page
      *pohon = pilihan / preferensi

  • Sheena

    Akan lebih indah menyampaikan sesuatu yg indah dg cara yg terindah.

  • Guest

    Saya insya Allah tak pernah fanatik terhadap parpol. Oalah… LOL! :D

  • maydina zakiah s

    cukup kecewa dengan keduanya, baik itu mas Darwis Tere maupun Pak Jonru…Dulu saya sempat suka karya2 keduanya sebagai penulis…tetapi kini? amat disayangkan kedua penulis saling berseberangan bukan karena berkompetisi melalui karya, tetapi hanya karena terpengaruh dengan text-text berseliweran di social media… padahal dulu pernah berharap suatu hari kelak kedua penulis bisa saling #kolaborasi buat karya bareng, kan sama2 muslim (sesama muslim bersaudara bukannya?)

    Kasihan fans2 dari keduanya yang masih masuk kategori ‘youth’, melihat idolanya saling berseberangan gini, apalagi yang masih belajar mengenal islam.

    nb: ada artikel oke ini di dakwatuna, mungkin mas Darwis & pak Jonru juga bisa tengok >> http://www.dakwatuna.com/2012/03/09/18666/malulah-pada-rumput-yang-bergoyang/

    *jarang2 nih, ngikut komentar

  • nathan

    postingan ini paling upaya jonru saja agar diperhatikan. secara dia emang suka gitu. lebay-lebay gimana gitu. kalau ada suatu kasus yang kayaknya asyik di-blow up, dia akan mengomentari dengan cara seperti ini. ya tujuannya sih jelas dibaca, dia ingin diperhatikan, ingin numpang populer dari kasus yang dikomentarinya. itu udah jadi gaya jonru dari dulu.

  • Sukoba

    Lika liku

  • yafie Gazalba

    ngapain ribut sesama muslim,, kurang kerjaan aja!!

    perbedaan pendapat itu wajar.

  • Fahad Ahmad Abdulkarim

    saya aja kena blog berkali2 hahah
    tapi lama2 juga sudah biasa, biasanya di unblock sm dtl, tp kali ini ga di unblock2, soalnya nama sy tetap nyleneh, si doi ga suka nama aneh,
    awalnya geregetan, lama2 sy ga ambil pusing, biarin sy g bs komen, g bs like, yg penting masih bisa baca post dia,
    namanya juga dakwatuna, web nya salafy dan kawan2, web anak ingusan yg baru tau agama dr ustadz2 lulusan tanduk setan,

  • cigin

    Kayaknya seru, liatin permasalahan block memblock di socmed. Saya juga pernah diblock artis, karna ngasih semangat, tapi dibilang kritik yang sarkastik. Hmmph.
    Tapi, bukannya yg ngeblock itu bukan artisnya sendiri, tapi admin fanpagenya ya?

    Saya juga pernah, twitternya diblock suatu pengelola kompetisi nyanyi, karena saking semangat nya saya pengen ikut, saya posting gambar kartu peserta kompetisi saya. Wedew.Ya udah. Berarti ya, saya ga diharapkan. Langsung drop waktu itu. Haha. Tapi yang ngeblock ga tau tuh, kita sempay drop karena diblock. Anak remaja tangguna ababil bin labil sering kena korban block jg, dan banyak yang mendapat efek negatifnya. Saya sempat konsultasi ke psikiater, kena 5 jt per minggu ortu saya, karena obsesi ke suatu sosmed, pas diblock, langsung drop. Sampai menghapus segala macam sosmed pun saya pernah. Ternyata ada pula yg sekasus dengan saya di psikiater tsb. Dia korban block sosmed jg.

    Ah udah curhatnya. Semoga yang sempat diblock DTL, ga sakit separah saya dehnya. 5jt per minggu. Kasian saya sama ortu saya. Anaknya penyakitan gara2 sosmed.

  • Sri

    Pertama membaca novel tere liye saya juga beranggapan bahwa tere liye itu sombong dan saya tidak lanjutkan membacanya waktu itu. Setelah itu datang teman saya menyodorkan novel tere liye, saya enggan membacanya tapi tetap saya baca. Jujur saya menangis membaca novel tersebut, dan akhirnya saya tertarik membaca novel tere liye yg lainnya. Semenjak itu, setiap saya membaca novel tere liye berlipat ganda kekaguman saya pada tere liye. Dia luar biasa sekali dan subhanaallah….
    Barulah saya cari fp ny tere liye, saya juga pernah membaca aturan fp tersebut. Saya juga berpikir tere liye itu org yg sombong tapi menurut saya itu lah gayanya. Menurut saya itu cara dia memberi penekanan. Setelah membaca beberapa novel tere liye, saya paham maksud tere liye.

    Dan anda belum pernah membaca novel tere liye, mungkin bertemu pun juga belum pernah. Sangat minim sekali pengetahuan anda tentang tere liye dan itu hanya sebatas postingan di fb. Mungkin perlu di pertimbangkan lagi, jangan salah menilai. Sebaiknya anda baca novel tere liye yang ajaib itu. Jika anda adalah seorang pembaca yg baik saya yakin anda akan ubah mindset anda tentang tere liye saat ini. Tak perlu beli novelnya pinjam saja punya kawan itu pesan tere liye.

  • Yogi Natasukma

    Jonru napa jadi kayak Gay ke Darwis?

  • Rasno Shobirin

    Yaelah JONRU juga kalo dikritik, yg mengritik langsung diblokir!

Lihat Juga

Cinta Sebagai Energi Kemenangan