Home / Berita / Nasional / Keluarga Gus Dur Dukung PPP, PKB Diminta Ikhlas

Keluarga Gus Dur Dukung PPP, PKB Diminta Ikhlas

Istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid hadir dalam Haul ke-4 Gusdur yang digerar PPP, Selasa 14/1/14 (Foto: okezone.com)
Istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid hadir dalam Haul ke-4 Gusdur yang digerar PPP, Selasa 14/1/14 (Foto: okezone.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah mengantongi izin menggunakan foto mendiang Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur untuk keperluan kampanye. Izin tersebut diberikan langsung oleh istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid.

Ketua DPP PPP Arwani Tomafi menilai keputusan keluarga Gus Dur itu harus dihormati semua pihak. Termasuk oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang didirikan oleh Gus Dur.

“Itu kewenangan keluarga Gus Dur, kita hargai saja,” kata Arwani di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1).

Ia yakin PKB tidak akan keberatan dengan keputusan keluarga Gus Dur. Pasalnya, partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu sudah memiliki ikon baru pengganti Gus Dur.”PKB sudah dapat vitamin dari Rhoma, makanya kita gandeng Bu Sinta,” ujar Arwani.

Lebih lanjut Arwani mengatakan, PPP sangat berharap hubungan dengan keluarga Gus Dur semakin baik menjelang pemilu 2014. Sehingga, partai yang mengusung slogan ‘Rumah Besar Umat Islam’ itu dapat menyebarluaskan pemikiran Gus Dur ke seluruh penjuru nusantara.

“Ketokohannya (Gus Dur) tidak hanya diakui Nahdliyin (kalangan NU, red). Saya kira memang susah mencari tokoh sekaliber beliau. Tokoh terkenal, konsern pembelaan kaum tertindas, kaum lemah, apapun bajunya. Apapun latar belakangnya,” pungkasnya. (jpnn/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Beramal untuk Siapa?