Home / Berita / Internasional / Afrika / Partai Salafi An-Nur Terancam Keluar dari Gerbong Kudeta

Partai Salafi An-Nur Terancam Keluar dari Gerbong Kudeta

Perwakilan Partai Salafi An-Nur saat menggulingkan Presiden Mursi (islammemo)
Perwakilan Partai Salafi An-Nur saat menggulingkan Presiden Mursi (islammemo)

dakwatuna.com – Kairo. Dalam sebuah acara talkshow yang disiarkan stasiun televisi At-Tahrir, Selasa (14/1/2014) kemarin, diangkat tema tentang Partai Salafi An-Nur yang dinilai tidak bisa mengerahkan massanya untuk mendukung konstitusi baru dalam referendum baru yang sedang berlangsung (14-15/1/2014).

Dalam sebuah sambungan telepon, seorang reporter dari kota Marsa Mathruh melaporkan bahwa Dakwah Salafiah (basis utama Partai Salafi An-Nur) ternyata tidak berhasil mengerahkan massanya. Lalu para tamu acara memberikan komentar atas laporan tersebut. Komentar menyentuh masalah keberadaan Partai Salafi An-Nur dalam gerbong pendukung kudeta dan map road.

Seorang pengamat, bernama Akram, mengatakan bahwa sangat mudah menentukan wilayah-wilayah yang menjadi kantong Partai Salafi An-Nur, misalnya di Giza dan Alexandria. Mereka harus membuktikan perannya dalam mendukung referendum. Kalau sampai di wilayah-wilayah itu referendum kalah, maka kita harus membicarakan lagi keberadaan partai ini. Menurutnya, Partai Salafi An-Nur adalah partai yang paling banyak berbohong. Partai ini tidak mau capek-capek, tapi selalu ingin menikmati hasil. Kita ingat mereka tidak ikut dalam Revolusi 25 Januari 2011, tidak juga dalam demostrasi 30 Juni 2013, tapi mereka ingin menikmati kuenya.

Seorang pengamat lain, menyebutkan bahwa satu-satunya peran yang diharapkan dari partai ini adalah dukungan basis fanatisnya. Kantong-kantong basis bisa diketahui dengan detail. Oleh karena itu, kita pasang target-target perolehan suara yang harus didapatkan An-Nur, per TPS. Misalnya saja, seandainya saja di kota Mathruh, konstitusi tidak mendapatkan 100 ribu suara “yes”, maka kita harus mengeluarkan An-Nur dari koalisi map road. (msa/dakwatuna/tahrir)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 7,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • Teuku Zulkhairi

    hahahaha rasain lu

  • Sejuki

    Kaciaaaaaannnnnnn…… deh luuuuuuu…..!!!

  • Hasimi Albatury Albatury

    Serba salah, pendukungnya salah memberikan mandat. Rakyat yang dulu milih An Nur tak menginginkan kudeta. Tapi Jajaran pemimpin An Nur dimasuki oleh Ulama gadungan yang mampu menguasai partai. Seandainya pemilu diulang pasti An Nur tak akan laku. Penghianat rakyat!

Lihat Juga

Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh (akhbaar24.com)

Mufti Saudi: ISIS Bukan Sunni dan Salafi