Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Kau Pencuri, Aku Hamba yang Diberi Cobaan

Kau Pencuri, Aku Hamba yang Diberi Cobaan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

entahlah…
kugengam kembali yang tak ada
agar tanda kuat itu mendenyut sisa
kuajari hati untuk kuat

semalam berbias
tadi kusapa…sekarang siapa yang alpa?
berbaris kosong…kau masih dengan kearogansianmu

aku berani namun hanya sebatas ini
dan ini bukan makian, mirip suara hati yang tercekik tak keluar.
Kau saja yang tak mengerti murka…
Jiwaku paham maksud tlah lari, jauh bersamamu, bersama kaya milik otakmu

satu-satu…
aku takkan pergi
sebisaku menatap sinis angkuhmu
walau harus membelakangi
aku terpaksa, karena punggung tanganku pun enggan menantangmu

ini bukan tentang nestapa atau sesal.
merekat, kuat… dan tak akan pernah raib sedetikpun
satu, dua bahkan tiga tetap kosong
besok kan ku isi walau dengan isak
kutuntut kau sampai pengadilan berbasis,

kau tak yakin sempurna..?
anggukanku yang menyempurnakan
kau pencuri… sebenar pencuri jantung jelata.
Aku miris, kau berfoya
Aku tetap tak mengaku rakyat yang tersiksa
Apalagi olehmu
Karena memang negeriku tercekik olehmu
Perlu kau pahami, karena aku hamba yang dicoba…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sarika Lubis
Baru saja mengakhiri status mahasiswa di Universitas Riau, dan pernah mengaktifkan diri di BEM FKIP UR. menyibukkan diri bersama urusan indah itu adalah nikmat tak terkira. Dan investasi indah juga buat orang-orang tersayang. siapa lagi... siapa lagi...siapa lagi?

Lihat Juga

Dituding Curi Kayu, Nenek Asyani (63) Dipenjara dan Disidang