Home / Dasar-Dasar Islam / Al-Quran / Tafsir Ayat / Siklus Air dalam Al-Qur’an

Siklus Air dalam Al-Qur’an

Siklus air dalam Al-Qur'an (kaheel7.com)
Siklus air dalam Al-Qur’an (kaheel7.com)

dakwatuna.com – Al-Qur’an telah menyebutkan proses siklus air, dan juga bagaimana terjadinya dengan sangat detail. Penyebutan itu pun sesuai dengan ilmu pengetahuan modern. Pada saat ayat-ayat ini turun, mayoritas orang masih berkeyakinan bahwa yang menurunkannya adalah dewa hujan.

Peran Penting Matahari

Allah swt. berfirman:

وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا

“Dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari).” [An-Naba’: 13].

Cahaya dan panas matahari bertanggung-jawab dalam menguapkan air ke udara, dan membentuk angin.

Peran Angin

Allah swt. berfirman:

وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ فَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuhan, awan) dan Kami turunkan hujan dari langit.” [Al-Hijr: 22].

Angin yang menggiring awan, mengawinkan ion-ion dalam awan sehingga bisa turun hujan.

Pembentukan Awan

Allah swt. berfirman:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ

“Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung… maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya.  Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” [An-Nur: 43].

Cadangan Air Tanah

Allah swt. berfirman:

فَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ وَمَا أَنْتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ

“Dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” [Al-Hijr: 22].

Air tersimpan dalam bumi ratusan tahun, tapi tidak rusak. Berbeda dengan kalau kita yang menyimpannya.

Distribusi Air

Allah swt. berfirman:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِأُولِي الْأَلْبَابِ

“Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya… lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” [Az-Zumar: 21].

Setelah turun, air tidak hilang begitu saja. Tapi diserap bumi, lalu keluar dalam bentuk mata air. Dedaunan tidak selamanya hijau, air yang dikandungnya harus kembali mengalami siklus. Daun yang kering itu setelah proses ribuan tahun akan berubah menjadi minyak.

Peran Penting Sungai

Allah swt. berfirman:

وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَحْجُورًا

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” [Al-Furqan: 53].

Sungai yang mensuplai air laut, sumber air terbesar yang diuapkan ke udara. Tanpa adanya sungai, laut pun akan kering, dan tidak akan ada uap air yang terbang ke udara. Dari lautlah air akan diuapkan.

Peran Gunung

Allah swt. berfirman:

وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُمْ مَاءً فُرَاتًا

Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air yang tawar?”[ Al-Mursalat: 77].

Gunung berperan dalam pembentukan awan, sehingga daerah pengunungan adalah daerah yang paling sering disirami hujan. Selain itu, gunung berfungsi dalam menyimpan dan mendistribusikan air.

Hukum Alam yang Akurat

Allah swt. berfirman:

وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّاهُ فِي الْأَرْضِ وَإِنَّا عَلَى ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ

 “Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.” [Al-Mu’minun: 18].

Kata (بقدر) menunjukkan sistem dan akurasi. Semua proses turunnya hujan itu terjadi dengan teori yang sangat akurat. Ada sedikit ketimpangan, akan berpengaruh kepada bencana. Tidak ada istilah curah hujan yang yang terlalu besar. Karena ayat di atas menyebutkan bahwa air yang diturunkan hujan sama dengan air yang diuapkan ke langit. Tidak ada istilah berlebihan, karena semua sudah diukur oleh Allah swt. Terjadinya banjir pada sebuah negeri adalah karena kesalahan yang dibuat tangan manusia sendiri. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (33 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • bahnan husni

    Shubhanallah

  • Muhammad Thaat

    Alloh Maha Pemurah dan Maha Penyayang

  • Jimmy Octavia

    Subhana Allah….

Lihat Juga

Penyebutan Kata “Mesir” di Dalam Al-Quran