Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Inilah Keunikan Wakaf Dibanding Zakat dan Sedekah

Inilah Keunikan Wakaf Dibanding Zakat dan Sedekah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ustadz Hari Moekti sedang menyampaikan taushiyah. (Foto: Dok BWA)
Ustadz Hari Moekti sedang menyampaikan taushiyah. (Foto: Dok BWA)

dakwatuna.com Da’i mantan rocker Ustadz M Khoir Hari Moekti menjelaskan keunikan wakaf dibanding zakat dan sedekah. “Wakaf berbeda dengan zakat, berbeda pula dengan sedekah, wakaf itu unik,” ungkapnya, Jum’at (10/1/2014) melalui surat elektronik.

Menurutnya, zakat meskipun hukumnya wajib, hanya dapat dilakukan setahun sekali dan diberikan kepada delapan golongan yang berhak menerima zakat. “Sedangkan wakaf, seperti umumnya sedekah, bisa dilakukan sesering mungkin dan dapat diberikan kepada orang yang berada di luar delapan golongan tersebut,” bebernya.

Namun wakaf pun berbeda dengan sedekah. Karena orang yang menerima sedekah atau pun zakat berhak memiliki dan memanfaatkan bendanya. “Sedangkan orang yang menerima wakaf, hanya berhak menggunakan dan memanfaatkan benda tersebut tanpa berhak memilikinya,” tutur dai yang akrab disapa Kang Hari tersebut.

Memang setiap Muslim akan mendapat pahala di sisi Allah SWT saat menunaikan zakat atau pun bersedekah. “Namun Muslim yang berwakaf bukan saja mendapatkan pahala saat memberikan wakaf, tetapi akan terus mendapat kucuran pahala selama benda yang diwakafkannya dimanfaatkan orang lain meskipun pewakaf tersebut sudah meninggal dunia!” tegas Kang Hari.

Wakaf adalah menahan benda milik seseorang dan menyerahkan kemanfaatan dari benda tersebut di jalan yang tidak diharamkan Allah SWT. Hukumnya sunah dan merupakan salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT yang sangat disukai dan dianjurkan dalam Islam. Menurut Imam Asy Syafi’i, wakaf merupakan kekhususan bagi umat Islam dan belum pernah dikenal pada masa jahiliyah.

Berwakaf merupakan kebiasaan Nabi Muhammad SAW dan shalafush shalih. Harta yang boleh diwakafkan adalah setiap harta mubah yang dapat diambil manfaatnya serta tidak mudah rusak atau habis jika dimanfaatkan.

Wakaf bisa disalurkan langsung kepada yang membutuhkan atau melalui lembaga penyalur wakaf, salah satunya adalah Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA).

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 9,70 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Badan Wakaf Al-Quran
Badan Wakaf Al Qur'an (BWA) adalah organisasi nirlaba (non-profit organization), berbentuk Lembaga Swadaya Masyarakat.

Lihat Juga

Realisasi Peran LAZ Sebagai Mitra Pemerintah Dalam Memandirikan Umat Melalui Advokasi Kebijakan