Home / Berita / Nasional / Hasil Survei: Warga Jakarta Tak Puas dengan Kinerja Jokowi Tangani Banjir dan Macet

Hasil Survei: Warga Jakarta Tak Puas dengan Kinerja Jokowi Tangani Banjir dan Macet

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Foto: infonews)
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Foto: infonews)

dakwatuna.com – Jakarta.  Survei MEDIAN menunjukkan mayoritas rakyat Jakarta tak puas dengan kinerja Gubernur Joko Widodo dalam menangani banjir dan macet. Merespon hal ini, Jokowi, panggilan justru melempar pertanyaan soal penanganan yang sudah dilakukan sebelum dia memerintah.

“Yang 20 tahun, yang 30 tahun sudah (berbuat) apa?” kata Jokowi merespon di sela-sela inspeksinya di pinggir Pintu Air Karet-Pejompongan, Kanal Banjir Barat, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2014).

Jokowi menyatakan dirinya baru satu tahun memerintah Ibu Kota. Menurutnya, penanganan banjir di Jakarta dilakukan setahap demi setahap dan tak bisa beres dalam sekejap mata.

“Baru setahun, terus gimana, saya tanya balik?”

Jokowi menjelaskan, dirinya sudah berupaya mengatasi problem klasik itu. Namun kembali lagi, itu butuh waktu yang tidak cukup hanya satu tahun.

“Kan kita sudah keruk semuanya. Kan ada progress perkembangan. Yang dulu tergenang mana, yang sudah tidak tergenang mana,” tuturnya di bawah payung berlindung dari guyuran hujan.

Tingkat kepuasan warga Jakarta terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sangat tinggi. Namun masalah banjir dan macet masih menjadi momok warga Ibu Kota sampai saat ini.

“Secara umum ada peningkatan kepuasan sejak November 2013 hingga Januari 2014, tapi ada 2 bidang kenaikan tingkat ketidakpuasan yang signifikan yaitu banjir dan kemacetan. Ini harus diperhatikan Pak Jokowi bahwa banjir dan macet masih jadi momok warga Jakarta,” kata Direktur Eksekutif MEDIAN, Rico Marbun, dalam publikasi hasil survei Median”Melihat Persepsi Publik Jakarta atas Kinerja dan Wacana Pencapresan Jokowi”, di restoran Bumbu Desa, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2014).

Survei ini diadakan pada periode 26 Desember 2013 – 4 Januari 2014 dengan melibatkan 750 responden di DKI Jakarta. Responden dipilih secara acak menggunakan multistage random sampling dengan margin of error 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%.

Survei dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan metode face to face interview. Survei dilakukan dengan biaya sendiri yang diambil dari berbagai kegiatan survei lain. (detik/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (15 votes, average: 6,40 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Erik Eri

    Jokowi xuma bisa di solo yg luas dan jumlah penduduk nya seiprit nya jakarta, sombong lagi. Jgn deh coba2 deh untuk jadi otang nomor 1 indonesia, NANTI BISA AMBURADUL NEGARA INI.

    • Asma Zahidah

      Kan katanya ada Megawati di belakannya kalo jadi Nomor 1 Indonesia. SIap siap abis Indonesia wkwk

      • Haris Saputra

        itulah rakyat Indonesia yg hanya bisanya cuma melihat segi buruknya tp tidak melihat dari sisi baiknya

    • Wiwin Indah Permata

      baca comment lo, gw pengen muntah. blm jadi pejabat aja lo udh sombong apalagi klo jadi pejabat??? yg ada uang rakyat lo korup……

  • Nyai Srikandi

    kehebatan Bang Jokowi tangani Banjir Jakarta :
    * Blusukan : agar tahu permasalahan langsung rakyatnya dan beri banyak harapan .
    * Merakyat, Sederhana, santun dan bisa nyangkul, bisa pakai sabit, bisa masak, bisa manjat pohon dan seabrek kerjaan rakyat kecil.
    * Berani dan Pandai menyalahkan Pemerintah Pusat, Seluruh anggota DPRD TK I DKI yang tdk kethok2 Palu Anggaran, Pejabat Gubernur lama ( Foke ), Hujan yang turun di Bogor dan Jakarta termasuk semua orang yang tidak dukung dia jadi Gubernur atau Presiden.
    * Keberanian kerja sendiri dan atasi sendiri semua masalah di Jakarta dengan larang semua Parpol termasuk perusahaan buat Posko bantu Bencana Banjir … ( Logikanya : biar parpol atau maling atau monyet kalau ada niat baik bantu…. bantu orang susah …. biarin aja ntar kan masyarakat atau orang susah sendiri yang nilai, gitu aja kok repot )

Lihat Juga

Banjir bandang dan tanah longsor melanda Kota Garut dan sekitarnya akibat meluapnya Sungai Cimanuk. (dakwatuna.com)

Dakwatuna Peduli Garut

Organization