Home / Berita / Internasional / Asia / Aksi Heroik Remaja ini, Selamatkan Sekolahnya dari Pemboman

Aksi Heroik Remaja ini, Selamatkan Sekolahnya dari Pemboman

Aitzaz Hasan, Remaja yang menghadang pelaku bom bunuh diri. (Foto: twimg.com)
Aitzaz Hasan, Remaja yang menghadang pelaku bom bunuh diri. (Foto: twimg.com)

dakwatuna.comIslamabad. Sebuah aksi heroik terjadi di Pakistan setelah seorang remaja tewas karena melindungi sekolahnya dari serangan bom bunuh diri.

Aitzaz Hasan yang berusia 15 tahun sedang berada di luar sekolah bersama teman-temannya, ketika melihat seorang pria dengan rompi berisi bahan peledak mendekat. Teman-temannya lari ke dalam sekolah, namun Hasan justru menahan penyerang yang meledakkan bom di rompinya.

Hasan dan pelaku penyerangan tewas sesaat setelah bom meledak. Tidak ada korban lainnya akibat aksi ini. Bahkan sekolah yang menjadi target penyerangan itu pun tetap kokoh berdiri.

Pujian dan penghormatan langsung mengalir di media sosial setelah berita tentang aksinya ramai diberitakan. Bahkan di situs mikrobloging Twitter, hashtag #AitzazBraveheart sempat menjadi trending topic pada Rabu (8/1/2014) dan Kamis (9/1/2014).

Muncul juga sejumlah seruan agar Hasan mendapat bintang penghormatan tertinggi dari pemerintah Pakistan karena dianggap telah mengorbankan diri untuk negara.

Upaya penyerangan sekolah tersebut terjadi di Ibrahimzai, kawasan pemukiman umat Syiah di Pakistan barat laut pada awal pekan lalu. Saat itu sekitar 2.000 murid dilaporkan sedang berada di sekolah itu.

“Putra saya membuat ibunya menangis. Namun, ia membuat ratusan ibu tidak menangis untuk anak-anak mereka,” tutur ayah Hasan, Mujahid Ali kepada surat kabar Pakistan, Express Tribune, sebagaimana dilansir AFP.(inilah/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (16 votes, average: 9,19 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Mengantar ke Sekolah dan PLS untuk Apa?