Home / Berita / Internasional / Afrika / 3 Kali Berturut-turut Pesepakbola Muslim ini Sabet Gelar Pemain Terbaik

3 Kali Berturut-turut Pesepakbola Muslim ini Sabet Gelar Pemain Terbaik

Yaya Toure, ketika menerima penghargaan sebagai pemain terbaik Afrika 2011. (Foto: sunnewsonline.com)
Yaya Toure, ketika menerima penghargaan sebagai pemain terbaik Afrika 2011. (Foto: sunnewsonline.com)

dakwatuna.com – Nigeria.  Gelandang Manchester City, Yaya Toure, terpilih untuk kali ketiga secara berturut-turut sebagai Pemain Terbaik Afrika.

Pemain Timnas Pantai Gading itu di daulat sebagai Pemain Terbaik Afrika 2013 dalam acara yang diumumkan di Lagos, Nigeria, Kamis (9/1/2014). Toure menyisihkan gelandang Chelsea, John Obi Mikel dan penyerang Galatasaray, Didier Drogba yang juga untuk kali ketiga menjadi runner-up.

Toure berhasil menyabet gelar serupa pada tahun 2011 dan 2012. Pemain berusia 30 tahun itu menjadi pemain kedua yang berhasil mempertahankan gelar tersebut tiga kali berturut-turut di era modern.

Sebelumnya, prestasi mentereng itu pernah ditorehkan penyerang Chelsea, Samuel Eto’o yang menyabet penghargaan rentang 2003-2005. Lalu, ada juga nama Legenda Ghana, Abedi Pele, yang pernah meraih gelar itu pada medio 1991-1993, saat penghargaan ini masih diberikan oleh majalah Prancis, France Football.

Penampilan Toure dalam beberapa musim terakhir terbilang stabil. Dalam asuhan Manuel Pellegrini, Toure saat ini menjadi ruh permainan The Citizens.

“Saya sangat bangga dan juga senang menerima penghargaan ini. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada saudara saya, John Obi Mikel, dan Didier Drogba,” kata Toure seperti dikutip Sky Sports. (inilah/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 8,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Pauline Hanson dalam pidatonya yang bernada Islamofobia di Parlemen Australia, Rabu (14/9/2016). (abc.net.au)

(Video) Seorang Anggota Parlemen Australia: Kita Dalam Bahaya Dibanjiri Muslim