Home / Berita / Nasional / CO Creation For Nation: Menggagas Nutrisi Bagi Bangsa

CO Creation For Nation: Menggagas Nutrisi Bagi Bangsa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Gizi Anak Papua (foto: PKPU)
Gizi Anak Papua (foto: PKPU)

dakwatuna.com Bermula dari peringatan Milad ke 14, Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU memancangkan konsep besarnya yang disebut, “Co Creation for Nation”.  Artinya, ke depan PKPU akan menjalankan program berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, dan hasilnya harus berdampak luas dan jangka panjang, sehingga cita-cita mensejahterakan masyarakat marginal dapat tercapai.  Sederhananya, mendampingi para mustahik (penerima zakat) dan kaum marginal lainnya dalam berbagai program, hingga kelak dapat menjadi para muzakki.  Mencipta masyakarat philantropy.  Sederhana tampaknya, namun kerja besar dan ikhtiar sungguh-sungguh, terstruktur, sistematis dan berkelanjutan sangat diperlukan.  Itu sebabnya, 14 tahun lamanya PKPU membangun “akar” yang kuat di dalam sistem dalam melayani masyarakat.  Bukan tahun yang singkat untuk menyatakan, “Kami siap untuk mencapai anak tangga berikutnya!”

Agung Notowiguno, CEO PKPU menjelaskan bahwa sebagai lembaga kemanusiaan, PKPU menganut filosofi bambu.  Butuh waktu yang lama untuk serumpun bambu tumbuh, tinggi besar dan menjulang.  Namun, ketika ia cukup besar, ia memiliki akar yang kokoh mencengkram bumi kuat-kuat.  Ketika ditebang, akar yang kuat tersebut bekerja menumbuhkan tunas-tunas baru. Ia tak mudah dimusnahkan.  Sebuah perumpamaan, bagaimana PKPU secara pelan dan hati-hati menempatkan diri di dalam khazanah layanan masyarakat.  “Saat inilah, kita siap untuk mengubah paradigma terhadap lembaga-lembaga yang bekerja di ranah kemanusiaan”

Jadi, alih-alih menghimpun dana kemudian baru mengartikulasikan program untuk penyaluran, PKPU akan melakukan hal sebaliknya.  PKPU akan menjabarkan apa yang menjadi kebutuhan suatu masyarakat yang memang  sangat memerlukan pemberdayaan.  Singkatnya sangat perlu dibantu untuk kemandirian.  Dianalisis kebutuhannya, direncanakan bagaimana mencapai kemandirian, dan disediakan perangkat evaluasinya.  Hal inilah yang akan dipaparkan ke hadapan para stakeholder.  Implikasi logis dari sebuah program adalah donasi.  Donasi dihimpun benar-benar faktual sesuai kebutuhan.  Sehingga rencana program tersebut senantiasa ada dan terus digali sedalam mungkin dari apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.  Tidak menyuapkan, tetapi lebih kepada menjadi fasilitator sebuah jalan panjang mencapai kemandirian.

PKPU secara tegas menyatakan bahwa program-program yang akan dijalankan ke depan benar-benar program yang menjadi kebutuhan masyarakat.  Prosesnya tidak main-main, awal tahun semua stakeholder diajak duduk bersama dalam sebuah focus group dan survai yang inten dari sebuah lembaga yang terpercaya, mulai stakeholder yang ada di Jakarta hingga stakeholder yang ada di seluruh cabang PKPU di Indonesia.  Para muzakki/donatur aktif menyampaikan masukan tentang program yang akan dijalankan dan bagaimana keterlibatan mereka di masing-masing program.

Untuk menjamin keberhasilan konsep “Co Creation for Nation” ini, PKPU telah menjalin kerjasama dengan para ahli dari kalangan akademisi yang berkompeten, hingga diluncurkanlah Buku Indeks Peta Potensi Daerah PKPU.  Bukan sekedar buku biasa.  Buku yang dibuat dengan melibatkan sejumlah pakar dengan data-data terpercaya dan dikerjakan dengan kaidah ilmiah ini diharapkan, kita tidak keliru dalam memetakan persoalan suatu daerah.  Program yang dijalankan haruslah sesuai dengan karakteristik masyarakat dan potensi yang dimiliki wilayah yang bersangkutan.  Pengalaman bertahun menjalankan program pemberdayaan masyarakat, PKPU menyadari benar hal ini.  Meskipun tak kecil pembiayaan untuk ini.  Sebuah harga yang sesuai untuk bekerja menjawab kebutuhan masyarakat.

Penggalian potensi daerah melalui buku ini, merupakan wujud nyata dari ikhtiar PKPU turut serta mengentaskan suatu wilayah dari kemiskinan dan ketertinggalan.  Harapannya adalah sinergi upaya pemberdayaan dengan potensi daerah akan mendorong pembangunan yang berkelanjutan (development sustainability).

Wujud nyata Co Creation for Nation PKPU di tahun 2014 akan menjadikan program Gizi sebagai core program. Artinya, konsentrasi PKPU akan dirahkan pada upaya-upaya peningkatan gizi suatu masyarakat, sehingga dapat dibangun masyarakat yang memiliki ketahanan, terhindar dari penyakit berbahaya dan menular, dan melahirkan generasi bangsa yang sehat, cerdas dan berkualitas hidupnya.  Ini tak semata-mata memberi nutrisi bagi orang lapar, tetapi upaya sistemik untuk meningkatkan gizi dari hulu ke hilir.

Program-program PKPU di bidang kesehatan dan gizi seperti: Budarzi, Sagita, Sehati (Pemberdayaan Masyarakat dalam peningkatan pendidikan Gizi dan Pendampingan Balita Gizi Buruk dan Gizi kurang), Srikandi Akademi (Pemberdayaan Bidan dan Pemberian Alat untuk membuka praktek), Ayo Melek Gizi, Gizi Kita (Edukasi Gizi Seimbang), PMT (Pemberian Makanan Tambahan), Bantuan alat ke Posyandu, Mobil Sehat (Edukasi Gizi Keliling) akan semakin ditajamkan ke depan dengan dukungan dari program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan manajemen bencana.  Ya, karena kerawanan pangan dan gizi sering sekali terjadi di daerah rawan bencana atau pasca bencana.Dalam situasi respon kebencanaan, penyediaan kebutuhan konsumsi nutrisi yang cukup sangat penting dalam hak dasar penyintas (survival) sesuai code of conduct kemanusiaan.

Semua program gizi akan didampingi dengan program pendidikan yang mendukung baik secara formal maupun pendidikan bagi masyarakat.  Demikian juga dengan program pemberdayaan ekonomi yang diarahkan kepada masyarakat yang tengah didampingi program gizi.  Ya, ekonomi yang buruk berdampak pada gizi yang buruk.  Jika perekonomian kuat, maka tercipta masyarakat yang mampu mengkonsusmi gizi yang tepat.  Ketika terjadi kerawanan bencana, maka maslaah gizi korban bencana alam, utama sekali kelompok rentan, akan akan menjadi fokus perhatian.

PKPU akan menyelaraskan semua program yang dilaksanakan untuk mencapai sebuah cita-cita, yang kita sebut saja, “Nutrisi Bagi Bangsa”. (Rahma Damayanty/PKPU/ded/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sejak kecil menggemari segala jenis masakan. Hingga kini senang membaca dan mengakrabi aksara.

Lihat Juga

Prosmiling (Program Kesehatan Masyarakat Keliling) di Desa Pasarean Kecamatan Pamijahan, Kampung Sindang Asih, Bogor, Ahad (13/11/2016). (Dita/Putri/PKPU)

HAI UEA – PKPU Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Kampung Sindang Asih Bogor