Home / Berita / Internasional / Afrika / Kudeta Militer di Mesir Menurut Ulama Syariah Negara-negara Teluk

Kudeta Militer di Mesir Menurut Ulama Syariah Negara-negara Teluk

Ajil Nasymi, ketua Ikatan Ulama Syariah Negara-negara Teluk (inet)
Ajil Nasymi, ketua Ikatan Ulama Syariah Negara-negara Teluk (inet)

dakwatuna.com – Kuwait. Ketua Ikatan Ulama Syariah Negara-negara Teluk, Dr. ‘Ajil Nasymi, mengecam keras apa yang dilakukan oleh menteri pertahanan kudeta Mesir, Jenderal As-Sisi.

Dalam artikel yang dimuat oleh harian Al-Wathan, Nasymi menekankan bahwa As-Sisi sama sekali tidak memiliki legalitas untuk memimpin Mesir, rakyat Mesir pun tidak berkewajiban untuk loyal dan menaatinya.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika seseorang yang merebut kekuasaan ingin ditaati. Dari beberapa syarat tersebut, tidak ada satu pun yang dipenuhi oleh As-Sisi. Oleh karena itu, As-Sisi tidak wajib ditaati, bahkan harus dikenakan hukum had khawarij, yaitu orang yang melakukan pemberontakan atas pemimpin sah yang melaksanakan hukum Allah swt.

Nasymi menyebutkan beberapa syarat yang dimaksud. Di antaranya, seorang pemimpin yang merebut kekuasaan harus menegakkan syariat dan berjuang dalam menyebarkan agama Islam. Adapun As-Sisi, dia malah bertindak memerangi agama Islam di Mesir dengan menutup semua channel televisi Islam, menutup yayasan-yayasan Islam, membekukan rekening organisasi Islam, menumpahkan darah umat Islam, dan sebagainya.

Di antara syarat yang lain, seorang pemimpin yang merebut kekuasaan harus menjaga jabatan imam dalam mengganti peran rasul dan mengurus kehidupan umat. Sedangkan As-Sisi, dia malah merebut kekuasaan dari pemimpin yang sah, dipilih oleh rakyat karena diharapkan bisa menegakkan keadilan dan hukum Islam. Pemimpin sah itu dipilih rakyat juga karena mempunyai orientasi keislaman yang jelas.

Oleh karena itu, di akhir artikelnya Nasymi menjelaskan, hal yang harus dilakukan saat ini adalah tidak membiarkan As-Sisi mengokohkan kedudukannya sebagai penguasa Mesir, agar kekuasaan militer tidak kembali lagi ke Mesir. Menurutnya, para ulam berkewajiban untuk menjelaskan hal ini kepada seluruh rakyat, karena nantinya ketentuan ada di tangan mereka. (msa/dakwatuna/islammemo)

 

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • saudagarunyil

    koq baru muncul sekarang ya artikelnya? kan udah lama kudetanya? nda apa-apa lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. SAY NO TO AS-SISI.. katakan tidak pada Assisi. Muhammad Mursi YES!!!

    • Hamba Allah

      mungkin saja, mereka sibuk mencari2x ulama yang setuju dengan
      pendapat mereka, namun sekian lama belum ketemu, dan baru ketemu
      sekarang…makanya di update sekarang..

      Rakyat mesir benar2x dah bosan dengan IM…
      referendum uu kemarin membuktikan.
      Referendum uu 2012….diikuti 17jutaan. yang (yes) dibawah 70 %
      Refendun uu 2014….. diikuti 20jutaan.. yang (yes) 98 %.
      Kalau IM tidak bisa bermain cantik, dan hanya mengedepankan emosi, dan balas
      dendam. maka tidak akan mendapatkan dukungan dari rakyat.

      • Abu Tharra Hanif

        Seorang hamba Allah sejati biasanya bersikap lemah lembut kpd sesama mukmin, keras thd kezaliman, tidak merasa paling tahu dalam segala urusan dan selalu menyampaikan kebenaran dengan mengutamakan fakta dan data akurat diatas pendapat & kepentingan pribadi/golongan. Sungguh disesalkan sekali jika yang terjadi malah sebaliknya…..

        • Hamba Allah

          ada yang salah dari koment saya? silahkan diberikan pencerahan..

          • mas adhi

            tulisan anda cukup tendensius..menuding IM sibuk mencari ulama yg pro dengan anti kudeta…ditambah lagi menambahkan data2 / kesimpulan bahwa rakyat mesir udah bosan dengan IM…refendrum 2014 diikuti 20 jutaaan orang…mudahan data itu dari sumber yg dapat dipercaya bukan dari media2 yg memang mendukung kudeta militer…atau sy berbaik sangka..anda punya korespondensi langsung dng (sebagian) rakyat mesir..sehigga bisa mempertanggungjawabkan nanti di akhirat…

          • Hamba Allah

            1. Jika anda punya penafsiran lain silahkan di sebutkan, saya memberikan salah satu kemungkinan, jika anda punya kemungkinan yang lain maka silahkan dituliskan?

            2. “menuding IM?” sebaikan mas adhi kalau mau komen, silahkan baca komentar dengan baik terlebih dahulu, sehingga tidak sembarangan ngomong. Saya kira komen saya itu buat situs dakwatuna dan adminnya, jadi bukan IM kecuali jika anda berkeyakinan bahwa dakwatuna milik IM.

            3. “refendrum 2014 diikuti 20 jutaaan orang”, apakah anda punya data selain itu? silahkan di sebutkan. Apakah anda punya bukti kecurangan? silahkan disebutkan.

          • Fajar Muhammad Hasan

            lihat saja videonya. lihat pakaiannya. saat ini mesir musim apa dan mereka pakai pakaian musim apa. :D tinggal ngasih tulisan “live”, sebuah rekayasa media yang agak gegabah dari tim sisi. Juga lihat komentar2 dari yang keluar TPS. “Yang datang sangat banyak tapi kami cepat sekali nyoblos tidak seperti referendum yang dulu harus antri panjang”………….
            Bisa diartikan sendiri kalau anda cerdas…

  • Hamba Allah

    Secara umum, azil an Nasyimi membolehkan kudeta, dengan syarat2x tertentu. Di antaranya, seorang pemimpin yang merebut kekuasaan harus menegakkan syariat dan berjuang dalam menyebarkan agama Islam.
    Saya ingin bertanya: Syekh ini kan dari kuwait, dari negara2x teluk. Mursi kan diturunkan oleh rakyatnya, dan militer selalu berpihak pada rakyat.

    coba kita lihat negara teluk:
    apakah boleh mengkudeta irak, dengan membonceng tentara2x kristen? apakah boleh menjadikan tanah sendiri sebagai pangkalan militer tentara kristen untuk menghancurkan negara islam? mereka itu: Saudi Arabia, Qatar, Kuwait, dan lainnya. Apakah mengkudeta pemerintah yang sunni, dan kemudian memberikannya kepada Syiah itu boleh? Apakah mengkudeta Qozzafi yang mengakibatkan korban lebih dari 50.000 dengan menggandeng tentara2x kristen itu boleh? apakah memerangi bassar asad dengan mengemis bantuan kepada Eropa yang kristen itu boleh? Apakah mengajak tentara kristen untuk ikut campur masalah mesir, dan mengajak nato untuk beroperasi melawan rakyat mesir itu boleh didalam islam?

Lihat Juga

bank syariah

Good Corporate Governance (GCG) di Bank Syariah dan Bank Konvensional

Organization