Home / Berita / Nasional / Pertumbuhan Asuransi Syariah Di atas Konvensional

Pertumbuhan Asuransi Syariah Di atas Konvensional

Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) - ilustrasi (Foto: infobanknews.com)
Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) – ilustrasi (Foto: infobanknews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) yakin, 2013 akan menjadi tahun yang menggembirakan. Hal ini selain karena faktor pertumbuhan yang masih berada di atas konvensional, juga karena regulasi Otoritas Jasa Keuangan.

Ketua Umum AASI, Mohammad Shaifie Zein, menyatakan dari perkembangan aturan sampai catatan pertumbuhan asuransi syariah di kuartal III 2013, membuatnya optimis. Ia pun yakin pertumbuhan asuransi syariah masih berada di atas konvensional.

Ia menyatakan di 2013 target pertumbuhan adalah 35 persen. Sedangkan tahun ini, ia berharap bisa mencapai angka di atas tersebut.

Sebagai catatan, pertengahan Desember 2013, AASI menyatakan pertumbuhan premi asuransi syariah di 2013 mencapai 43 persen. Padahal di saat yang sama pertumbuhan asuransi konvensional hanya 20 persen. Apalagi, tambah dia terkait tarif, anggota AASI ikut dalam aturan yang akan dikeluarkan OJK. Aturan tersebut menurut dia akan jauh lebih ketat, sehingga ada potensi peningkatan pendapatan industri asuransi syariah.

AASI, ungkap Zein, juga akan meluncurkan Takaful Mikro. AASI akan bekerja sama dengan mitra internasional untuk meluncurkan produk ini. Ia menjelaskan Takaful Mikro bukanlah produk khusus sebuah perseroan, namun berlaku untuk semua asuransi syariah. Bahkan sebelumnya, pihak dia telah melakukan survei keinginan utama masyarakat.

”Survei kami adalah apa sih sebenarnya kebutuhan mendasar masyarakat dalam asuransi,” tuturnya, Selasa (7/1).

Ia merencanakan produk ini diluncurkan Juni mendatang. Sementara itu, hal lain yang juga meningkatkan pertumbuhan asuransi syariah adalah kewajiban agen bersertifikasi pada Juli 2014.

Ia mengatakan aturan ini adalah mewajibkan seluruh agen, termasuk agen asuransi syariah untuk memiliki sertifikasi. Artinya masyarakat akan mendapat informasi yang lebih kaya dan berimbang melalui orang yang paham asuransi syariah. Namun efek lebih besar dari kewajiban sertifikasi, ia yakini ada di 2015.

Hingga Kuartal III 2013, asuransi jiwa syariah disebut telah mencatat pendapatan premi hingga Rp 12,15 triliun. Sementara dana pengelolaan sebesar Rp 1,65 triliun dan beban klaim mencapai Rp 1,18 triliun. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.