Home / Pemuda / Mimbar Kampus / Jangan Takut Jadi Aktivis Kampus

Jangan Takut Jadi Aktivis Kampus

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

 

Ilustrasi (donialsiraj.wordpress.com)
Ilustrasi (donialsiraj.wordpress.com)

dakwatuna.com Untuk apa sih ikut organisasi-organisasi? Tugas kita di kampus ini ya kuliah saja, belajar, ngerjain tugas, dapat IP yang bagus terus cepat lulus. Ikut organisasi itu mengganggu jadwal kuliah, nanti bisa-bisa IPK kita jelek, lama lulusnya gara-gara ngurusin organisasi.

Apakah kita sempat berfikir demikian? Atau kita termasuk yang demikian? Atau pernah mendengar teman yang berkata demikian ketika kita ingin mengikuti organisasi di kampus? Pandangan bahwa ikut organisasi mahasiswa dapat mengganggu perkuliahan memang telah muncul sejak lama. Tapi sebenarnya tidak seperti itu. Soal ikut organisasi mahasiswa ganggu kuliah atau tidak, semuanya kembali ke mahasiswanya masing-masing. Misalnya, kalau kita memiliki manajemen waktu yang baik, kita pastinya dapat memprioritaskan mana yang saat itu lebih penting. Apakah sedang ada tugas kuliah yang deadline pengumpulannya dalam waktu dekat, atau persiapan acara organisasi yang waktunya lebih mendesak.

Semua orang seharusnya tak lepas dalam mengikuti organisasi, karena pada dasarnya kita adalah makhluk sosial. Karena itu bagi saya organisasi menjadi sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dengan mahasiswa yang menimba ilmu di kampus. Organisasi sangat penting untuk mahasiswa, manfaatnya banyak sekali untuk masa depan. Dengan catatan, kita berperan sebagai partisipan aktif, bukan sebagai anggota yang sekadar terdaftar namanya saja dan jarang mengikuti kegiatan yang diadakan. Namun kesadaran berorganisasi itu sangat minim dewasa ini. Sudah semakin berkurang tampaknya mahasiswa yang berminat untuk bergabung dengan organisasi-organisasi yang ada di kampus. Padahal, dengan berorganisasi kita mampu menemukan jati diri kita sesungguhnya sebagai kaum intelektual, kita juga dapat melatih memimpin diri sendiri bahkan orang lain. Tidak hanya sekadar duduk dan mendengarkan dosen memberi perkuliahan, lalu pulang mengerjakan tugas, dan begitu lagi keesokannya.

Terdapat banyak manfaat yang berguna ketika di organisasi bagi pembentukan diri kita dan juga untuk kehidupan kita yang akan datang. Berikut beberapa manfaat yang kita dapatkan dalam organisasi, di antaranya:

  1. Melatih Kepemimpinan dan Speaker yang Baik
    Ketika ikut organisasi, pastinya akan ada banyak hal yang harus kita urus seperti acara-acara organisasi, yang tentunya melibatkan banyak orang, baik itu sesama mahasiswa anggota organisasi ataupun orang-orang di luar organisasi. Jika kita ikut organisasi kampus, biasanya kita akan memiliki sikap dan karakter yang lebih aktif dibanding mereka yang tidak ikut organisasi. Kita akan lebih banyak terlatih dalam mengutarakan pendapat di hadapan orang lain ataupun menggerakkan dan mengarahkan teman-teman sesama anggota ketika organisasi sedang mengadakan suatu acara. Jika saat ini belum terbayang seperti apa rasanya mengarahkan teman-teman sendiri, jika nanti sudah berpartisipasi dalam organisasi, sadar atau tidak sadar, kita akan terperangah bahwa sesungguhnya kamu mampu melakukannya. Dan kita juga akan terbiasa berbicara di hadapan semua anggota organisasi.
  2. Belajar Mengatur Waktu
    Dengan ikut organisasi, memang waktu yang biasa kita gunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas akan berkurang. Seperti pandangan kebanyakan mahasiswa saat ini. Namun, dengan begitu mahasiswa yang berorganisasi akan lebih cermat dalam menggunakan setiap waktunya agar keduanya dapat berjalan sama-sama lancar dan tidak ada yang terbengkalai. Mungkin memang pada awalnya kita akan sedikit kewalahan membagi waktu untuk kuliah dan organisasi. Tapi, lama-lama akan semakin terbiasa. Selanjutnya, kebiasaan ini dapat terus terbawa sepanjang sisa hidup kita.
  3. Mengasah Kemampuan Sosial
    Jika kita bergabung dalam organisasi, umumnya secara sosial akan lebih aktif. Kita juga akan terlatih berinteraksi dengan berbagai macam tipe orang. Tidak hanya teman-teman satu jurusan, tapi juga dengan teman-teman dari program studi yang lain. Dengan ini, tentu akan semakin memperluas pemahaman kita untuk mempelajari berbagai karakteristik orang. Sesuai pengetahuan umum, manusia adalah individu unik. Semakin luas pergaulan kita, maka pemahaman kita akan manusia dapat semakin kaya.
  4. Problem Solving dan Manajemen Konflik
    Banyak berinteraksi dengan orang dari berbagai karakteristiknya, merupakan hal yang pasti bisa terjadi jika satu atau dua kali terlibat konflik dengan mereka. Jika kita telah terbiasa melewati hal ini, sudah pasti kita juga telah mendapat berbagai cara menyelesaikannya. Kita akan mengetahui bagaimana berhadapan dengan orang yang memiliki karakteristik A, B atau C.
  5. Lebih Mudah Mendapat Pekerjaan
    Untuk yang satu ini merupakan keuntungan tersendiri bagi mahasiswa yang aktif dalam organisasi. Hampir seluruh mahasiswa pasti berniat bekerja setelah dirinya lulus dari perkuliahan. Tak sedikit yang berpikir bahwa bekerja ditentukan dari tingginya IPK. Memang, hal itu juga menjadi salah satu patokan, tapi bukanlah satu-satunya patokan perusahaan yang berpengaruh besar. Perusahaan juga akan melihat pada pribadi individu tersebut. Dengan banyaknya pengalaman kita mengikuti organisasi, maka bisa menjadi gambaran bahwa kita memiliki karakter pekerja yang diinginkan. Karena manfaat-manfaat yang sebelumnya di atas adalah sifat-sifat yang dibutuhkan oleh kebanyakan perusahaan. Kita juga dapat lebih mudah mendapat pekerjaan jika mengikuti organisasi. Di samping itu, banyak yang mengatakan bahwa organisasi mahasiswa adalah ajang simulasi dunia kerja.
  6. Memperluas Pergaulan dan Jaringan
    Di dalam organisasi akan banyak orang baru yang kita kenal. Kita akan lebih gaul dan mengenal banyak teman. Karena dalam organisasi terdapat teman-teman mahasiswa seangkatan, senior, mahasiswa dari jurusan lain, orang lain atau praktisi di bidang organisasi atau jurusan yang kamu pilih, dan sebagainya. Teman-teman dalam organisasi itu juga bisa menjadi jaringan untuk mempermudah mencari pekerjaan.  Dengan mengenal mereka, kita akan dapat memperoleh informasi mengenai lowongan pekerjaan. Entah itu dari kantor tempat mereka bekerja atau dari informasi yang mereka miliki. Dan menurut kebiasaan di berbagai perusahaan, rekomendasi kandidat dari karyawan yang sudah bekerja di perusahaan tersebut biasanya prosesnya bisa lebih cepat, karena mereka telah memiliki gambaran dari karyawan dalam tersebut tentang kita sebagai calon karyawan baru.

Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa organisasi begitu sangat penting untuk mahasiswa. Di mana ketika seseorang lulus dari bangku kuliah, mulai saat itu ia akan menjalani kehidupan yang sebenarnya.  Kita tidak akan mendapatkan kemampuan-kemampuan tersebut di dalam materi kelas. Karena itu merupakan soft skill yang harus kita asah sendiri. Saat berada di dalam kelas, kita sebatas mendapat pengetahuan teknis akan suatu disiplin ilmu.

Maka mulai saat ini berpikirlah untuk mengikuti organisasi-organisasi. Baik di dalam kampus atau di luar kampus. Jangan terpengaruh dengan pandangan negatif orang tentang aktivis organisasi. Jika kita memang baik dalam menjalaninya, maka kita pun akan mendapatkan semua manfaatnya.

Paling utama yang harus kita miliki dalam berorganisasi yaitu keinginan kuat. Jika kita sudah punya keinginan kuat mengikuti organisasi, maka akan mudah bagi kita untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya dan mampu untuk menjalani rutinitas kita yang dipenuhi banyak kegiatan. Sadar tidak sadar apa yang kita dapat di organisasi sangatlah berpengaruh dalam dunia kerja setelah lulus, dalam kehidupan masyarakat, bahkan juga dalam keluarga.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,29 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Uswatun Nisa
Mahasiswi. Seorang muslimah yang terus berjuang menjadi lebih baik, berusaha menjadi manusia terbaik, yaitu yang memberi manfaat kepada orang lain.

Lihat Juga

Balada Aktivis Peradaban