Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Karena Aku Muslimah

Karena Aku Muslimah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Judul buku : Karena Aku Muslimah
Penulis : Annisa Writer’s
Penerbit : Asrifa
Terbit : Desember 2013
Tebal : 150 Halaman

Karena Aku Muslimah

Cover buku "Karena Aku Muslimah".
Cover buku “Karena Aku Muslimah”.

dakwatuna.com Menjadi seorang muslimah itu tidak mudah. Harus ada yang dikorbankan. Tertawa, pergaulan, sikap dan segala tingkah laku yang menjadi sorotan mereka yang berada di sekeliling kita. Terkadang kita menjadi orang yang dianggap memiliki ilmu yang lebih dibandingkan orang lain, karena penampilan yang syar’i dan terlihat seperti ustadzah.

Perjalanan mencari hidayah juga tidak berjalan dengan lancar dan tanpa rintangan yang terus saja harus dilalui demi menguatkan tekad dan hati bahwa jalan hidayah itu juga tidak mudah. Jalan menuju surga itu tidak gampang, penuh lika-liku dan berbagai problematika yang terus bergejolak. Namun, seiring waktu yang berjalan, orang-orang yang dulunya anti berat sama kita bisa menjadi pendukung utama atau sponsor utama untuk kita hijrah menutup aurat yang telah diperintahkan Allah dalam surat An-Nur: 31. Sungguh dahsyat kalam-Nya yang menjadikan seorang wanita menjadi begitu berharga dan sangat berharga dalam menjaga aurat yang memang mengandung syahwat untuk menghindari laki-laki menggodanya. Namun, ketika telah berhijab, godaan-godaan laki-laki juga tidak juga berhenti. Ada saja yang menganggu, padahal sudah menutup aurat, so…gimana yang belum menutup auratnya dengan jalan yang syar’i. Yup, temukan jawaban dan berbagai cerita dari muslimah-muslimah yang tergabung dalam “Annisa Writer’s”. Pengalaman yang menarik dan selalu menggugah perasaan bahwa menjemput hidayah-Nya butuh perjuangan. Karena surga-Nya itu begitu nikmat dan dahsyat pesona-Nya. Maka, mendapatkannya tidak bisa tanpa mengandalkan usaha dan kerja keras.

Jika kau bertanya tentang diriku? Jika kau penasaran dengan perubahanku? Jika kau bingung dengan penampilanku? Jika kau aneh dengan adaku? Jika kau pun menjauhiku!

Sekarang, mungkin bagimu, aku telah berbeda, tak seasyik dan supel dulu pada semua orang, dan aku jadi tak banyak bicara atau menuntut, lalu kurang suka dengan pembicaraan yang tak berbobot. Dan, setiap permintaanmu atas diriku tak selalu bisa aku penuhi, semuanya selalu aku pertimbangkan. Jika tak sesuai Islam maka aku tolak.

Lalu, bingungmu dengan model pakaianku yang begitu lebar dan besar, serta kerudung yang panjang menjulur. Akhirnya, kau pun bertanya tanpa ada jawab dariku, karena kau tak pernah berani bertanya kepadaku secara langsung. Akhirnya, kau pun pergi menjauh! Inilah goresanku untukmu, agar kamu temui jawab dariku.

Jawabku! Karena aku muslimah! Dan aku wajib terikat dengan syariat Islam atau hukum Allah. Sekarang aku memilih untuk taat bukan penolak hukum Allah. Aku sekarang sadar, mata hatiku telah terbuka pada kebenaran yaitu Islam. Apa yang terjadi padaku dulu karena ketidaktahuanku. Karena Islam bagiku dulu hanya sebatas ibadah mahdhah saja, aku hanya tahunya Islam itu cukup shalat, zakat, puasa, naik haji, sedikit tentang pernikahan, kelahiran dan kematian. Padahal Islam mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam hal mengatur tentang diriku. Pengetahuan baruku inilah yang membuat aku melepaskan masa laluku yang teramat dangkal dan kelam. Kini aku ingin menjadi sebaik-baiknya umat, aku ingin menjadi wanita shalihah. Apakah aku salah?

Kawan, dengan hijab ini aku menjadi nyaman dan tenang. Walaupun bagi mereka dan mungkin juga bagimu begitu aneh. Banyak respon mereka yang membuat panas dan gerah telingaku. Namun, semuanya mampu kutepis.

“Wah, ckckckck… tak kusangka kamu sekarang jadi ustadzah.” Gerai tawa mereka menggodaku.

“Mhmm… si bau surga datang nich…” Celetuk mereka di saat aku mendekat.

“Assalamu’alaikum ustadzah.” Salam yang hanya buat olok-olokan ketika aku mendekat mereka.

“Wah, jadi bersih lantai rumah, ternyata ada yang ngepel nich, hebat bajunya bisa buat ngepel.” Sambut tawa yang membuat aku sedih.

“Mau yasinan yaa bu!” Celoteh nakal mereka tak mau berhenti.

Respon mereka yang tak paham dengan konsep taat memang bermacam-macam. Inilah yang memaksa aku untuk terus bertahan, dan mampu membuat aku tertempa untuk betul-betul bisa menjadi muslimah tangguh. Sungguh perjuangan yang mampu melelehkan air di kedua pipiku.

Dan, karena aku muslimah makanya aku begini. Karena aku lebih mencintai Allah makanya aku lebih memilih untuk bertahan. Tak guna dunia dan seisinya menjadi bagianku jika Allah tak ridha kepadaku. Jika saja tak ada perintah dalam menutup aurat, maka ngapain aku mesti ribet-ribet dan berkeras hati dengan gaya pakaianku? Agar kamu tau, ini bukti taatku dan takutku akan azab Allah. Sehingga aku memilih untuk menjadi seperti ini.

Inilah aku. Aku telah menemukan cahaya terang yang mampu menerangi gelapnya hidupku. Hidayah yang sudah ada berupa al-Qur’an dan dengan meneladani Rasulullah Muhammad saw, serta para sahabat yang membuat aku ingin menjadi hamba terbaik. Hatiku telah terpaut dengan indahnya Islam, sekarang Islam kujadikan landasan hidupku dan pandangan hidupku, tidak yang lain. Ternyata dengan kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah semuanya telah kutemui jawaban yang teramat jelas tanpa liku.

Ketahuilah, bukan berarti aku tak rapuh, bukan berarti aku setegar ini sebenarnya. Aku kini hidup dalam rasa terasing yang teramat sangat. Sangat berbeda dengan keadaanku tatkala aku tak mau terikat dengan aturan Allah. Sekarang, air mata sudah menjadi sabahat yang menyejukkanku. Dulu, aku bebas dan enjoy dalam menikmati hidup. Tak ada yang membebaniku…karena dulu hidupku tanpa aturan, aku dibiarkan bebas lepas. Sedang sekarang Allah senantiasa bersamaku! Semakin Allah ingatkan aku dengan cobaan, maka aku semakin dekat dengan Allah, sungguh nikmat yang tiada ditemukan di swalayan atau supermarket terkenal sekalipun di dunia ini.

Mungkin aneh bagi mereka yang tak paham dengan mode pakaianku. Baju kurung atau gamis yang kupilih sebagai mode pakaian yang kupakai setiap hari, serta lengkap dengan kerudung panjang yang terjulur hingga dadaku. Di antara mode trend baju ala Barat yang lagi trend, tiba-tiba aku muncul dengan pakaian yang itu tak sama dengan wanita kebanyakan di dunia ini.

Seperti inilah wanita muslimah itu. Sederhana, namun bersahaja. Jangan pernah menganggap hal ini diskriminasi terhadap wanita. Karena aku menikmati setiap detik perjalanan hidupku. Setiap gerak juangku hanya meraih pahala dan ridha Allah. Dan inilah muslimah itu, dia memang khas tak mudah tergoda dengan model, trend, gaya, dan lain-lain yang tak bersumber dari Islam. Semoga akupun tetap mampu bertahan dalam taat ini hingga nyawa lepas dari jasadku. Insya Allah!

Buku ini sangat menggugah saya ketika membacanya, begitu juga Anda yang harus memilikinya semoga mendapatkan pengalaman dan cerita yang luar biasa. Cerita inspiratif dan cerita nyata.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (15 votes, average: 8,13 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nabilah Hurin
Guru SDN 4 Dendang Belitung.
  • Sachika A Maharany

    sama dengan yang saya rasakan

Lihat Juga

Muslimah 3 Dimensi