Home / Berita / Internasional / Asia / Haniyah Keluarkan Keputusan Penting untuk Permudah Rekonsiliasi

Haniyah Keluarkan Keputusan Penting untuk Permudah Rekonsiliasi

PM Palestina Ismail Haniyah (pip)
PM Palestina Ismail Haniyah (pip)

dakwatuna.com – Gaza.  PM Palestina Ismail Haniyah mengumumkan sejumlah keputusan penting yang dengan sendirinya mempermudah proses rekonsiliasi nasional Palestina. Hal tersebut dia sampaikan selama konferensi pers di departemen luar negeri di kota Gaza, Senin (6/1).

Dia menegaskan akan mengizinkan semua warga Gaza yang keluar dari Jalur Gaza setelah konflik internal Palestina untuk kembali ke Jalur Gaza agar berada di antara keluarga mereka. Kecuali mereka yang sedang menjalani proses hukum. Dia mengatakan, “Keputusan ini memiliki dampak positif bagi ratusan keluarga kita.”

Haniyah juga memutuskan pembebasan sebagian tahanan yang memiliki masalah keamanan yang berdimensi politik dari para kader gerakan Fatah. Meskipun sudah ada keputusan hukum atas mereka. Dia menjelaskan bahwa departemen dalam negeri akan membebaskan tahanan dari gerakan Fatah yang sudah dihukum oleh pengadilan dan karena keamanan politik dan nasional, bukan karena atas dasar afiliasinya.

Haniyah menegaskan akan diizinkan para anggota dewan legislatif dari gerakan Fatah untuk berkunjung ke Jalur Gaza. Dia kembali mengumumkan bahwa tahun 2014 ini merupakan tahun rekonsiliasi Palestina.

“Kami tegaskan, kami siap penuh untuk mengambil semua sarana yang positif antara kami dan saudara kami di Tepi Barat,” pungkasnya. Dia menjelaskan akan tetap berada dalam mediasi Mesir serta pemantauan Arab dan Islam.   (pip/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina