Home / Berita / Internasional / Afrika / Akibat Siksaan, Mahasiswi Ini Hadiri Sidang dengan Kursi Roda

Akibat Siksaan, Mahasiswi Ini Hadiri Sidang dengan Kursi Roda

Jihad Khayyath, mahasiswi yang mengalami penyiksaan di tahanan (islammemo)
Jihad Khayyath, mahasiswi yang mengalami penyiksaan di tahanan (islammemo)

dakwatuna.com – Kairo. Ayaat Fathi, juru bicara persatuan mahasiswa Al-Azhar, menyatakan bahwa kejaksaan kudeta menolak melaksanakan putusan pengadilan yang membebaskan Jihad Khayyath dengan jaminan 5 ribu Pound (sekitar 7.5 juta Rupiah). Kejaksaan ternyata melakukan banding atas putusan tersebut.

Dalam persidangan Ahad (5/1/2014) kemarin, Jihad memasuki ruang sidang dengan menggunakan kursi roda. Akibat siksaan yang dialaminya di penjara, Jihad menderita patah tulang dan luka-luka yang cukup serius. Selesai persidangan, dia pun kembali ke tahanannya dengan menggunakan kursi roda.

Mahasiswi tahun pertama Fakultas Islamic Studies Universitas Al-Azhar ini dikabarkan pernah dilarikan ke rumah sakit Qasr Aini, Kairo, untuk mendapatkan perawatan akibat luka-luka dan patah tulang yang dideritanya setelah disiksa. Karena kejadian inilah, beberapa kali persidangan Jihad tidak bisa hadir.

Jihad ditangkap sekitar dua bulan yang lalu ketika pulang dari kampusnya dengan menaiki kereta metro subway. Ketika ditangkap, dia juga mendapatkan perlakukan yang kasar. Dia dipukul hingga tak sadarkan diri. (msa/dakwatuna/fj-p)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 8,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • Saif Uddin

    BIADAB Presiden Mesir As-Sisi semoga Alloh binasakan dgn sehancur-hancurnya karena telah menyiksa wanita muslimah sampai cacat patah tulang. Tunggu baladan Alloh yg lebih dahsyat akan kau rasakan ya as-sisi….!!!

    • Hanya_hamba_Alloh

      Amin

Lihat Juga

Pemerintah Indonesia terus mengupayakan pembebasan 2 orang WNI yang ditahan kelompok OPM di Papua Nugini. (

WNI Disandera OPM, TNI Tegaskan Tidak Akan Barter Tahanan