Home / Berita / Daerah / Istiqamah Berjilbab, Anita Diminta Pindah Sekolah

Istiqamah Berjilbab, Anita Diminta Pindah Sekolah

Ilustrasi (dok. Undip).
Ilustrasi (dok. Undip).

dakwatuna.com –  Kontroversi tentang penggunaan jilbab bagi seorang muslim perempuan masih terus saja berlanjut. Setelah ramai diberitakan tentang penundaan jilbab bagi polwan, kini terjadi pelarangan mengenakan jilbab bagi pelajar disalah satu Sekolah Menengah Atas di Bali.

Anita Wardhana, seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 di Denpasar, Bali diminta untuk pindah sekolah hanya karena bersikeras untuk tetap mengenakan jilbab.

Temuan Tim Advokasi Pembelaan Hak Pelajar Muslim Bali mengungkap tentang praktik pelarangan berjilbab tersebut.  Anita yang sebenarnya sudah berjilbab sejak SMP itu nekad bersekolah dengan berhijab pada  Rabu, 21 November 2012.

Hari itu, mata pelajaran jam pertama adalah pelajaran Bahasa Bali. Ternyata,  guru Bahasa Bali hari ini tidak hadir sehingga menyebabkan proses belajar mengajar tidak efektif alias jam kosong. Tiba-tiba Kepala Sekolah masuk ke kelas Anita untuk memberi nasihat kepada seluruh murid dan bertanya kepada Anita

“Kok bajunya seperti itu?”, Anita diam saja tidak menjawab, lalu Kepala Sekolah Drs Ketut Sunarta menyuruh Anita datang ke ruangan Kepala Sekolah, seperti tertera pada hasil investigasi tim advokasi.

Pada pertemuan kedua ini Kepala Sekolah menegaskan “Kalau pakai jilbab kelihatan atau tidak logo OSIS SMA-nya? Kelihatan atau tidak emblem SMAN 2 nya?”

Kepala sekolah pun menyarankan untuk pindah sekolah saja kalau Anita tetap ingin berjilbab. Anita diminta untuk bertahan saja (tidak memakai jilbab) kalau tetap ingin bersekolah di SMAN 2. Anita menjawab “Kan bisa dinaikin sedikit Pak, kerudungnya jadi masih bisa kelihatan logonya”. Kepala Sekolah tetap tidak mengizinkan.

Lalu tiba-tiba Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan Drs. Ida Bagus Sueta Manuaba, M.Pd., masuk ruangan, beliau menanyakan keperluan Anita di ruang Kepsek. Bincang-bincang kecil terjadi antara Kepsek dan Wakasek.

Berkali-kali Anita disarankan untuk pindah sekolah saja kalau memang tetap ingin memakai jilbab dan diminta untuk segera memutuskan pilihan.

Tepat 08.30 waktu Denpasar, Anita minta undur diri dari perbincangan itu karena ada pelajaran selanjutnya. Ketika Anita masuk kelas lagi, Anita mendapatkan respon yang biasa-biasa saja dari para guru yang mengajar di kelasnya hingga pelajaran usai.

Selain itu, pada tanggal 8 Desember 2012, sekolah menyelenggarakan kegiatan lomba-lomba. Dalam kesempatan itu, Anita mengenakan jilbabnya ke sekolah. Seorang guru yang bernama Ni Putu SukaPutrini, S. Pd.,  pun menegur Anita. Beliau mengatakan “Pindah sekolah saja kalau mau memakai jilbab! Kasihan peraturan sekolah gak ditaati”.

Selama Anita mengikuti ekstra kurikuler, Anita selalu memakai jilbab. Teman-temannya tidak ada yang mempermasalahkan hal itu. Anita pernah mendapat informasi dari temannya bahwa ada pihak sekolah (guru) yang bertanya ke salah satu temannya terkait siapakah yang memakai jilbab di PMR. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (59 votes, average: 8,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • bohsetoi

    Indon bukan negara islam,,,,…..

    • Oriza Maulana

      memang Indonesia bukan negara Islam, tapi berpenduduk mayoritas Islam. toh Indonesia juga bukan negara sekuler, hal” yg berkaitan ttg Agama telah diatur dalam UUD 1945 pasal 29 :) bahkan bunyi sila pertama pun “Ketuhanan Yang Maha Esa” itu berarti hal” yg berkaitan dg Ketuhanan telah menjadi hak setiap warga negara Indonesia.

      • eko susanto

        HAM = terserah org dong mau pake jilbab apa tidak!
        kalau dilarang berarti melanggar HAM…!!
        bukankah itu tindakan kriminal.
        Ok bali mayoritas hindu tapi warga bali yg ada diluar bali babas kalau menjalankan perintah agamanya,..

    • Yesi

      Juga bukan agama hindu atau Budha

      Bohsetoi mungkin perlu belajar menulis nama negara dengan benar. Indonesia…

    • nurdiana

      Negara islam atau bukan jilbab wajib bagi perempuan muslim, kalau ada yg melarang…. berarti menantang PERANG….

  • Abas Syadi An-Nafs

    karena indonesia bukan negara islam..berati bebas dung dia mw pake jilbab atau tidakk…..

  • Lha della Sriie

    Indonesia memang bukan negara Islam ,tetapi indonesia adalah negara yg mayoritas penduduknya beragama Islam . Di sini para akhwat mempunyai hak dan pendapat pribadi mengenai berjilbab ,tetapi dalam agama diwajibkan , dalam beberapa kasus banyak hal yg masih disalahpahami penduduk tentang berjilbab .. termasuk kasus Anita ini .
    Semoga negara kita bisa paham wajibnya berjilbab bagi perempuan .

  • Asrori

    Coba kepala sekolahnya studi banding ke SMAN 1 di METRO Lampung, dia akan menemukan mayoritas siswi muslim telah mengenakan jilbab saat ke sekolah..

  • Athi’ Muthi’ah Mutmainnah

    di negara yg mayoritas muslim kod masih ada pelarangan memakai jilbab, sangat melanggar hak azazi manusia, di canada disekolah saya aja ada yg pake nikab gpp, jika melarang ya kita demo, gak bisa di diem kayak githu, harus di usut itu sekolah… emang bali bukan Indonesia lagi ya…

  • Ica Elriyashi

    mau di negara islam ato negara apapun, untuk wanita muslim, jilbab itu WAJIB hukumnya (seperti solat, dll).. kalau ada kasus kaya gini, yg jadi pertanyaan.. Mana toleransi antar agama nya??

    salut buat anita yg istiqomah dlm berhijab.. mudah2an Allah memudahkan segala urusannya.. dan selalu ada dalam lindunganNya.. amin..

  • Don Asmoro

    KAlau di bali itu bolehnya TELANJANG kayak KEBO :p

    • Faisal Abdullah

      Seperti di kute ya?

  • Yudha Ardi N

    kalo mau keliatan emblemnya kan bisa minta baik2 dipindah ke jilbabnya kan bisa~

  • Guest

    Di sekolah kami semua berjilnab kecuali 1 siswa asal Bali diperbolehkan tidak pake. kami teloransi terhadap penganut agama lain kenapa Bali tidak?. Padahal sekolah kami juga sekolah negeri.

  • ihers

    Di sekolah kami semua siswi berjilbab kecuali 1 siswa asal Bali diperbolehkan tidak pake. Kami teloransi terhadap penganut agama lain kenapa Bali tidak?. Padahal sekolah kami juga sekolah negeri.

    • Abdul Aziz

      biasalah kalo muslim jadi minoritas pasti di intimidasi, kayak aku waktu smk di st.yoseph jkrt dulu. mau jum’atan dilarang guru piket(nb:suster) karena telah meninggalkan jam pelajaran katanya. sementara walikelas mengijinkan(wanita, muslim) dgn syarat tidak boleh ketinggalan materi (& aku buktikan dengan nilai yg selalu baik saat ujian/ ulangan harian). tapi tetap aja aku langgar dengan mengecoh satpam & panjat pagar sekolah. sayangnya(karena emosi sangat), ketika dipanggil ke kantor kepsek aku lupa menyebutkan tentang UUD ’45 pasal 29 ayat 2 tentang kebebasan menjalankan ibadah sesuai kepercayaan masing2. & anehnya ketika mereka “misa” di gereja & pelajaran agama mereka (Pelajaran Agama Katolik) aku diwajibkan ikut serta secara paksa oleh mereka. Alhamdulillah aku ditetapkan dalam iman Islam, dan tidak terpengaruh “doktrinisasi kotor/sesat” mereka.

  • Erik Eri

    Dimana letak nya toleransi antar umat ber agama di bali itu apkah toleransi itu diwajib kan terhadap umat islam aja?.

    • Abdul Aziz

      kebanyakan dari mereka (hindu, budha, katholik & protestan) tidak mengenal toleransi, gan. kecuali saat mereka yg diintimidasi

  • Pilo Poly

    Hadeh, hadeh! Kenapa itu si bapak tolol Drs Ketut Sunarta? Drs
    dibelakang namanya dijadiin kolor aja, Pak. Tahu kolor? Itu, loh. Yang
    nempel di A*U kau!

    Ini nih akibatnya pemimpin bangsat semua. Enggak bisa ngelakuin apapun. Hanya bisa prihatin dan prihatin. Dah laaaah.

  • Taufik BakranSungkar

    kalau sampai tak di tindak para guru dan kepala sekolah tersebut..maka pemerintah benar2 sudah tidak bernilai dimata Allah Insya Allah Bali akan ada adzab yg sangat besar

  • Rina Putri

    Belum pernah ke Padang ato wilayah Sumatra Barat guru2 si Anita, di Padang elu2 semua bakal Susan menemukan siswi tanpa jilbab disekolahan negeri, dan bagi yang non Muslim kebebasannya juga dihargai dimana2.

    • Abdul Aziz

      aku pernah ke bali namanya adzan hampir tidak pernah terdengar (kecuali daerah Singaraja, daerah muslim mayoritas). apa lagi saat subuh harusnya kita bisa hirup udara segar, tapi malah asap menyan & hio dimana-mana. saat malam maksiat merajalela. begitulah saat minoritas menjadi mayoritas, seperti katak didalam tempurung, merasa hebat & bebas berbuat sewenang-wenang terhadap sosok2 anita. itulah bali bu

      • kampret ijo

        abdul@ semua ada dibali, cuma satu yang gak ada..Rasa Malu…

  • Dpra PKS Jayi Majalengka

    Semoga anita di istiqomahkan dan diberikan pilihan yang terbaik. amin

  • u.riantoni

    WUJUDKAN INDONESIA BEBAS DISKRIMINASI!!!!!

  • Bacoelan Onlen

    ini si kepala sekolah dulu belajar PMP klo sekarang PKN itu nggak lulus, jadi dia nggak bisa tuh bertoleransi dg agama lain, seharusnya nggak pantas tuh jadi kepala sekolah….. turun ajah, sukanya kok mendiskriminasikan orang…

  • maulana

    kepala sekolahnya yang mesti pindah warganegara

  • Zinedine Zidni

    gak sekalian aj pake rok mini pak..kalo enggak pake, suruh pindah siswanya…

  • Yesi

    Kepala sekolah SMAN 2 nya itu perlu di laporkan ke Kementerian Hukum dan HAM.

    Apalagi ini sekolah negeri. Tak pantas dia jadi pendidik. Membuat aturan sekolah yang akan merusak persatuan umat beragama.

  • Chairul

    Itu kepseknya picik (wawasan sempit), apa dia itu beragama hindu? Apa di agama hindu diajarkan saling membenci kepada selain hindu? Mungkin kepsek itu gak punya agama. Atau kemungkinan yang lain, kepsek itu suka melihat dada atau paha murid wanitanya!
    Astaghfirullahal adziem…

  • kampret ijo

    Kepseknya bego tuh..

  • Irpan Supriyadi

    kalau pake rok mini pasti nga di larang,,,edan pisan euy jaman kiwari mah,,,,

  • シャフリム カハラ

    kalo pake baju tanpa lengan/setengah telanjang di biarin

  • Bastch Anas Afie

    hoe apa-apaan ini….

  • Abdul Aziz

    UPDATE/ perkembangan terbaru tentang kasus Anita dapat dilihat di FP ISLAM Bersatu Muallaf Berseru :

    :::PRESS RELEASE DAN KRONOLOGI “LAPORAN TIM ADVOKASI PELARANGAN JILBAB ANITA DI SMU 2 DENPASAR”::: semoga perjuangan adinda Anita & tim PII berjalan lancar.. Aamiin yaa Arhamarrahimiin..

  • Edi Perkasa

    ….hari gini masih ada GURU BEGO yang seperti itu……GURUNYA AJA DI PINDAH….BUKAN SISWANYA …….untuk siswanya juga coba kalo pake jilbab di sesaikan agar indentitas sekloah masih kelihatan…kalo itu memang yg di permsalahkan…..

  • Opa Baim

    bingung diindonesia, mayoritas islam tapi diinjek2 trus, kalaw ada yang keras sedikit dibilang teroris

  • ayyubi

    waktu saya ke bali pun gituu..tour guidenya sampe bingung..ini ibadahnya 4 kali sehari yahh??(djuhur,asar,maghrib,isya)kita jadi berenti2 terus,,karena saya dan keluarga ijin shalat,,itupun pake mushala sedanya…hump..

  • Bangka Putra

    emangnya sekolahan tu punya bapak kepsek smpai bgtu sentimennya dgn org mmakai jilbab,sabar ja anita memang di bali tu tmpat memamerkan aurat alias maksiat mata,fuck you bt kepsek

  • anto Hood80

    Wahai Bali tggu Azab Allah akan dtg kpd mu…..

  • Rizky Aeza

    berhijab itu hukumnya wajib. biarpun bali bukan mayoritas islam, pihak sekolah tidak berhak melarang hijab bahkan dengan alasan yang tidak logis.

  • Harsini Ajah

    Ya itulah indonesia … tapi menurut ku tergantung orang ya juga sih apalagi di bali yg sudah jelas agama ya lain .

  • Cris Duijo

    tapi telanjang syah..

  • bunga

    Katanya negara toleransi, kita udah kasih toleransi sm bule2 yg ada di sana. Warga negara nya sendiri malah ga dihargai gitu

  • nurdiana

    melarang muslimah berjilbab, itu suatu kemungkaran…
    Mari kita NAHI MUNGKAR…
    kita tegakkan agama allah sampai TETES DARAH TERAKHIR…

Lihat Juga

Asma Nadia. (Foto: Dudi Iskandar)

Asma Nadia Harap Film Jilbab Traveler Jadi Syiar Jilbab di Indonesia