Home / Berita / Nasional / Dagelan SBY dan Dahlan Iskan Dalam Kenaikan Elpiji 12 kg

Dagelan SBY dan Dahlan Iskan Dalam Kenaikan Elpiji 12 kg

PResiden SBY dan Menteri BUMN Dahlan Iskan (Foto: rimanews)
PResiden SBY dan Menteri BUMN Dahlan Iskan (Foto: rimanews)

dakwatuna.com – Jakarta.  Publik disuguhi adegan lawakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam kisruh kebijakan kenaikan gas elpiji 12 kg.

“Sangat memalukan dan memuakkan dagelan yang dipertontonkan oleh SBY – Dahlan Iskan dalam kasus kekisruhan kebijakan kenaikan gas elpiji 12 kg,” kata Indra dalam keterangannya, Minggu (5/1/2014).

Ketua DPP PKS itu mengatakan kenaikan harga elpiji dari Rp 70.200 menjadi Rp 117.708 jelas menimbulkan dampak yang besar terhadap masyarakat. Kenaikan elpiji 12 kg memberikan efek domino naiknya harga-harga barang dan memicu inflasi.

Ia mengatakan setelah pemerintah melalui PT Pertamina dengan penuh kesadaran menaikkan gas elpiji 12 kg, yang pada akhirnya menimbulkan kekisruhan. Mulai dari persoalan kenaikan yang begitu tinggi, persoalan kelangkaan pasokan, hingga banyaknya pihak yang menolak kenaikan elpiji 12 kg.

“Tiba-tiba Presiden SBY tanpa rasa berdosa menyatakan penolakannya atas kenaikan gas elpiji 12 kg tersebut,” ungkapnya

Padahal, kata Indra, kenaikan gas elpiji 12 kg merupakan kebijakan pemerintah atau setidaknya PT Pertamina melalui persetujuan pemerintah.

“Dagelan yang nggak lucu ini juga disempurnakan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan yang dengan entengnya mengaku salah atas kekisruhan yang terjadi sebagai akibat karena kurangnya koordinasi,” ungkapnya.

Padahal sebelumnya, tutur Indra, Menteri Perekonomian mengungkapkan keputusan kenaikn elpiji 12 kg telah disetujui dalam Rapat RUPS PT Pertamina. “RUPS itu kan Menteri BUMN, jadi sebetulnya BUMN (Menteri) sudah tahu duluan bahwa itu naik,” katanya.

Indra pun mengaku tidak mengerti apakah SBY sedang cuci tangan atas kebijakan pemerintahannya yang tidak pro rakyat atau presiden sudah tidak dianggap lagi oleh para pembantunya.

“Sehingga pembantunya membuat kebijakan yang bertentangan dengan kemauan sang presiden, ataukah ini bukti bahwa pemerintahan SBY tidak efektif lagi. Begitu menyedihkannya pemerintahan kita ini,” ujarnya.

Ia pun saya mendesak pemerintah agar jangan hanya basa-basi dan melakukan evaluasi sesegera mungkin.  “Serta segera menghentikan smua dagelan tersebut,” imbuh anggota Komisi IX DPR itu. (tribunnews/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (31 votes, average: 8,13 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Jasmadi Abdullah

    Saya gak percaya kalo pak Presiden tidak tahu kenaikan Gas Elpiji dan pak Menteri BUMN pura-pura merasa bersalah…geli seperti dikitik-kitik membaca pernyataan kedua pejabat pemerintah tersebut….dalam organisasi amatiran aja tidak terjadi hal seperti ini, jadi menurut hemat saya pernyataan anggota DPR tersebut betul dan tepat, ini hanya dagelan saja untuk menaikkan citra Demokrat, tapi yakinlah ini akan gagal besar..hahaha

    • Abdul Aziz

      aamiin..satu lagi besannya sby, ikutan nongol di tv seperti pahlawan kesiangan. seperti melihat “lingkaran setan”. semoga presiden yang akan datang jauh lebih baik dari sebelum2nya..

  • Abdul Chamid

    dari dulu sby itu menyedihkan..

    • Sejuki

      Sekaligus memalukan….. Badan aja gede, nyali capung (memakai istilah alm. Da’i Sejuta Ummat, Yang Mulia Ustadz Zainuddin MZ).

      • ThaifahManshurah

        itulah pemimpin yg dihasilkan dg produk demokrasi laknatullah

        kalo yg menang pemilu demokrasi itu dr kelompok ISLAM seperti IM, FIS, HAMAS dll, pasti akan dikudeta/ditumbangkan
        tapi kalo yg menang itu dr orang sekuler
        ya seperti sby, jokowi dll
        pokoknya bonekanya yahudi yg jadi pemimpin

  • Robbyanto Kurnia Wardana

    Atau mungkin saking rendah hatinya pak Dahlan sehingga mau menjadi kambing hitam dan menyalahkan dirinya, untuk membantu cuci tangan presiden..
    Wallahua’lam bishowab.

  • Margono Sutriyatno

    DPR YANG SEKALIGUS ANGGOTA MPR PUN IKUT IKUT DAGELAN…..KARENA NGGA BISA MENGONTROL KEBIJAKAN PEMERINTAH……KARENA PARA DEWAN YANG MENGAKU TERHORMAT SERING BOLOS SAAT SIDANG SOAL RAKYAT,……RAMAINYA SAAT KEPUTUSAN DAH DI BUAT…..SOK JADI PAHLAWAN…….JADI PEMERINTAH DAN PARA DEWAN MEMANG JUARA DAGELAN

  • eko septian

    Menurut saya mau DAGELAN atau bukan, tolong jangan libatkan rakyat dalam kasus seperti ini. Percuma kita ributkan permasalahan yang sebenarnya masalah itu hanyalah sebuah rekayasa yang dibuat untuk pencitraan capres 2014. Jadi, kalau memang mau membuat masyarakat terkejut, jangan dengan hal yang seperti ini, tapi dengan prestasi dan juga jiwa kepemimpinan yang tulus yg di idamkan oleh rakyat. Sadarlah, sebelum semua ini terlambat.

    • Abdul Aziz

      sangat setuju,mereka semua terkesan cuci tangan dan cari muka setelah apa yang mereka perbuat

      • eko septian

        benar, kita juga sebagai masyarakat harus lebih pintar lagi dalam memilih pemimpin indonesia saat pemilihan nanti. Terkadang kita tertipu dengan pemimpin yang suka pencitraan atau pura2 baik namun setelah terpilih lupa dengan semua janjinya.

  • Ismadi Jos

    Ketoprak humor,,,.

  • Erlan Danish

    ya.. ya… dagelan yang tidak LUCU…!!!!! bagi anda ini hanya “hiburan” semata… bagi kami ini “masalah perut untuk hidup”… jgn pilih “Pelawak untuk jadi Presiden…!!!!”

  • Jokosemoga Setio

    memang benar jika diberi gelar “PECUNDANG”

Lihat Juga

SBY

Ekonomi Terpuruk, SBY Minta Pemerintahan Jokowi Berhenti Beretorika