Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Mengejar Mimpi di Pagi Hari

Mengejar Mimpi di Pagi Hari

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (rezadewangga.deviantart.com)
Ilustrasi. (rezadewangga.deviantart.com)

dakwatuna.com Ini tentang si ‘pagi’ yang mempesona, saat air begitu sejuk, udara begitu segar, oh tunggu dengar di sana ada kicau burung yang bernyanyi, indah bukan? Itu lagu kehidupan. Pagi sungguh istimewa, di sana awal denyut aktivitas dunia dengan bongkah semangat. Tarik nafas dalam-dalam dan rasakan energi semangat pagi mengaliri tubuh.

Inilah mungkin sebab kenapa subuh hanya dua rakaat saja tidak tiga atau empat, mungkin ini jugalah alasan kenapa tidak kita temukan shalat rawatib setelah subuh, sebagaimana shalat Zhuhur, Maghrib dan Isya. Agar pagi itu selepas subuh kita lebih punya banyak waktu untuk mengejar mimpi-mimpi kita. Allah tahu kapan kita harus mulai bergerak dan kapan kita harus beristirahat. Dan pagi telah disediakan sebagai momen untuk bergerak bukan untuk beristirahat.

Dan sungguh ini lah waktu yang paling besar berkahnya dan paling indah, waktu-waktu setelah subuh. Siapa yang hendak menghafal Al-Quran, membaca kitab, menulis, bepergian atau berniaga sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

Pada waktu pagi, rezeki dibagi-bagi, suasana batin terasa jernih, nafas kehidupan mulai berdenyut, dan angin berhembus lembut. Sungguh pagi adalah waktu yang paling indah. Ketika udaranya membakar semangat kita untuk terus menyala. Memberi energi baru untuk mengalahkan setumpuk tugas dan tantangan yang berjejer di sepanjang jalan kehidupan.

Sungguh rugi mereka yang membuang sia-sia waktu pagi, dengan melanjutkan tidur setelah shalat subuh. Kembali ke atas kasur empuk berselimut tebal. Mendengkur lagi hingga matahari telah menyapa waktu Dhuha, atau lebih. Jika hal ini telah menjadi kebiasaan, mulailah berencana untuk merubahnya.

Kecuali ada alasan lain yang membuat kita tidak bisa untuk bergerak lebih pagi, sakit atau begadang dan lembur menyelesaikan tugas-tugas yang sudah jatuh deadline, entah itu tugas kantor, tugas kuliah, persiapan ujian dan sebagainya. Untuk hal-hal yang darurat ada hukumnya tersendiri. Bangun agak siang karena alasan darurat tapi bukan berarti tidak shalat subuh.

Mari manfaatkan siang hari kita lebih awal, semoga jika kita dalam aktivitas menuntut ilmu, beribadah, bepergian atau berniaga maka berkah doa Rasulullah akan kita dapatkan. “Semoga Allah memberkahi umatku pada pagi hari mereka”.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Adrian Fetriskha, SH.
lulusan sebuah SD inpres di sudut jauh sumatera barat

Lihat Juga

Gambar 1. Persamaan Regresi Linier Sederhana. (Bayu Bondan)

Merangkai Mimpi

Organization