Home / Pemuda / Mimbar Kampus / Engkaukah Kader yang Baik Itu?

Engkaukah Kader yang Baik Itu?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (donialsiraj.wordpress.com)
Ilustrasi (donialsiraj.wordpress.com)

dakwatuna.com – Bismillahhirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Wr.Wb…

Syukur tiada tara teruntuk Rabb Semesta Alam….

Penguasa Jagad Raya,

Yang Maha Rahman dan Rahim.

Yang Maha Menguasai hati-hati hambanya

Yang memberikan dan menyematkan keimanan di dada kita.

Hari ini ingin kami tuturkan syukur itu dalam bait-bait indah pujian akan hidayah ini. Akan nikmat kesempatan beramal yang Engkau berikan pada kami. Pada hamba-hamba-Mu ini ya Rabb….hamba yang barangkali sangat sedikit mengingat-Mu, tapi senantiasa Engkau ingati kami dengan limpahan rahmat dan karunia-Mu.

Ikhwah fillah…

Hari ini ada luapan rasa yang tak dapat disebutkan namanya dan sulit didefinisikan maknanya. Ada luapan bahagia di sana, ada pula nuansa kesedihan di sana…dan masih ada pula sentuhan haru di ujungnya. Tapi barangkali ukhuwahlah muaranya. Sesungguhnya kekuatan iman dan kesamaan aqidahlah yang telah mengikatkan hati-ini…yang memulai dan memicu semua rasa tersebut.

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali agama Allah. Dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara”. (Ali-Imran: 103)

Ikhwah fillah

Hari ini satu beban telah terselesaikan…satu episode telah terselesaikan. Namun, sejatinya akhir episode ini mengandung banyak makna dan menjadi awal mula episode-episode baru yang jauh lebih berwarna dari sebelumnya.

Berakhirnya amanah di kampus…menandakan berkurangnya kesempatan kita untuk menuai kebaikan di kampus secara teknis…dengan berakhirnya amanah struktural mau tidak mau akan mengurangi amal-amal teknis yang dulu sering kita lakukan. Intensitas menjadi kepanitiaan agenda yang dulu sering menyita malam dan hari-hari kita barangkali akan benar-benar tak pernah kita dapati kembali. Inilah barangkali yang terkadang akan membuat kita merindukannya. Berakhirnya amanah di kampus menandakan selesainya training selama masa dakwah kampus. Maka, baik atau tidaknya kita setelah selesai amanah kampus, itu semua tergantung dengan keseriusan kita kemarin selama ada di kampus.

Ikhwah fillah…

Di sisi lain juga akan kita dapati…bahwa sesungguhnya dakwah pasca kampus jauh lebih berwarna dan menguji akan kualitas diri kita. Maka siapkah kita dengan ujian yang jauh lebih berat itu?? Dikatakan bahwa “sesungguhnya setiap zaman itu pasti ada rijal nya”, berarti setiap fase dakwah itu ada tantangannya masing-masing. Maka apa sesungguhnya yang perlu kita persiapkan untuk memulai ranah dakwah baru yang akan kita hadapi esok…?? Sesungguhnya cukuplah kita menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa sadar siapa diri kita, di mana posisi kita dan apa peran yang akan kita ambil. Kitalah sang kader dakwah, kitalah sang aktivis yang dulu teman-teman kita juluki.

Maka seperti apakah kader yang baik dan siap menghadapi tantangan dakwahnya???

(Diambil dari 10 muwashafat kader tarbiyah)

Kader yang baik itu adalah yang paham dengan konsep aqidah Islamiyah yang syumul wa mutakamil, aqidah yang bersih. Kader yang baik itu adalah yang mempunyai ibadah yang benar, bukan sekadar ikut-ikutan tetapi atas pemahaman dan terhindar dari bid’ah dan khurafat. Kader yang baik itu adalah yang memiliki keluhuran akhlaq, keharuman budi pekerti karena didasari oleh kepahaman.

Dapat di runutkan bagaimanakah sifat kader yang baik yang harus dipersiapkan tersebut???

  1. Kader yang baik itu selalu taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya.
  2. Kader yang baik itu selalu taat kepada pemimpinnya.
  3. Kader yang baik itu selalu berbakti kepada orang tuanya.
  4. Kader yang baik itu selalu menghormati orang yang lebih tua di atasnya.
  5. Kader yang baik itu selalu bertindak dari hasil pemikiran terlebih dahulu.
  6. Kader yang baik itu selalu meminta nasihat dan memberi nasihat.
  7. Kader yang baik itu selalu mendahulukan kepentingan orang banyak dari pada kepentingan kelompok dan pribadi.
  8. Kader yang baik itu selalu lebih banyak bekerja dari pada bicara dan banyak bertanya.
  9. Kader yang baik itu selalu merasa nyaman, aman dan puas kepada pemimpinnya.
  10. Kader yang baik itu selalu berusaha setiap saat memberikan karya nyata yang terbaik bagi orang banyak dari pada banyak menuntut.
  11. Kader yang baik itu selalu memandang amanah sebagai amal shalih tapi bukan kompetisi kapasitas belaka.
  12. Kader yang baik itu selalu senang dengan kehadiran orang lain dalam kerja-kerja kejamaahan, apalagi yang lebih bagus kapasitasnya dari pada dirinya.
  13. Kader yang baik itu selalu sama dalam bekerja baik saat sendiri atau beramai-ramai.
  14. Kader yang baik itu selalu paham mana tugas jundiyah dan mana tugas qiyadah.
  15. Kader yang baik itu selalu menyesuaikan diri dengan wazhifah yang datang padanya, bukan wazhifah yang menyesuaikan diri dengannya.
  16. Kader yang baik itu selalu menempatkan diri pada posisi yang salah di hadapan pemimpinnya meskipun ia benar.
  17. Kader yang baik itu selalu tidak memberatkan pemimpinnya dengan pertanyaan-pertanyaan ringan yang bisa ia jawab sendiri.
  18. Kader yang baik itu selalu menjadi problemsolver but not problem maker di mana dan dengan siapa saja.
  19. Kader yang baik itu selalu menyibukkan diri dengan koreksi keburukan sendiri dari pada melihat dan mengoreksi orang lain.
  20. Kader yang baik itu selalu mencintai tarbiyahnya dan menjadikan halaqah segala-galanya baginya, dan tidak ada segala-galanya tanpa halaqah.

Jazakumullahu ahsanul jaza… semoga sifat-sifat kita termasuk ke dalam bagian-bagian tersebut. Sejatinya itulah kader yang baik, kader yang tak pernah risau dengan berakhirnya amanah maka tentulah ada amanah baru yang akan menanti. Sehingga benar-benar menguji pribadi-pribadi kita… bertemu dan reuni di surga, atau malah terpeleset hingga ke neraka…??

Maka masing-masing kita yang akan menjawabnya, masing-masing kita yang akan menentukan pertemuan-pertemuan lanjutan kita. Semoga Allah kekalkan ikatannya…dan dipertemukan kembali kita di Surga-Nya.

Aamiin ya Rabb…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Iis Darmayanti
Mahasiswi S1 jurusan Agroteknologi, fakultas Pertanian Universitas Riau. Saat ini aktif dan menjabat sebagai Ketua Keputrian di Rohis Universitas Riau UKMI AR-ROYYAN. Finalis Mawapres Universitas Riau yang sedang dalam proses menyelesaikan Tugas Akhir.

Lihat Juga

Ribuan Kader PKS Siap Turun untuk Menangkan SAH