Home / Narasi Islam / Wanita / Menjadi Muslimah ‘Kelas Tinggi’

Menjadi Muslimah ‘Kelas Tinggi’

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

 

Ilustrasi. (Foto: Arief Santras. Model: Nika Annika)
Ilustrasi. (Foto: Arief Santras. Model: Nika Annika)

dakwatuna.com Banyak yang mengira bahwa perempuan ‘kelas tinggi’ adalah mereka yang memiliki wajah cantik dan berpenampilan mewah. Nah, yang seperti itu sih sudah banyak! Perempuan kasar dan tak punya adab, itu semakin banyak di dunia! Sekarang ini, yang sulit didapat dan ‘mahal’ adalah perempuan shalihah yang santun dan berakhlak mulia.

Perempuan bernilai tinggi di mata Allah adalah yang taat kepada-Nya dan Rasul-Nya, yang menjaga kehormatannya dan berakhlak mulia. Namun, mengapa sebagian muslim seolah tak mengenal ‘akhlak mulia’? Padahal, Rasulullah Shallallahu’alayhi wa sallam telah menyatakan misi utama beliau ketika diutus sebagai Rasul oleh Allah Ta’ala adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia? “Sesungguhnya aku diutus (hanya) untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (Imam Malik, al-Muwattha’)

Sebagai manusia tak pernah luput dari kesalahan dan dosa. Tetapi, manusia memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menjadi muslimah kelas tinggi tentu harus bertahap, perlahan mulai membiasakan untuk  jujur, menjaga shalatnya, rajin membaca Al-Qur’an, sabar, malu bermaksiat, murah hati dan mudah bersedekah, lemah lembut, rendah hati, adil, mudah memaafkan, bersikap amanah, sederhana, menundukkan pandangan, mudah dan murah senyum, dan tentunya masih banyak lagi perilaku baik lainnya.

Muslimah santun hendaknya selalu menjaga aurat. Wanita itu adalah aurat, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alayhi wa sallam diriwayatkan dari Bazzar dan At-Tirmidzi, “Sesungguhnya wanita itu adalah aurat, setiap kali mereka keluar, syaitan akan memperhatikannya.” Jadi,  aurat itu ialah suatu –yang tersingkap, terbuka—maka terasa malu seperti aib seseorang, yang dapat menurunkan harga dirinya. Karena itulah aurat (aibnya) wajib ditutup dan dijaga untuk terpelihara harga dirinya.

Batasan aurat wanita adalah seluruh anggota tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya. Hal ini berlandaskan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) Nampak dari padanya.” (QS. An-Nuur [24]: 31). Ada pula sabda Shallallahu’alayhi wa sallam kepada Asma’ binti Abu Bakar, “Wahai Asma’ sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haid) maka tidak boleh baginya menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, seraya menunjukkan wajah dan telapak tangannya.” (HR. Abu Dawud)

Beberapa syarat keluar rumah bagi para wanita. Pertama, adanya izin dari orang tuanya atau suaminya. Kedua, untuk kebaikan, seperti menuntut ilmu dan beramar ma’ruf nahi munkar. Ketiga, senantiasa menutup aurat dan menjaga adab Islami, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: ‘Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan putri-putrimu serta wanita-wanitanya kaum mu’minin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka di atas tubuh mereka. Yang demikian itu lebih pantas bagi mereka untuk dikenali (sebagai wanita merdeka dan wanita baik-baik) sehingga mereka tidak diganggu…” (QS. Al-Ahzab (33): 59). Adapun adab-adab Islam yang harus dijaga, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kamu berhiaskan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab (33): 33)

Ternyata untuk menjadi muslimah kelas tinggi selalu berkaitan dengan aurat, ketaatan dan akhlak mulia. Oleh karena itu, jangan pernah bosan atau berhenti berusaha menjadi muslimah kelas tinggi. Segala sesuatu yang kita lakukan hendaknya selalu mengingat Allah dan kematian, karena dengan begitu kita lebih hati-hati dalam bertindak, berkata, dan bersikap. Selalu ingatlah dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizhalimi sedikitpun.” (QS. An-Nisa (4): 124).

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (38 votes, average: 7,55 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Widya sri kurniawati
Mahasisiwi semester 3 di Politeknik Negeri Jakarta. Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan. Bercita-cita menjadi penulis dan selalu berusaha menjadi yang terbaik.
  • Hesty Right

    Sebagai manusia tak pernah luput dari kesalahan,aib dan dosa
    Tetapi,manusia memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya :)

  • Subhanallah . . .

Lihat Juga

Sepanjang Januari 2016, 14.871 Anak Lahir di Jalur Gaza