Home / Berita / Nasional / Anis Matta: Selamat tahun baru 2014, Selamat datang Gelombang Ke-3

Anis Matta: Selamat tahun baru 2014, Selamat datang Gelombang Ke-3

Presiden PKS Anis Matta (Foto: pksnongsa.org)
Presiden PKS Anis Matta (Foto: pksnongsa.org)

dakwatuna.com –  Menyambut datangnya tahun 2014, presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menuangkan analisa kebangsaan tentang perjalanan berbangsa dan bernegara ini lewat akun twitternya @anismatta

Anis membagi perjalanan bangsa ini kedalam 3 bagian yang disebut dengan #Gelombang ke-3.

Gelombang pertama adalah ‘Menjadi Indonesia’, Gelombang kedua disebut Anis sebagai  ‘Menjadi Negara Bangsa Modern’ dan Gelombang ketiga apa yang disebut dengan lahirnya ‘native democrazy’.

Berikut  pemaparan Anis Matta tentang perjalanan berbangsa dan bernegara.

“Peralihan tahun menuju 2014 ini penting bagi bangsa kita karena kita akan memasuki  #Gelombang Ke-3 dalam sejarah Indonesia. Saya membagi sejarah Indonesia menjadi 3 gelombang besar, berdasarkan tonggak sejarah.

Gelombang pertama,  terjadi sejak penjajahan sampai merdeka,  Gelombang pertama ini namanya “menjadi Indonesia”.

Gel pertama ini adalah perubahan cara berpikir pendiri bangsa, suku dan kerajaan tidak cukup untuk menghadapi imperialisme. Pada Gelombang pertama ini kita “memutuskan” untuk menjadi bangsa yang satu, mengatasi ikatan primordialisme.

Drive terbesar gelombang ini adalah pencarian identitas baru,  Lepas dari identitas sebagai yang terjajah. Transformasi sosial yang terjadi adalah dari etnis menjadi bangsa.. di politik, kerajaan menjadi negara.

Nilai utama pada gelombang pertama ini adalah: solidaritas, gotong royong, dan persatuan nasional. Output dari gelombang ini adalah: kemerdekaan, identitas sosial-politik baru, wilayah dan bahasa. Puncak dari gelombang ini adalah PROKLAMASI kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Setelah merdeka, kita memasuki Gelombang Kedua.. “Menjadi Negara Bangsa Modern”.  Semangat gelombang kedua ini adalah “mencari sistem ekonomi dan politik yang kompatibel sesuai sejarah dan budaya”.

Nilai-nilai yang mewarnai gelombang kedua adalah : konflik dan kompetisi, serta conformity kepada modernitas. Pencapaian terbesar gelombang kedua adalah konstitusi modern UUD 1945 pada masa Orde Lama. Pencapaian di Order baru adalah penguatan lembaga negara (dan pasar).

Di Orde Lama, ada kebebasan tapi tak ada kesejahteraan, sebaliknya di Orba, ada pembangunan tapi tak ada kebebasan.  Akhirnya reformasi sebagai sintesis dari tarik-menarik itu, Reformasi hasilkan ekuilibrium baru.

Keseimbangan baru yang paling penting adalah relasi antara agama dan negara. Ekuilibrium lain adalah: keseimbangan demokrasi dan pembangunan; pusat dan daerah. Ekuilibrium baru terbangun antara negara, pasar dan masyarakat sipil..

2014 adalah penghujung gelombang kedua.. kita siap-siap masuk ke #Gelombang Ke-3.

Gelombang Ke-3 ada 5 ciri : 1) Masyarakat kelas menengah yang condong berusia muda, di bawah 45 tahun.

Ciri ke 2) kelas menengah ini berpendidikan cukup tinggi, 3) kesejahteraan yang membaik. Indonesia masuk pendapatan per kapita USD3.000.. Oleh @yuswohady fenomena ini disebut #C3000.

4) Kelas menengah ini “well connected” melalui internet dan social media. 5) Pada  #Gelombang Ke-3 ini kita menyaksikan lahirnya “native democrazy“.. Mereka yang sejak lahirnya hanya mengenal demokrasi.

Pemilih pemula pd pemilu 2014 lahir pada ’92-’97..Mereka tidak punya referensi suasana otoriter Orba.. Mereka anggap Demokrasi itu “given”.

Native Democracy” seperti anak kita sekarang yang jago ngoprek fitur-fitur smartphone,  Sementara yang tua-tua, seperti saya, cuma pakai fitur basic.

#Gelombang Ke-3 memberi tantangan kepada negara, karena hirarki dan otoritas hilang, komunitas menguat.. individu bergandengan tangan.

#Gelombang Ke-3 ini titik bertemunya dividen demografi dan demokrasi, Indonesia harus bisa lompat ke kemajuan. Nilai baru #Gelombang Ke-3 adalah kualitas hidup, kesejahteraan diburu, tapi bukan yang utama.. ia pembentuk kualitas hidup.

Nilai lain #Gelombang Ke-3 adalah melampaui individualisme.. Achievement individu untuk kebaikan bersama.. berbagi jadi penting. Jargon #Gelombang Ke-3 adalah Society First!! Orientasi kemanusiaan jadi utama.

Saya optimis terhadap Indonesia di #Gelombang Ke-3.. Mengapa?

1) Masyarakat akan jadi panglima.. bukan politik atau ekonomi.
2) Perubahan demografi dan budaya yang mendorong kemajuan.. Angkatan kerja produktif banyak.. budaya kolaborasi..
3) Masyarakat Indonesia baru yang bersendikan : Agama, Pengetahuan, dan Kesejahteraan

Agenda terbesar #Gelombang Ke-3 adalah transformasi RI dari entitas politik menjadi entitas peradaban. Untuk itu kita butuh strategi kebudayaan baru, mindset baru dan cara pandang terhadap masalah yang baru pula.

Karena pada saat yang sama, makna citizenship berubah.. individu bukan lagi warga negara tapi warga planet. Strategi kebudayaan baru diperlukan agar RI tidak hanya terintegrasi pada dunia, tapi juga berperan. RI harus menjadi kekuatan arus utama agar ikut menata ulang masalah umat manusia di bumi.

Kita yakin akan masa depan Indonesia. Indonesia akan sejahtera dan maju, bahkan berperan di dunia. Karena itu kita tak perlu menjual kecemasan untuk menggaet hati rakyat.. Sebarkan optimisme”.

Diakhir kultwitnya, Anis Matta memberikan optimismenya akan perubahan yang lebih baik bagi bangsa dan negara ini.

“Selamat tahun baru 2014.. Selamat datang #Gelombang Ke-3 !! Indonesia adil dan sejahtera cita-cita kita”. (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Sandiaga Uni - Mardani Ali Sera.  (PKSFoto/Julianto)

Mardani: Selain Anies, Ada Nama Lain yang Disiapkan

Organization