Home / Berita / Daerah / Warga Bandung Awali Tahun Baru dengan Qiyamulail

Warga Bandung Awali Tahun Baru dengan Qiyamulail

Jamaah Qiyamulail dalam Dzikir Nasional Republika 31/12/13 (Foto: republika)
Jamaah Qiyamulail dalam Dzikir Nasional Republika 31/12/13 (Foto: republika)

dakwatuna.com – Bandung.  Ribuan jamaah yang hadir dalam acara ‘Muhasabah Akhir Tahun’ Republika awali tahun baru 2014 dengan qiyamulail lail (sholat malam).

Diawali dengan membaca Surat Yasin, jamaah melaksanakan shalat malam yang dipimpin oleh ustadz Saiful Islam Mubarok. Acara bertajuk ‘Untuk Indonesia Lebih Baik’ itu diikuti oleh tujuh ribuan jamaah dari berbagai daerah yang ada di Bandung.

Salah satu jamaah, Luqman, mengatakan pergantian tahun menjadi sangat berarti baginya dengan mengikuti acara muhasabah seperti ini. Ia menilai kegiatan seperti ini jauh lebih bermanfaat daripada sekedar berhura-hura atau menyalakan petasan saat malam masuknya tahun baru.

“Apalagi ini diakhiri dengan qiyamulail sebagai awal dari tahun baru ini. Alhamdulillah,” ujarnya.

‘Muhasabah Akhir Tahun’ merupakan rangkaian acara dzikir nasional yang digelar Republika di tiga kota yakni Jakarta, Yogyakarta dan Bandung. Acara di Bandung dilaksanakan di Masjid Pusdai (Pusat Dakwah Islam) dan merupakan tahun yang ke lima.

Acara dimulai sejak siang hari yang dibuka langsung oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Acara berakhir persis pada pergantian tahun dari 2013 menuju 2014 dengan ditutup shalat malam berjamaah. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 8,73 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • shafanasywa

    Heran juga. Bgmn umat islam bisa latah. Ikut2an merayakan thn baru.
    Pdhl jelas2 namanya TAHUN BARU MASEHI. Apa blm paham makna masehi ?
    Masehi = tahun umat nasrani. Kalau umat islam namanya HIJRIYAH.
    jadi karena kt sdh terlanjur menggunakan kelender masehi ya sdh lah. Anggap aja darurat/terpaksa.
    Tapi jangan ikut merayakannya. Apa tdk takut nnt diakhirat dikumpulkan dgn umat nasrani.
    Krn dikatakan : barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia msk kedalam kaum itu.

    • Enggar Adi Nugroho

      akhi mari bersama – sama menyikapinya dengan kepala dingin. awalnya saya juga berfikir seperti itu, namun ketika saya mengikuti acara diatas saya sadar inti dari perayaan diaatas adalah perlahan – lahan mengubah opini publik untuk merayakan pergantian tahun “syamsiah” dengan bermuhasabah. akhi tahun syamsiah (orang menyebutnya masehi) dan qamariyah (orang menyebutnya hijriah) kedua – duanya tanda kebesaran Allah dan dipakai lho sama umat islam. buktinya? ibadah haji, puasa, idul fitri kita memakai qamariyah sementara waktu kita shalat? kita memakai syamsiah. paradigma itu yang berusaha kita ubah, bukan merayakan tahun masehi. wallahualam bisawab

      • shafanasywa

        Maaf mgkn bahasa yg ana gunakan terlalu vulgar. Tapi kelihatannya utk zaman skrg mmg jika ingin menyampaikan segala sesuatu hrs jelas dan tegas. Tdk bisa samar2 krn bisa didefinisikan lain. Kasihan org awam. Kalau ahlu ilmi mgkn paham. Bisa jd kalau tdk dijelaskan, perayaan thn baru akan menjadi satu ibadah/ritual tambahan dlm agama. Dan org akan merasa bersalah/berdosa jika tdk melakukannya. InsyaAllah ana sdh menyampaikan nasehat, dan utk menjadi hujjah disisi Allah. Perkara diterima atau tidak. Bukan kewenangan ana memberikan hidayah. Karena itu milik Allah Subhanahuwataala.

        • koko tenan

          salam, setuju mas bro,

  • koko tenan

    @shafanasywa:disqus @enggaradinugroho:disqus , sebagian ulama kita malah menganjurkan dan mengajak untuk seperti itu,

    • shafanasywa

      Itulah yg jadi mslh. skrg ini terlalu banyak yg mengaku ulama.
      Yg lebih aneh lagi. Umat begitu mudahnya memberi label ulama kpd seseorang.
      Kemudian patuh dan taat saja apa kata ulama tsb. tanpa mau memeriksa lg.
      Semoga kita terlindung dari ulama su’u.(ulama jahat).
      Kenalilah ciri2 ulama yg sebenarnya. Agar kita selamat.

Lihat Juga

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. (pks.or.id)

Antisipasi Teror Bom, Aher: Ada yang Mencurigakan, Laporkan!