Home / Berita / Internasional / Afrika / Ikhwanul Muslimin: Tersangka Diketahui, Akankah Status Organisasi Teroris Dicabut?

Ikhwanul Muslimin: Tersangka Diketahui, Akankah Status Organisasi Teroris Dicabut?

Pernyataan Ikhwanul Muslimin (inet)
Pernyataan Ikhwanul Muslimin (inet)

dakwatuna.com – Kairo. Departemen dalam negeri pemerintah kudeta menyatakan telah bisa mengindentifikasi pelaku peledakan di Mapolwil Daqhaliyah di kota Manshurah. Tersangka peledakan itu dinyatakan berafiliasi kepada sebuah jamaah takfir (kelompok yang mempunyai prinsip mengkafirkan kelompok lain).

Menanggapinya, Ikhwanul Muslmin menyatakan rasa ragu dengan kebenaran pernyataan tersebut. Kalaupun benar, apakah pernyataan tersebut mempunyai efek kepada tuduhan bahwa Ikhwanul Muslimin adalah pelakunya?  Apakah akan ada pencabutan status sebagai kelompok teroris yang sudah terlanjur dicapkan kepada Ikhwanul Muslimin? Berikut petikan pernyataan Ikhwanul Muslimin seperti dimuat fanspage resminay, Senin (30/12/2013) kemarin.

Ikhwanul Muslimin merasa yakin bahwa temuan departemen dalam negeri kudeta itu tidak akan membuat Ikhwanul Muslimin bebas dari tuduhan aksi teroris. Karena kabinet pemerintahan kudeta adalah pemerintahan yang tidak sah. Semuanya diisi orang-orang yang tidak bisa dipegang pernyataannya. Mereka semua terlibat dalam konspirasi mengkriminalkan Ikhwanul Muslimin bersama politi dan media.

Penetapan status Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris oleh perdana menteri kudeta, Hazim Bablawi, sudah banyak mendapat kritikan dari dunia internasional. Di antara negara dan organisasi yang secara lugas menolak ketetapan itu adalah Kuwait, Inggris, Human Right Watch (HRW), Financial Times, Washington Post, Daily Telegraph, dan lainnya. Masih ada pihak yang berkeyakinan baik dengan penguasa kudeta di Mesir, akan mencabut ketetapan status tersebut. Di antaranya HRW. Lembaga hak asasi manusia ini mengira, penguasa kudeta di Mesir seperti pemerintahan negara lain yang mempunyai kehormatan; jika ada menteri yang berbuat kesalahan, langsung mengundurkan diri, atau memperbaiki kesalahannya.

Ikhwanul Muslimin meyakini, pemerintah kudeta tidak akan menarik ketetapannya. Ada beberapa hal yang mendasari, pertama, karena pemerintah ini tidak sah dan tidak menghormati kehendak rakyatnya. Kedua, pemerintah ini berisikan orang-orang gagal yang hanya bisa melakukan konspirasi untuk meloloskan agendanya. Ketiga, pemerintah kudeta tidak independen dan memiliki kebebasan dirinya. Mereka melakukan agenda besar mengacaukan Mesir hingga terjadi perang saudara seperti di Irak. (msa/dakwatuna/ikhwan)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,86 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Islammemo.cc)

Erdogan Buktikan Eropa Mendukung Teroris

Organization