Home / Narasi Islam / Humaniora / “Seberapa pun Besarnya Masalahnya, Tetap Allah Maha Besar”

“Seberapa pun Besarnya Masalahnya, Tetap Allah Maha Besar”

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com Di usia senjanya, Hilman (62 tahun) hidup tanpa perhatian dan perawatan dari keluarga. Istri beserta kesebelas anaknya pergi meninggalkan rumah sejak 13 tahun lalu. Berawal dari keputusan sang istri pergi ke dukun demi memperbaiki ekonomi keluarga.

Hilman, saat ditemui tim BWA di kediamannya Jalan Bukit Duri Tanjakan Gang H Saiman RT 13/08 Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. (Dok BWA)
Hilman, saat ditemui tim BWA di kediamannya Jalan Bukit Duri Tanjakan Gang H Saiman RT 13/08 Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. (Dok BWA)

Mencari kekayaan dengan mendatangi dukun, tentu saja bertentangan dengan keyakinan Hilman yang memegang teguh aqidah Islam. Walaupun sadar bahwa penghasilannya sebagai penjaga keamanan kampung tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga, ia tetap menentang keras tindakan yang dianggapnya menyekutukan Allah SWT tersebut.

Perbedaan pandangan di antara mereka pun semakin memanas. Tak tahan, akhirnya istri pergi meninggalkan rumah tanpa proses perceraian. Sampai detik ini Hilman tidak pernah bertemu lagi dengan keluarganya. Kabar terakhir yang diterima dari tetangga, istrinya kini tinggal di Bogor.

Bukan hanya ditinggal keluarga, Lelaki tua ini juga kehilangan penglihatannya. Pada tahun 2007 tiba-tiba saja matanya menjadi buta. “Saya gak tahu penyebabnya, tiba-tiba penglihatan saya buram, terus jadi gelap sampai sekarang,” ujarnya.

Semenjak buta, warga Jalan Bukit Duri Tanjakan Gang H Saiman RT 13/08 Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan tersebut sudah tidak bekerja lagi. Untung saja jamaah masjid tempat ia shalat berjamaah lima waktu kerap mengirimkan makanan.

Hilman juga kesulitan merawat tempat tinggalnya. Rumah yang sudah ditempati puluhan tahun ini, kondisinya sangat memprihatinkan. Atap bocor sehingga merusak beberapa kusen dan membuat lantai rumah menjadi kotor. Saluran air limbah dari kamar mandi tersumbat, terkadang airnya menggenang dan membanjiri lantai rumah bagian belakang.

Namun kondisi tersebut tidak pernah membuatnya putus asa dalam menjalani kehidupan. Justru semakin mendekatkan diri kepada Allah. Bagi dia semua cobaan dan ujian ini sudah menjadi ketentuan Allah. Bersabar dan ikhlas serta memohon pertolongan hanya pada Allahlah yang menjadi kekuatannya.

“Bapak-bapak datang ke rumah saya saja, itu Allah yang menggerakkan, jadi saya meminta apapun ke Allah saja. Seberapa pun besarnya masalahnya, tetap Allah Maha Besar”, ujar Hilman kepada Tim Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA).

Melalui program Zakat Peer to Peer, BWA mengajak para muzakki untuk membantu membiayai renovasi rumah Hilman. Agar rumahnya kembali menjadi tempat tinggal yang layak.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 9,14 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Badan Wakaf Al-Quran
Badan Wakaf Al Qur'an (BWA) adalah organisasi nirlaba (non-profit organization), berbentuk Lembaga Swadaya Masyarakat.

Lihat Juga

Begitu Melimpah Nikmat Allah, Maka Berqurbanlah