Home / Berita / Internasional / Afrika / Setelah Mengudurkan Diri, Syeikh Qaradhawi Dipecat Al-Azhar

Setelah Mengudurkan Diri, Syeikh Qaradhawi Dipecat Al-Azhar

qaradhawi
Syeikh Yusuf Qaradhawi (inet)

dakwatuna.com – Kairo.  Akademi Riset Al-Azhar menyatakan telah memecat ulama terkemuka dunia, Syeikh Yusuf Al Qaradhawi, dari lembaga tersebut, Rabu (25/12).

Dalam sebuah pernyataan, akademi itu menyebutkan Qaradhawi diberhentikan karena beberapa alasan. “Di antaranya adalah melakukan tindak pidana, melanggar ideologi Al-Azhar, dan mengeluarkan fatwa bersifat menghasut terhadap lembaga negara,” tulis pernyataan tersebut seperti dikutip dari World Bulletin, Kamis (26/12).

Pekan lalu, Pemerintah Mesir menuntut Qaradhawi beserta 129 orang lainnya, termasuk Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi, ke pengadilan pidana atas beberapa tuduhan. Salah satu anggota Akademi Penelitian Al-Azhar, Muhammad Al Shahat mengatakan, keputusan pemecatan Qaradhawi diambil dengan suara bulat.

Setelah mencermati perkembangan terakhir, lembaganya menilai posisi Qaradhawi kini sudah bertentangan dengan Al-Azhar dan Mesir. Yusuf Al Qaradhawi pada Sabtu (21/12) pekan lalu telah mengajukan pengunduran dirinya dari akademi yang terdiri dari 50 anggota tersebut.

“Kepada rakyat Mesir, saya menyatakan berhenti dari Akademi Riset Al-Azhar. Karena, saya tidak membutuhkan keanggotaan dalam organisasi yang lemah ini,” tulis Qaradhawi dalam suratnya.

Qaradhawi mengaku kecewa lantaran institusi tersebut tidak mampu berbuat apa-apa atas berbagai pembantaian brutal yang dilakukan Jenderal Abdel Fattah Al Sisi  terhadap rakyat Mesir sejak berlangsungnya kudeta terhadap Mursi.

“Akademi ini bahkan tidak mengeluarkan satu pun pernyataan atau fatwa mengenai apa yang terjadi di negara ini,” kecam Qaradhawi. Awal Desember ini, Presiden Uni Internasional untuk Cendekiawan Muslim itu juga menyatakan pengunduran dirinya dari Dewan Ulama Senior Al-Azhar, salah satu organisasi yang paling disegani di negeri piramida.

Keputusan tersebut diambil Qaradhawi sebagai bentuk protesnya terhadap Imam Besar Al-Azhar, Ahmed Tayyeb, yang mendukung penggulingan Mursi pada 3 Juli lalu. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (29 votes, average: 9,28 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • muhammad yazurri

    BARAKALLAHULAKA YA SYEIKH…

Lihat Juga

Pemecatan 1 Juta PNS Dinilai akan Menimbulkan Masalah Baru