Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Menghitung Hujan

Menghitung Hujan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Jika hujan adalah sebuah bilangan
Maka, tak ada salahnya menghitung hujan
Dalam seutas limit yang tak berhingga
Berbalut rinai syahdu metode penuh cinta

Celupak Desember t’lah datang menjelang
Membawa hujan yang berkah tak berkurang
Dalam riak mendung senandung awan
Meretas kelindan asa menghitung hujan

Jika hujan adalah sebuah persamaan
Maka, persamaan hujan bisa diturunkan
Menjadi suatu persamaan yang baru
Rezeki dari Ilahi, kusebut persamaan itu

Menatap langit sekelebat dengan rasa halau mentua
Refleksi cerminan jingga sekilas maya menyapa raga
Menghitung hujan takkan tahu juga di mana ujungnya
Lebih baik syukuri saja nikmat dari Yang Maha Kuasa

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Bayu Bondan
Bayu Bondan adalah nama pena dari penulis berkacamata ini. Setelah 4 tahun berguru kepada maestro angka, Alhamdulillah saya berhasil merengkuh toga gagah di kepala dan telah bekerja sebagai PNS di daerah Jakarta Pusat. Di sela-sela kesibukan aktivitas sehari-hari, saya mulai sedikit berpaling dari angka dan mencoba berteman dengan aksara. Biarkan saja pena menari dan lihat saja hasilnya nanti.

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Menunggu Hujan