Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Puisi untuk Mamak

Puisi untuk Mamak

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com 

Aku merindukanmu…
Memelukmu hingga aku tak pernah melepaskanmu
Hampir 1,5 tahun aku meninggalkan rumah
Dan akupun tak bisa menemuimu, merasakan masakan yang Kau berikan dengan cinta
Apalagi hangatnya pelukmu serta belaian kasih sayangmu
Aku hanya bisa berdoa agar dirimu selalu bahagia dan sehat selalu di sana
Walaupun aku jauh, tapi aku tak pernah melupakan jasamu
Aku selalu mendoakanmu
Karena dirimu adalah bidadari yang selalu mengisi hidupku
Baktiku tidak akan ku ukir hanya dengan kata
Tapi aku ingin berbagi dengan orang lain

Bukan kali ini saja, dirimu berjasa dan hanya kuperingati pada saat hari Ibu
Namun, di momen ini aku ingin merefleksi diriku sendiri apa yang telah kuberikan untukmu
Apa yang berharga yang telah kupersembahkan padamu
Aku ingin berbagi karena dirimu yang mengajarkan arti berbagi dengan orang lain
Karena aku belajar darimu cara kerja dengan keras
Kerja dengan ikhlas
Tidak mengeluh
Semangat dan selalu tersenyum walaupun dirimu sulit di sana
Aku ingin meringankan bebanmu
Karena dirimu telah banyak berjasa hingga akupun tak sanggup membalasnya
Tapi masih ada yang belum kupersembahkan untukmu mak…
Aku ingin mempersembahkan mahkota yang bertahtakan berlian untuk kau pakai
Ketika yaumil hisab itu terjadi
Sehingga kau tercengang dan bertanya, “mahkota dari manakah ini Robb, begitu indah hingga kilauan tak terkalahkan, begitu menarik hingga semua orang ingin memperebutkannya”
Itulah cita-cita yang belum ku tunaikan kepadamu
Juga Mengelilingi Ka’bah
Melakukan tawaf, Sa’i dan rangkaian Ibadah haji bersamamu
Nantikan kehadiran dan citaku tertunai dengan indah untukmu
Wahai mamak yang sangat kucinta dan kusayang

Dari anakmu yang selalu mencintaimu

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 8,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nabilah Hurin
Guru SDN 4 Dendang Belitung.

Lihat Juga

Kala Ibu Terlelap